قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الصَّرْحَ ۖ فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَا ۚ قَالَ إِنَّهُ صَرْحٌ مُمَرَّدٌ مِنْ قَوَارِيرَ ۗ قَالَتْ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَانَ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dikatakan kepadanya, "Masuklah ke istana." Maka ketika ia melihatnya, ia menyangkanya kolam air yang besar, dan ia menyingkapkan kedua betisnya. Ia berkata, "Sesungguhnya ini hanyalah istana licin yang terbuat dari kaca." Ia berkata, "Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seisi alam."

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الصَّرْحَqiila lahaa dkhulii sh-sharhadikatakan kepadanya, masuklah ke istana
  2. فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ عَنْ سَاقَيْهَاfa-lammaa ra'atsu hasibatsu lujjatan wa-kasyafat 'an saaqayhaamaka ketika ia melihatnya, ia menyangkanya kolam air yang besar, dan ia menyingkapkan kedua betisnya
  3. قَالَ إِنَّهُ صَرْحٌ مُمَرَّدٌ مِنْ قَوَارِيرَqaala innahu sharhun mumarradun min qawaariiraia berkata, sesungguhnya ini hanyalah istana licin yang terbuat dari kaca
  4. قَالَتْ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَانَ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَqaalat rabbi innii zhalamtu nafsii wa-aslamtu ma'a sulaymaana li-llaahi rabbi l-'aalamiinaia berkata, Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku, dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seisi alam

Terjemahan per kata (28 kata)

  1. قِيلَqiiladikatakan
  2. لَهَاlahaakepadanya
  3. ادْخُلِيdkhuliimasuklah
  4. الصَّرْحَsh-sharhaistana
  5. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  6. رَأَتْهُra'atsuia melihatnya
  7. حَسِبَتْهُhasibatsuia mengiranya
  8. لُجَّةًlujjatankolam
  9. وَكَشَفَتْwa-kasyafatdan ia menyingkapkan
  10. عَنْ'andari
  11. سَاقَيْهَاsaaqayhaakedua betisnya
  12. قَالَqaalaberkata
  13. إِنَّهُinnahusesungguhnya itu
  14. صَرْحٌsharhunistana
  15. مُمَرَّدٌmumarradunyang licin
  16. مِنْmindari
  17. قَوَارِيرَqawaariirakaca
  18. قَالَتْqaalatia berkata
  19. رَبِّrabbiTuhan
  20. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  21. ظَلَمْتُzhalamtuaku menzalimi
  22. نَفْسِيnafsiidiriku
  23. وَأَسْلَمْتُwa-aslamtudan aku berserah diri
  24. مَعَma'abersama
  25. سُلَيْمَانَsulaymaanaSulaiman
  26. لِلَّهِli-llaahibagi Allah
  27. رَبِّrabbiTuhan
  28. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Momen transformasi penting: kesalahan persepsi tentang lantai istana memicu pengakuan mendalam: 'aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah', momen kerentanan yang tidak terduga justru menjadi pintu pertobatan yang tulus.

Penjelasan pilihan kata

Kedua pembicara ('ia berkata' pertama dan kedua) dipertahankan tanpa penanda kurung nama: teks Arab sendiri membedakan keduanya lewat bentuk kata kerja bergender ('qaala' maskulin untuk Sulaiman menjelaskan, 'qaalat' feminin untuk sang ratu mengakui), sebuah pembedaan yang tidak sepenuhnya bisa direplikasi dalam bahasa Indonesia namun tetap jelas dari alur cerita. 'Sarhun mumarradun min qawaariira' ('istana licin yang terbuat dari kaca', akar SrH+mrd+qrr) dipertahankan literal.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan puncak kisah: kesalahpahaman visual yang mengungkap keterbatasan persepsi, segera diikuti pengakuan tulus sang ratu tentang kesalahannya sendiri dan penyerahan dirinya sepenuhnya.

Renungan dan Hikmah

  • Momen kesalahpahaman visual yang sederhana menjadi pemicu pengakuan mendalam, sang ratu tidak membela diri atau merasa dipermalukan, melainkan langsung mengakui kezaliman masa lalunya dan berserah diri sepenuhnya, menutup kisah dengan transformasi yang tulus.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'berserah'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.