أَمَّنْ جَعَلَ الْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَالَهَا أَنْهَارًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Ataukah Dia yang menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, menjadikan gunung-gunung yang kukuh, dan menjadikan pemisah antara dua laut? Apakah ada tuhan bersama Allah? Bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- أَمَّنْ جَعَلَ الْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَالَهَا أَنْهَارًاam-man ja'ala l-ardha qaraaran wa-ja'ala khilaalahaa anhaaranataukah Dia yang menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya
- وَجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًاwa-ja'ala lahaa rawaasiya wa-ja'ala bayna l-bahrayni haajizanmenjadikan gunung-gunung yang kukuh, dan menjadikan pemisah antara dua laut
- أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَa-ilaahun ma'a llaahi bal aktsaruhum laa ya'lamuunaapakah ada tuhan bersama Allah? Bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui
Terjemahan per kata (21 kata)
- أَمَّنْammanataukah siapa
- جَعَلَja'alamenjadikan
- الْأَرْضَl-ardhabumi
- قَرَارًاqaraarantempat menetap
- وَجَعَلَwa-ja'aladan Dia menjadikan
- خِلَالَهَاkhilaalahaadi antaranya
- أَنْهَارًاanhaaransungai-sungai
- وَجَعَلَwa-ja'aladan Dia menjadikan
- لَهَاlahaabaginya
- رَوَاسِيَrawaasiyagunung-gunung
- وَجَعَلَwa-ja'aladan Dia menjadikan
- بَيْنَbaynadi antara
- الْبَحْرَيْنِl-bahraynidua laut
- حَاجِزًاhaajizanpembatas
- أَإِلَٰهٌa-ilaahunapakah ada tuhan
- مَعَma'abersama
- اللَّهِllaahiAllah
- بَلْbalbahkan
- أَكْثَرُهُمْaktsaruhumkebanyakan mereka
- لَاlaatidak
- يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui
Inti bacaan
Argumen berlanjut dari fenomena geologis: bumi sebagai 'tempat berdiam', sungai, gunung, pemisah antara dua laut, keteraturan alam yang kompleks dijadikan bukti berulang menentang penyekutuan, ditutup pengakuan jujur: 'kebanyakan mereka tidak mengetahui'.
Penjelasan pilihan kata
'Haajizan' ('pemisah', akar Hjz) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(yang kalian sekutukan itu lebih baik ataukah)': struktur elipsis 'am man' ('ataukah Dia yang') sudah cukup jelas dari pola berulang.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan pertanyaan retoris kedua: penataan bumi yang stabil, sungai, gunung, dan batas laut sebagai tanda kekuasaan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut empat penataan: tempat berdiam, sungai, gunung, dan pemisah dua laut. Empat. Yang disebut bukan satu keajaiban, melainkan susunan yang saling menopang.
- Kata yang dipakai untuk bumi tempat berdiam. Bukan tempat hidup. Yang ditonjolkan bahwa ia diam, dan itu syarat bagi semua yang lain.
- Allah menutup dengan kebanyakan mereka tidak mengetahui. Sesudah menyebut yang tiap hari dilihat. Yang gamblang pun ternyata tak sampai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).