فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَاهَا مِنَ الْغَابِرِينَ

Maka Kami menyelamatkan dia dan keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah menentukannya termasuk orang-orang yang tertinggal.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُfa-anjaynaahu wa-ahlahu illaa mra'atahumaka Kami menyelamatkan dia dan keluarganya, kecuali istrinya
  2. قَدَّرْنَاهَا مِنَ الْغَابِرِينَqaddarnaahaa mina l-ghaabiriinaKami telah menentukannya termasuk orang-orang yang tertinggal

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. فَأَنْجَيْنَاهُfa-anjaynaahumaka Kami menyelamatkannya
  2. وَأَهْلَهُwa-ahlahudan keluarganya
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. امْرَأَتَهُmra'atahuistrinya
  5. قَدَّرْنَاهَاqaddarnaahaaKami menetapkannya
  6. مِنَminadari
  7. الْغَابِرِينَl-ghaabiriinaorang-orang yang tertinggal

Inti bacaan

Penyelamatan selektif: 'Kami menyelamatkan dia dan keluarganya, kecuali istrinya', keselamatan tetap bergantung pada pilihan individual, bukan sekadar hubungan keluarga.

Penjelasan pilihan kata

'Qaddarnaahaa' ('Kami telah menentukannya', akar qdr) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(orang-orang kafir)': teks tidak merinci alasan lebih jauh selain penetapan itu sendiri.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan pengecualian yang sama seperti versi kisah Lut sebelumnya (26:171): satu anggota keluarga yang tidak termasuk dalam penyelamatan.

Renungan dan Hikmah

  • Pengecualian disebut di tengah penyelamatan. Keluarganya selamat. Allah menyebut satu orang tidak.
  • Hubungan keluarga tidak menjadi tiket. Yang menentukan bukan nama belakang. Yang menentukan pilihannya.
  • Ketetapan itu disebut Allah tanpa uraian sebabnya. Yang ditulis keputusannya. Sebabnya ada di tempat lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

qdr per konvensi; per kelas morfologi corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi qdr: qadiir diterjemahkan 'berkuasa'; qaadir diterjemahkan 'kuasa' (75:40/86:8 terjemahan lain jujur); muqtadir diterjemahkan 'berkuasa penuh'; qadar diterjemahkan kadar/ketentuan/ukuran; Lailatulqadar=nama; cabang ukur-sempit pemakaian diteruskan.