قَالَ يَا قَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ ۖ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Ia berkata, "Wahai kaumku, mengapa kalian meminta disegerakan keburukan sebelum kebaikan? Mengapa kalian tidak memohon ampunan kepada Allah agar kalian dirahmati?"
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالَ يَا قَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِqaala yaa qawmi li-ma tasta'jiluuna bi-s-sayyi'ati qabla l-hasanatiia berkata, wahai kaumku, mengapa kalian meminta disegerakan keburukan sebelum kebaikan
- لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَlawlaa tastaghfiruuna llaaha la'allakum turhamuunamengapa kalian tidak memohon ampunan kepada Allah agar kalian dirahmati
Terjemahan per kata (13 kata)
- قَالَqaalaberkata
- يَاyaawahai
- قَوْمِqawmikaumku
- لِمَli-mamengapa
- تَسْتَعْجِلُونَtasta'jiluunakalian meminta disegerakan
- بِالسَّيِّئَةِbi-s-sayyi'atidengan keburukan
- قَبْلَqablasebelum
- الْحَسَنَةِl-hasanatikebaikan
- لَوْلَاlawlaamengapa tidak
- تَسْتَغْفِرُونَtastaghfiruunakalian memohon ampun
- اللَّهَllaahaAllah
- لَعَلَّكُمْla'allakumagar kalian
- تُرْحَمُونَturhamuunakalian dirahmati
Inti bacaan
Kritik Salih yang tajam: 'mengapa kalian meminta disegerakan keburukan sebelum kebaikan?', pengamatan tentang prioritas keliru yang lebih memilih konfrontasi daripada mencari pengampunan dan rahmat.
Penjelasan pilihan kata
'Tasta'jiluuna bi-s-sayyi'ati' ('meminta disegerakan keburukan', akar Ejl+swA) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(azab)'/'(rahmat)': makna sudah cukup jelas dari konteks kontras keburukan-kebaikan.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan Salih menegur kecenderungan aneh kaumnya: menuntut konsekuensi buruk dipercepat alih-alih memohon ampunan.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam dua pertanyaan berturut-turut dari Salih. Yang pertama menyoal pilihan mereka. Yang kedua menawarkan jalan lain.
- Panggilannya tetap wahai kaumku meski isinya teguran. Hubungan tidak diputus saat menegur. Sapaannya menahan nadanya.
- Ampunan disebut sebagai pintu menuju rahmat, bukan tujuan akhir. Allah menaruh keduanya berurutan. Yang diminta satu, yang diterima dua.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”. Dalam ayat ini, 'istaghfara' dan 'rahima' sama-sama tanpa kata sandang al-. istaghfara diterjemahkan 'memohon ampun' · verba rahima diterjemahkan keluarga 'merahmati/memberi rahmat' (sejalan raahimiin diterjemahkan 'pemberi rahmat', kata terjemahan lain SENDIRI di 23:109).