وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ فَإِذَا هُمْ فَرِيقَانِ يَخْتَصِمُونَ
Dan sungguh Kami telah mengutus kepada Tsamud saudara mereka, Salih, "Sembahlah Allah!" Tiba-tiba mereka menjadi dua golongan yang bertengkar.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَwa-la-qad arsalnaa ilaa tsamuuda akhaahum shaalihan ani 'buduu llaahadan sungguh Kami telah mengutus kepada Tsamud saudara mereka, Salih, sembahlah Allah
- فَإِذَا هُمْ فَرِيقَانِ يَخْتَصِمُونَfa-idzaa hum fariiqaani yakhtashimuunatiba-tiba mereka menjadi dua golongan yang bertengkar
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
- إِلَىٰilaakepada
- ثَمُودَtsamuudaTsamud
- أَخَاهُمْakhaahumsaudara mereka
- صَالِحًاshaalihankebajikan
- أَنِaniyaitu
- اعْبُدُوا'buduumengabdilah kalian
- اللَّهَllaahaAllah
- فَإِذَاfa-idzaamaka seketika itu
- هُمْhummereka
- فَرِيقَانِfariiqaanidua golongan
- يَخْتَصِمُونَyakhtashimuunamereka bertengkar
Inti bacaan
Transisi ke Salih: 'sembahlah Allah!' memicu perpecahan segera: 'mereka menjadi dua golongan yang bertengkar', pesan sederhana bisa langsung memicu polarisasi dalam masyarakat yang belum siap menerimanya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini membuka versi kisah Tsamud yang lebih ringkas dibanding Surah Asy-Syu'ara: formula 'akhaahum' tetap dipertahankan, namun narasinya langsung menuju perpecahan kaum, bukan dialog panjang.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan respons langsung kaum Tsamud terhadap seruan Salih, bukan penolakan seragam, melainkan perpecahan menjadi dua kubu yang saling bertentangan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut seruannya cuma dua kata: sembahlah Allah. Sependek itu. Yang memecah mereka bukan uraian panjang.
- Akibatnya disebut tiba-tiba: mereka menjadi dua golongan yang bertengkar. Seketika. Perpecahannya tak menunggu perdebatan.
- Allah menyebutnya saudara mereka, Salih. Dari kalangan sendiri. Yang memecah kaum itu orang yang lahir di antara mereka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar r-s-l, a-kh-w, s-l-h, '-b-d, a-l-h, f-r-q, kh-s-m): arsalnaa…ani buduu llaah diterjemahkan 'mengutus: sembahlah Allah' (akar r-s-l + akar '-b-d, seruan tauhid, cf. 23:23/32, 21:25); fariiqaan yakhtasimuun diterjemahkan 'dua golongan bertengkar' (akar f-r-q + akar kh-s-m). gloss '(sesuku)/(yang menyeru)' dibuang.