وَمَا أَنْتَ بِهَادِي الْعُمْيِ عَنْ ضَلَالَتِهِمْ ۖ إِنْ تُسْمِعُ إِلَّا مَنْ يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ مُسْلِمُونَ

Dan engkau bukanlah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang buta dari kesesatannya. Engkau tidak dapat memperdengarkan, kecuali kepada orang yang beriman pada tanda-tanda Kami, lalu mereka berserah diri.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَا أَنْتَ بِهَادِي الْعُمْيِ عَنْ ضَلَالَتِهِمْwa-maa anta bi-haadii l-'umyi 'an dhalaalatihimdan engkau bukanlah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang buta dari kesesatannya
  2. إِنْ تُسْمِعُ إِلَّا مَنْ يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَاin tusmi'u illaa man yu'minu bi-aayaatinaaengkau tidak dapat memperdengarkan, kecuali kepada orang yang beriman pada tanda-tanda Kami
  3. فَهُمْ مُسْلِمُونَfa-hum muslimuunalalu mereka berserah diri

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. أَنْتَantaengkau
  3. بِهَادِيbi-haadiipemberi petunjuk
  4. الْعُمْيِl-'umyiorang-orang buta
  5. عَنْ'andari
  6. ضَلَالَتِهِمْdhalaalatihimkesesatan mereka
  7. إِنْinjika
  8. تُسْمِعُtusmi'uengkau memperdengarkan
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. مَنْmanorang yang
  11. يُؤْمِنُyu'minuberiman
  12. بِآيَاتِنَاbi-aayaatinaapada tanda-tanda Kami
  13. فَهُمْfa-hummaka mereka
  14. مُسْلِمُونَmuslimuunaorang-orang yang berserah diri

Inti bacaan

Kelanjutan pengakuan: 'bukanlah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang buta dari kesesatannya', penerimaan kebenaran bergantung pada kesiapan hati penerima, bukan semata kemampuan penyampai pesan.

Penjelasan pilihan kata

'Al-umyi' ('orang-orang yang buta', akar my) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(mata hatinya)': kebutaan di sini menyambung metafora mati-tuli di 27:80, bukan kebutaan fisik.

Tafsiran

Ayat ini melengkapi 27:80: yang menerima hanyalah yang telah membuka diri untuk beriman, bukan hasil paksaan penyampai.

Renungan dan Hikmah

  • Allah membatasi kemampuan Nabi-Nya, bukan kemauannya. Bukan soal usaha. Soal siapa yang bisa dijangkau.
  • Yang bisa mendengar disebut yang sudah beriman. Bukan sebaliknya. Iman mendahului pendengaran di sini.
  • Kebutaan yang dimaksud bukan pada mata. Allah menyambung kiasan dari ayat sebelumnya. Yang tertutup arahnya, bukan penglihatannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'berserah'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'. || akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab.