فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۖ إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ
Maka bertawakallah kepada Allah; sesungguhnya engkau berada di atas kebenaran yang nyata.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِfa-tawakkal 'alaa llaahimaka bertawakallah kepada Allah
- إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِinnaka 'alaa l-haqqi l-mubiinisesungguhnya engkau berada di atas kebenaran yang nyata
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَتَوَكَّلْfa-tawakkalmaka bertawakallah
- عَلَى'alaaatas
- اللَّهِllaahiAllah
- إِنَّكَinnakasesungguhnya engkau
- عَلَى'alaaatas
- الْحَقِّl-haqqihak
- الْمُبِينِl-mubiiniyang jelas
Inti bacaan
Instruksi menopang: 'bertawakallah kepada Allah; sesungguhnya engkau berada di atas kebenaran yang nyata', kepercayaan diri yang berdasar pada keyakinan bahwa jalan yang diambil sudah benar, bukan keraguan yang goyah.
Penjelasan pilihan kata
Instruksi bertawakal ini menyusul penegasan bahwa keputusan ada di tangan Tuhan (27:78): kepastian kebenaran menjadi dasar penenang.
Tafsiran
Ayat ini memberi penenang kepada Nabi: kepastian berada di jalan yang benar menjadi dasar untuk berserah tanpa gentar pada penolakan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh bertawakal dengan alasan, bukan sebagai penghiburan. Kau di atas kebenaran. Sandarannya bukan perasaan.
- Kepastian disebut lebih dahulu daripada ketenangan. Yang menenangkan bukan hasilnya. Yang menenangkan benarnya.
- Perintah ini datang sesudah penolakan yang panjang. Allah menaruhnya di tempat yang tepat. Yang lelah diberi pegangan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-k-l, a-l-h, h-q-q, b-y-n): tawakkal diterjemahkan 'bertawakal' (akar w-k-l); al-haqq al-mubiin diterjemahkan 'kebenaran yang nyata' (akar h-q-q + akar b-y-n). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.