قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَنْ مَعَكَ ۚ قَالَ طَائِرُكُمْ عِنْدَ اللَّهِ ۖ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَ
Mereka berkata, "Kami menganggap engkau dan orang-orang yang bersamamu sebagai kesialan." Ia berkata, "Kesialan kalian ada di sisi Allah, bahkan kalian adalah kaum yang sedang diuji."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَنْ مَعَكَqaaluu ttayyarnaa bika wa-bi-man ma'akamereka berkata, kami menganggap engkau dan orang-orang yang bersamamu sebagai kesialan
- قَالَ طَائِرُكُمْ عِنْدَ اللَّهِ ۖ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَqaala taa'irukum inda llaahi bal antum qawmun tuftanuunaia berkata, kesialan kalian ada di sisi Allah, bahkan kalian adalah kaum yang sedang diuji
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, t-y-r, '-n-d, a-l-h, q-w-m, f-t-n): ittayyarnaa diterjemahkan 'kami menganggap sial' (akar t-y-r); taa'irukum inda llaah diterjemahkan 'kesialan kalian di sisi Allah' (akar t-y-r, Salih mengembalikan takhayul sial kpd Allah; penolakan takhayul=rasionalisme, cf. 7:131, 36:19); tuftanuun diterjemahkan 'diuji' (akar f-t-n). gloss '(malang atau tidak ditetapkan)/(bukan karena kami)' dibuang.
Aplikasi
Tuduhan takhayul: 'Kami menganggap engkau... sebagai pembawa kesialan' dijawab tegas: 'Kesialan kalian ada di sisi Allah; bahkan kalian adalah kaum yang sedang diuji', penolakan terhadap kepercayaan tahayul, mengembalikan tanggung jawab kepada pilihan mereka sendiri.