قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَنْ مَعَكَ ۚ قَالَ طَائِرُكُمْ عِنْدَ اللَّهِ ۖ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَ
Mereka berkata, "Kami menganggap engkau dan orang-orang yang bersamamu sebagai kesialan." Ia berkata, "Kesialan kalian ada di sisi Allah, bahkan kalian adalah kaum yang sedang diuji."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَنْ مَعَكَqaaluu ththayyarnaa bika wa-bi-man ma'akamereka berkata, kami menganggap engkau dan orang-orang yang bersamamu sebagai kesialan
- قَالَ طَائِرُكُمْ عِنْدَ اللَّهِ ۖ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَqaala thaa'irukum 'inda llaahi bal antum qawmun tuftanuunaia berkata, kesialan kalian ada di sisi Allah, bahkan kalian adalah kaum yang sedang diuji
Terjemahan per kata (13 kata)
- قَالُواqaaluumereka berkata
- اطَّيَّرْنَاththayyarnaakami merasa bernasib sial
- بِكَbikakepadamu
- وَبِمَنْwa-bi-mandan dengan siapa
- مَعَكَma'akabersamamu
- قَالَqaalaberkata
- طَائِرُكُمْthaa'irukumnasib kalian
- عِنْدَ'indadi sisi
- اللَّهِllaahiAllah
- بَلْbalbahkan
- أَنْتُمْantumkalian
- قَوْمٌqawmunkaum
- تُفْتَنُونَtuftanuunakalian diuji
Inti bacaan
Tuduhan takhayul: 'Kami menganggap engkau. sebagai pembawa kesialan' dijawab tegas: 'Kesialan kalian ada di sisi Allah; bahkan kalian adalah kaum yang sedang diuji', penolakan terhadap kepercayaan tahayul, mengembalikan tanggung jawab kepada pilihan mereka sendiri.
Penjelasan pilihan kata
'Ttayyarnaa' ('menganggap sebagai kesialan', akar Tyr) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(pembawa)'. Salih membalikkan tuduhan mereka, bukan dirinya sumber kesialan, melainkan ujian yang mereka hadapi berasal dari Allah.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan tuduhan takhayul kaum Tsamud dijawab dengan pengalihan tegas, bukan soal nasib buruk, melainkan ujian yang harus mereka hadapi dengan jujur.
Renungan dan Hikmah
- Tuduhan bahwa Salih membawa kesialan dijawab dengan pengalihan yang tegas, apa yang mereka alami bukan nasib buruk yang dibawa orang lain, melainkan ujian yang harus mereka hadapi dengan kejujuran mereka sendiri.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, t-y-r, '-n-d, a-l-h, q-w-m, f-t-n): ittayyarnaa diterjemahkan 'kami menganggap sial' (akar t-y-r); taa'irukum inda llaah diterjemahkan 'kesialan kalian di sisi Allah' (akar t-y-r, Salih mengembalikan takhayul sial kpd Allah; penolakan takhayul=rasionalisme, cf. 7:131, 36:19); tuftanuun diterjemahkan 'diuji' (akar f-t-n). gloss '(malang atau tidak ditetapkan)/(bukan karena kami)' dibuang.