وَصَدَّهَا مَا كَانَتْ تَعْبُدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ إِنَّهَا كَانَتْ مِنْ قَوْمٍ كَافِرِينَ
Dan telah menghalanginya apa yang selama ini ia sembah selain Allah; sesungguhnya ia dahulu termasuk kaum yang kafir.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَصَدَّهَا مَا كَانَتْ تَعْبُدُ مِنْ دُونِ اللَّهِwa-shaddahaa maa kaanat ta'budu min duuni llaahidan telah menghalanginya apa yang selama ini ia sembah selain Allah
- إِنَّهَا كَانَتْ مِنْ قَوْمٍ كَافِرِينَinnahaa kaanat min qawmin kaafiriinasesungguhnya ia dahulu termasuk kaum yang kafir
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَصَدَّهَاwa-shaddahaadan menghalanginya
- مَاmaaapa yang
- كَانَتْkaanatadalah
- تَعْبُدُta'buduengkau mengabdi
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- إِنَّهَاinnahaasesungguhnya ia
- كَانَتْkaanatadalah
- مِنْmindari
- قَوْمٍqawminkaum
- كَافِرِينَkaafiriinaorang-orang kafir
Inti bacaan
Pengakuan penting tentang akar masalah: 'telah menghalanginya apa yang selama ini ia sembah selain Allah', kesalahan penyembahan sebelumnya diidentifikasi sebagai penghalang, bukan karena kekurangan kecerdasan atau kebijaksanaan pribadinya.
Penjelasan pilihan kata
'Saddahaa' ('menghalanginya', akar Sdd) menggemakan tema yang sama dari 27:24 tentang setan yang menghalangi dari jalan.
Tafsiran
Ayat ini menjelaskan latar belakang sang ratu sebelum momen pengakuannya: penyembahan matahari sebelumnya yang telah menghalanginya, kini mulai teratasi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut penghalangnya kebiasaan lama, bukan kebodohan. Ratu itu cerdas. Yang menahannya penyembahannya sendiri.
- Yang menghalangi disebut sebagai apa, bukan siapa. Bukan orang yang mencegahnya. Kebiasaan itu sendiri.
- Latar belakangnya diberikan Allah sesudah pengakuannya, bukan sebelumnya. Kita tahu asalnya belakangan. Jarak perubahannya jadi terasa lebih jauh.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-d-d, k-w-n, '-b-d, d-w-n, a-l-h, q-w-m, k-f-r): saddahaa diterjemahkan 'menghalanginya' (akar s-d-d); maa kaanat ta'budu min duun allaah diterjemahkan 'apa yang ia sembah selain Allah' (akar '-b-d); kaafiriin diterjemahkan 'kafir' (akar k-f-r). gloss '(Balqis)/(dari tauhid)' dibuang.