لَقَدْ وُعِدْنَا هَٰذَا نَحْنُ وَآبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
Sungguh, ini telah dijanjikan kepada kami dan nenek moyang kami sebelumnya; ini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَقَدْ وُعِدْنَا هَٰذَا نَحْنُ وَآبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُla-qad wu'idnaa haadzaa nahnu wa-aabaa'unaa min qablusungguh, ini telah dijanjikan kepada kami dan nenek moyang kami sebelumnya
- إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَin haadzaa illaa asaathiiru l-awwaliinaini tidak lain hanyalah dongeng orang-orang terdahulu
Terjemahan per kata (12 kata)
- لَقَدْla-qadsungguh
- وُعِدْنَاwu'idnaakami dijanjikan
- هَٰذَاhaadzaaini
- نَحْنُnahnukami
- وَآبَاؤُنَاwa-aabaa'unaadan bapak-bapak kami
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- إِنْinjika
- هَٰذَاhaadzaaini
- إِلَّاillaakecuali
- أَسَاطِيرُasaathiirudongeng-dongeng
- الْأَوَّلِينَl-awwaliinaorang-orang terdahulu
Inti bacaan
Alasan penolakan yang sama: dianggap 'dongeng orang-orang terdahulu', pola peremehan yang berulang terhadap janji yang belum terwujud secara langsung dapat disaksikan.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan yang dibuka di 27:67 ditutup di sini. 'Asaatiiru l-awwaliina' ('dongeng orang-orang terdahulu', akar sTr+Awl) dipertahankan literal.
Tafsiran
Ayat ini menutup keberatan mereka dengan menyingkap alasan penolakan: janji yang sama telah didengar berulang lintas generasi tanpa terwujud, membuatnya dianggap sekadar cerita lama.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam alasan mereka menolak: janji yang lama tak terwujud. Sudah didengar turun-temurun. Lamanya dijadikan bukti.
- Yang dijadikan ukuran waktu, bukan isi. Belum terjadi berarti tidak akan. Kesimpulannya diambil dari kesabaran mereka sendiri.
- Sebutan dongeng dipakai lagi di sini. Allah merekamnya berulang di banyak surah. Julukan yang sama dipakai lintas zaman.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-'-d, a-b-w, q-b-l, s-t-r, a-w-l): wu'idnaa diterjemahkan 'dijanjikan' (akar w-'-d); asaatiir al-awwaliin diterjemahkan 'dongeng orang terdahulu' (akar s-t-r + akar '-w-l, sama 23:83). Selaras.