إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ بِحُكْمِهِ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ
Sesungguhnya Tuhanmu memutuskan di antara mereka dengan putusan-Nya. Dan Dialah Sang Digdaya, Sang Berilmu.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ بِحُكْمِهِinna rabbaka yaqdhii baynahum bi-hukmihisesungguhnya Tuhanmu memutuskan di antara mereka dengan putusan-Nya
- وَهُوَ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُwa-huwa l-'aziizu l-'aliimudan Dialah Sang Digdaya, Sang Berilmu
Terjemahan per kata (8 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- رَبَّكَrabbakaTuhanmu
- يَقْضِيyaqdhiimemutuskan
- بَيْنَهُمْbaynahumdi antara mereka
- بِحُكْمِهِbi-hukmihipada putusan-Nya
- وَهُوَwa-huwadan Dia
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu
Inti bacaan
Penyelesaian akhir dijamin: 'akan menyelesaikan perkara di antara mereka dengan putusan-Nya', perselisihan yang belum terselesaikan sepenuhnya di dunia akan mendapat resolusi yang adil pada waktunya.
Penjelasan pilihan kata
'Sang Digdaya, Sang Berilmu' (al-aziizu l-aliimu) konsisten dengan konvensi yang sudah mapan di sepanjang teks untuk pasangan sifat ini.
Tafsiran
Ayat ini menutup tema perselisihan dengan menegaskan bahwa keputusan akhir ada di tangan Tuhan, bukan di tangan pihak yang berselisih.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup tema perselisihan dengan menyebut hakimnya. Bukan menyebut siapa yang benar. Yang disebut siapa yang memutus.
- Perselisihannya tidak diselesaikan di sini. Keputusannya ditunda. Yang dipastikan cuma bahwa akan diputus.
- Dua sifat ditaruh Allah di ujung: digdaya dan berilmu. Yang memutus punya kuasa. Ia juga tahu perkaranya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.