وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ ۚ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ ۚ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ
Dan engkau akan melihat gunung-gunung, engkau kira ia diam tetap, padahal ia berjalan seperti berjalannya awan. Itulah perbuatan Allah yang menyempurnakan segala sesuatu. Sesungguhnya Dia waskita terhadap apa yang kalian kerjakan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةًwa-taraa l-jibaala tahsabuhaa jaamidatandan engkau akan melihat gunung-gunung, engkau kira ia diam tetap
- وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِwa-hiya tamurru marra s-sahaabipadahal ia berjalan seperti berjalannya awan
- صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍshun'a llaahi lladzii atqana kulla syay'initulah perbuatan Allah yang menyempurnakan segala sesuatu
- إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَinnahu khabiirun bi-maa taf'aluunasesungguhnya Dia waskita terhadap apa yang kalian kerjakan
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَتَرَىwa-taraadan engkau melihat
- الْجِبَالَl-jibaalagunung-gunung
- تَحْسَبُهَاtahsabuhaaengkau mengiranya
- جَامِدَةًjaamidatantetap
- وَهِيَwa-hiyadan ia
- تَمُرُّtamurruberjalan
- مَرَّmarraberlalu
- السَّحَابِs-sahaabiawan
- صُنْعَshun'abuatan
- اللَّهِllaahiAllah
- الَّذِيlladziiyang
- أَتْقَنَatqanamenyempurnakan
- كُلَّkullasetiap
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- إِنَّهُinnahusesungguhnya Dia
- خَبِيرٌkhabiirunmengetahui
- بِمَاbi-maapada apa yang
- تَفْعَلُونَtaf'aluunakalian kerjakan
Inti bacaan
Fenomena menakjubkan: gunung yang dikira 'tetap' ternyata 'berjalan seperti jalannya awan', pengingat bahwa persepsi tentang stabilitas bisa menipu, mendorong kerendahan hati terhadap keterbatasan pengamatan manusia.
Penjelasan pilihan kata
'Sun'a llaahi' ('perbuatan Allah', akar SnE) adalah bentuk penegasan tanpa kata kerja penghubung dalam bahasa Arab; diterjemahkan 'Itulah perbuatan Allah' sebagai padanan wajar, bukan tambahan kurung. 'Waskita' (khabiir, akar xbr) konsisten dengan konvensi yang mapan.
Tafsiran
Ayat ini menyingkap hakikat di balik yang tampak diam: pergerakan yang tak terlihat mata namun nyata, sebuah kesempurnaan penciptaan yang melampaui persepsi biasa.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut engkau mengira gunung diam tetap, padahal ia berjalan. Yang paling tak bergerak menurut mata. Perkiraan manusia diperiksa lewat benda yang paling ia yakini.
- Perumpamaan yang Dia pakai berjalannya awan. Bergerak tanpa terasa. Yang bergerak pelan memang tak terlihat bergerak oleh yang menatapnya sebentar.
- Allah menyebutnya perbuatan-Nya yang menyempurnakan segala sesuatu. Bukan sekadar membuat. Yang dikerjakan disebut rapi sampai ke bagian yang tak seorang pun memeriksanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
khabiir diterjemahkan 'waskita' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan belum ditelaah (latiif/basiir) dipertahankan sementara. Konvensi xbr: khabiir diterjemahkan 'waskita' (45 ayat, SEMUA utk Allah; 39 indefinit diterjemahkan kecil tanpa Maha, 6 takrif diterjemahkan 'Sang Waskita'); khabar/akhbaar diterjemahkan 'kabar/berita' (kata serapan akar); khubr pemakaian diteruskan+catatan. Pembeda: aliim diterjemahkan 'berilmu' (formula aliimun khabiir 4× kini 'berilmu lagi waskita'); terjemahan lain MEMBELAH lema (Teliti 36 / Mengetahui-Mengenal 9). Kolisi mati terdokumentasi: batin (b-t-n 57:3), mengenal (-r-f), duga (=zhann!). makna kedua 'TRIED, TESTED, proved by EXPERIENCE'; khabiir = 'pengetahuan luas atas perkara batin, seperti shahiid atas perkara lahir'; Jangkar: khabiir = petani penggarap.