وَأَنْجَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَأَنْجَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَwa-anjaynaa lladziina aamanuu wa-kaanuu yattaquunadan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. وَأَنْجَيْنَاwa-anjaynaadan Kami selamatkan
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. آمَنُواaamanuuberiman
  4. وَكَانُواwa-kaanuudan mereka selalu
  5. يَتَّقُونَyattaquunabertakwa

Inti bacaan

Kontras positif: 'Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa', hasil akhir yang berbeda tajam bagi mereka yang memilih jalan konsisten yang benar di tengah komunitas yang rusak.

Penjelasan pilihan kata

'Anjaynaa' ('Kami selamatkan', akar njw) dipertahankan literal: menutup kisah dengan pola penyelamatan-versus-pembinasaan yang sama seperti kisah-kisah sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini menutup kisah Tsamud versi ringkas ini dengan penegasan bahwa keimanan dan ketakwaan tetap menjadi pembeda antara yang selamat dan yang binasa.

Renungan dan Hikmah

  • Kisah Tsamud ditutup dengan yang selamat, bukan dengan yang binasa. Allah menaruh mereka di kalimat terakhir. Yang tersisa disebut belakangan.
  • Yang selamat disebut dengan dua sifat sekaligus. Beriman dan bertakwa. Percaya saja belum cukup.
  • Kata selalu melekat pada takwanya. Allah menyebut yang terus-menerus, bukan yang sesekali. Keselamatan itu diikat pada kebiasaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar n-j-w, a-m-n, k-w-n, w-q-y): anjaynaa diterjemahkan 'Kami selamatkan' (akar n-j-w); aamanuu diterjemahkan 'beriman' (akar '-m-n); yattaquun diterjemahkan 'bertakwa' (akar w-q-y).