وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ

Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar memiliki karunia atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِwa-inna rabbaka la-dzuu fadhlin 'alaa n-naasidan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar memiliki karunia atas manusia
  2. وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَwa-laakinna aktsarahum laa yasykuruunatetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  2. رَبَّكَrabbakaTuhanmu
  3. لَذُوla-dzuubenar-benar pemilik
  4. فَضْلٍfadhlinkarunia
  5. عَلَى'alaaatas
  6. النَّاسِn-naasimanusia
  7. وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
  8. أَكْثَرَهُمْaktsarahumkebanyakan mereka
  9. لَاlaatidak
  10. يَشْكُرُونَyasykuruunamereka bersyukur

Inti bacaan

Pengakuan tentang karunia universal: 'Tuhan kalian benar-benar Zat yang memberi karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur', kelimpahan yang diberikan secara luas sering tidak dibarengi respons syukur yang proporsional.

Penjelasan pilihan kata

'Dzuu fadlin' ('memiliki karunia', akar fDl) dipertahankan literal.

Tafsiran

Ayat ini beralih dari ancaman ke pengingat karunia, bahkan di tengah penolakan, kemurahan tetap ditegaskan, disertai catatan tentang kurangnya rasa syukur.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut karunia di tengah ancaman. Bukan sesudah semuanya reda. Justru di antara peringatan.
  • Yang diberi disebut manusia, bukan orang beriman. Cakupannya semua. Syukurnya yang tidak semua.
  • Dua hal ditaruh berdampingan: karunia dan ketidaksyukuran. Allah menyebut keduanya dalam satu ayat. Yang memberi tetap memberi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini murni (kamu diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sufiks '-mu' jamak diterjemahkan 'kalian'), kata kunci syukur tak diubah (sisi-hamba sudah selaras). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).