فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

Maka tidak ada jawaban kaumnya kecuali mereka berkata, "Usirlah keluarga Lut dari negeri kalian; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menyucikan diri."

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُواfa-maa kaana jawaaba qawmihi illaa an qaaluumaka tidak ada jawaban kaumnya kecuali mereka berkata
  2. أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَakhrijuu aala luuthin min qaryatikum innahum unaasun yatathahharuunausirlah keluarga Lut dari negeri kalian; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menyucikan diri

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. فَمَاfa-maamaka tidaklah
  2. كَانَkaanaadalah
  3. جَوَابَjawaabajawaban
  4. قَوْمِهِqawmihikaumnya
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. أَنْanbahwa
  7. قَالُواqaaluumereka berkata
  8. أَخْرِجُواakhrijuukeluarkanlah kalian
  9. آلَaalakeluarga
  10. لُوطٍluuthinLut
  11. مِنْmindari
  12. قَرْيَتِكُمْqaryatikumnegeri kalian
  13. إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
  14. أُنَاسٌunaasunorang-orang
  15. يَتَطَهَّرُونَyatathahharuunamereka menyucikan diri

Inti bacaan

Respons balasan kaumnya yang justru mengusir kebaikan: 'Usirlah keluarga Lut. mereka adalah orang-orang yang menyucikan diri', ironi pahit di mana integritas moral justru dijadikan alasan pengusiran, sebuah pembalikan nilai yang mendalam.

Penjelasan pilihan kata

'Yatatahharuuna' ('menyucikan diri', akar Tsr): kata yang sama diucapkan sebagai ejekan oleh kaumnya, sebuah ironi yang menjadikan kesucian sebagai tuduhan alih-alih pujian.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan respons tunggal kaumnya, bukan argumen, melainkan pengusiran, dengan kesucian keluarga Lut dijadikan alasan ejekan.

Renungan dan Hikmah

  • Jawaban kaum Lut ini diriwayatkan dua kali dengan susunan hampir sama, di sini dan 7:82, dan bedanya cuma satu: yang di 7:82 berbunyi “usirlah mereka”, yang di sini أَخْرِجُوا آلَ لُوطٍ; mereka disebut dengan nama. Rangkaian itu tak ada duanya. Menyebut nama membuat pengusiran jadi keputusan atas orang tertentu, bukan atas golongan yang tak dirinci.
  • Kata يَتَطَهَّرُونَ yang mereka pakai sebagai alasan terpakai dua kali, dan dua-duanya di mulut kaum yang sama. Jadi seluruh pemakaian kata itu di Quran adalah tuduhan, bukan pujian, bentuknya positif, isinya celaan. Yang menarik pada susunan ayat ini, ia dibuka dengan pernyataan bahwa tak ada jawaban lain kecuali itu: bukan mereka memilih jawaban ini di antara beberapa, melainkan tak ada yang lain yang mereka punya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-w-n, j-w-b, q-w-m, q-w-l, kh-r-j, a-w-l, q-r-y, a-n-s, t-h-r): jawaab diterjemahkan 'jawaban' (akar j-w-b); akhrijuu diterjemahkan 'usirlah' (akar kh-r-j); aal luut diterjemahkan 'keluarga Lut' (akar '-w-l); yatatahharuun diterjemahkan 'menyucikan diri' (akar t-h-r, ironi: mereka mencemooh keluarga Lut karena 'menjaga kesucian'). Selaras.