بَلِ ادَّارَكَ عِلْمُهُمْ فِي الْآخِرَةِ ۚ بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِنْهَا ۖ بَلْ هُمْ مِنْهَا عَمُونَ

Bahkan, pengetahuan mereka tentang akhirat akan diperoleh kemudian. Bahkan, mereka ragu-ragu tentangnya. Bahkan, mereka buta tentangnya.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. بَلِ ادَّارَكَ عِلْمُهُمْ فِي الْآخِرَةِbali ddaaraka ilmuhum fii l-aakhiratibahkan pengetahuan mereka tentang akhirat akan diperoleh kemudian
  2. بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِنْهَاbal hum fii shakkin minhaabahkan mereka ragu-ragu tentangnya
  3. بَلْ هُمْ مِنْهَا عَمُونَbal hum minhaa amuunabahkan mereka buta tentangnya
Aplikasi

Deskripsi bertahap tentang ketidaktahuan: pengetahuan tentang akhirat 'akan diperoleh kemudian... mereka ragu-ragu... mereka buta tentang itu', tiga tingkat keterbatasan yang menggambarkan jarak yang jauh antara klaim dan pemahaman sesungguhnya.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua; lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih.. sebagian penerjemah: 'The truth is,1 their knowledge fails2 concerning the Hereafter. The truth is,3 they are in doubt about it.