إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِ وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًا يَسْتَضْعِفُ طَائِفَةً مِنْهُمْ يُذَبِّحُ أَبْنَاءَهُمْ وَيَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ

Sesungguhnya Firaun berbuat sewenang-wenang di bumi, dan menjadikan penduduknya berpecah-belah, menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. إِنَّ فِرْعَوْنَ عَلَا فِي الْأَرْضِinna fir'awna alaa fii l-ardisesungguhnya Firaun berbuat sewenang-wenang di bumi
  2. وَجَعَلَ أَهْلَهَا شِيَعًاwa-ja'ala ahlahaa shiya'andan menjadikan penduduknya berpecah-belah
  3. يَسْتَضْعِفُ طَائِفَةً مِنْهُمْyastad'ifu taa'ifatan minhummenindas segolongan dari mereka
  4. يُذَبِّحُ أَبْنَاءَهُمْ وَيَسْتَحْيِي نِسَاءَهُمْyudzabbihu abnaa'ahum wa-yastahyii nisaa'ahummenyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka
  5. إِنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُفْسِدِينَinnahu kaana mina l-mufsidiinasesungguhnya dia termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan
Catatan pilihan kata (ringkas)

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) passthrough; per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan pending. Lih.. of saghiir, but see azhiim'; keluarga memuat 'the greatest, or oldest, ancestor' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.

Aplikasi

Deskripsi tirani yang detail: 'berbuat sewenang-wenang... menindas... menyembelih anak laki-laki... membiarkan hidup anak perempuan', gambaran konkret kekejaman sistematis yang menjadi latar belakang kisah pembebasan yang akan datang.