وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَإِذَا كُنَّا تُرَابًا وَآبَاؤُنَا أَإِنَّا لَمُخْرَجُونَ

Dan orang-orang yang kufur berkata, "Apabila kami telah menjadi tanah, dan nenek moyang kami, apakah benar-benar kami akan dikeluarkan?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَإِذَا كُنَّا تُرَابًا وَآبَاؤُنَاwa-qaala lladziina kafaruu a-idzaa kunnaa turaaban wa-aabaa'unaadan orang-orang yang kufur berkata, apabila kami telah menjadi tanah, dan nenek moyang kami
  2. أَإِنَّا لَمُخْرَجُونَa-innaa la-mukhrajuunaapakah benar-benar kami akan dikeluarkan

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَقَالَwa-qaaladan berkata
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. كَفَرُواkafaruukufur
  4. أَإِذَاa-idzaaapakah apabila
  5. كُنَّاkunnaakami adalah
  6. تُرَابًاturaabantanah
  7. وَآبَاؤُنَاwa-aabaa'unaadan bapak-bapak kami
  8. أَإِنَّاa-innaaapakah sesungguhnya kami
  9. لَمُخْرَجُونَla-mukhrajuunabenar-benar akan dikeluarkan

Inti bacaan

Keraguan yang berulang: 'Apabila kami telah menjadi tanah. apakah benar kami akan dikeluarkan?', pertanyaan yang sama muncul lagi dalam berbagai konteks, menegaskan universalitas tantangan terhadap konsep kebangkitan.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini membuka segmen baru: respons terhadap tuduhan bahwa kebangkitan hanyalah dongeng, setelah segmen pertanyaan retoris tentang tanda-tanda kekuasaan Allah. Kutipan dibuka di sini dan berlanjut ke 27:68.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan keberatan klasik terhadap kebangkitan: ketidakpercayaan bahwa tubuh yang telah menjadi tanah bisa dihidupkan kembali.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam mereka menyertakan nenek moyang. Bukan diri mereka saja. Keberatannya diperbesar dengan menambah jumlah.
  • Yang mereka jadikan alasan sudah menjadi tanah. Keadaan jasmani. Ukuran yang dipakai apa yang bisa mereka bayangkan.
  • Allah merekam keberatan yang sama muncul di banyak tempat. Berulang. Kalimatnya hampir tak berubah dari satu kaum ke kaum lain.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, k-f-r, k-w-n, t-r-b, a-b-w, kh-r-j): turaab diterjemahkan 'tanah' (akar t-r-b); mukhrajuun diterjemahkan 'dikeluarkan' (akar kh-r-j). gloss '(dari kubur)' dibuang.