فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُوا ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Itulah rumah-rumah mereka yang kosong akibat kezaliman mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang mengetahui.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةً بِمَا ظَلَمُواfa-tilka buyuutuhum khaawiyatan bi-maa zhalamuuitulah rumah-rumah mereka yang kosong akibat kezaliman mereka
  2. إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَinna fii dzaalika la-aayatan li-qawmin ya'lamuunasesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang mengetahui

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. فَتِلْكَfa-tilkamaka itulah
  2. بُيُوتُهُمْbuyuutuhumrumah-rumah mereka
  3. خَاوِيَةًkhaawiyatanruntuh
  4. بِمَاbi-maakarena apa yang
  5. ظَلَمُواzhalamuuberbuat zalim
  6. إِنَّinnasesungguhnya
  7. فِيfiipada
  8. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  9. لَآيَةًla-aayatanbenar-benar tanda
  10. لِقَوْمٍli-qawminbagi kaum
  11. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

Bukti fisik yang tersisa: 'rumah-rumah mereka yang kosong. tanda bagi kaum yang mengetahui', reruntuhan menjadi pengingat konkret bagi generasi berikutnya yang mau memperhatikan dan belajar.

Penjelasan pilihan kata

'Tilka' ('itulah', demonstratif jauh) dipertahankan sebagai 'itulah', bukan 'inilah': konsisten dengan konvensi dzalika/tilka di seluruh teks ini. 'Khaawiyatan' ('kosong', akar xwy) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(sebagai tanda bahwa mereka binasa)'.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan pemandangan akhir: rumah-rumah kosong sebagai bukti fisik konsekuensi yang telah menimpa mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menunjuk rumah-rumah mereka yang kosong. Masih berdiri. Yang tersisa bukan reruntuhan, melainkan bangunan tanpa penghuni.
  • Sebabnya disebut kezaliman mereka. Bukan takdir buruk. Kosongnya rumah itu diberi alasan, bukan dibiarkan sebagai nasib.
  • Allah menyebut penerimanya kaum yang mengetahui. Bukan siapa saja yang lewat. Bangunan yang sama tak berbicara kepada semua orang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.