Ayat 28:7
وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ۖ إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ
Dan Kami wahyukan kepada ibu Musa, "Susuilah dia; maka apabila engkau khawatir atasnya, hanyutkanlah ia ke sungai, dan janganlah engkau takut dan janganlah bersedih; sesungguhnya Kami pasti mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul."
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ أَنْ أَرْضِعِيهِwa-awhaynaa ilaa ummi muusaa an ardhi'iihidan Kami wahyukan kepada ibu Musa, susuilah dia
- فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّfa-idzaa khifti 'alayhi fa-alqiihi fii l-yammimaka apabila engkau khawatir atasnya, hanyutkanlah ia ke sungai
- وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِيwa-laa takhaafii wa-laa tahzaniidan janganlah engkau takut dan janganlah bersedih
- إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَinnaa raadduuhu ilayki wa-jaa'iluuhu mina l-mursaliinasesungguhnya Kami pasti mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul
Terjemahan per kata (22 kata)
- وَأَوْحَيْنَاwa-awhaynaadan Kami mewahyukan
- إِلَىٰilaakepada
- أُمِّummiinduk
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- أَنْanyaitu
- أَرْضِعِيهِardhi'iihisusuilah dia
- فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
- خِفْتِkhiftiengkau takut
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- فَأَلْقِيهِfa-alqiihimaka lemparkanlah dia
- فِيfiike
- الْيَمِّl-yammilaut
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَخَافِيtakhaafiiengkau takut
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَحْزَنِيtahzaniiengkau bersedih
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- رَادُّوهُraadduuhuyang mengembalikannya
- إِلَيْكِilaykikepadamu
- وَجَاعِلُوهُwa-jaa'iluuhudan Kami menjadikannya
- مِنَminadari
- الْمُرْسَلِينَl-mursaliinapara rasul
Inti bacaan
Instruksi luar biasa kepada ibu Musa: menyusui, lalu jika khawatir, 'hanyutkanlah ia ke sungai, dan janganlah engkau takut dan jangan pula bersedih', jaminan penuh disertai instruksi yang tampak berisiko tinggi namun sesungguhnya bagian dari rencana perlindungan yang lebih besar.
Penjelasan pilihan kata
Wahyu di ayat ini bukan berupa risalah kenabian, melainkan ilham langsung, sebuah janji berlapis tiga: pengembalian, keselamatan, dan status rasul di masa depan bagi bayi yang saat itu justru dihanyutkan demi keselamatannya.
Tafsiran
Ayat ini membuka penyelamatan Musa, sebuah paradoks: jalan keselamatannya justru dimulai dengan melepaskannya ke sungai, bukan menyembunyikannya.
Renungan dan Hikmah
- Allah mewahyukan menyusuinya, lalu menghanyutkannya bila khawatir. Dua perintah yang berlawanan. Yang diminta mendekap dan melepas, dan keduanya dari satu sumber.
- Dia melarang takut dan bersedih. Dua-duanya perasaan. Yang diurus lebih dahulu bukan keselamatan bayinya, melainkan keadaan ibunya.
- Janji yang menyertainya: Kami pasti mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya rasul. Diucapkan sebelum ia melepas. Yang diminta melepaskan lebih dahulu diberi tahu ujungnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar w-h-y, a-m-m, r-d-', kh-w-f, l-q-y, y-m-m, h-z-n, r-d-d, j-'-l, r-s-l): awhaynaa ilaa umm muusaa diterjemahkan 'Kami wahyukan kepada ibu Musa' (akar w-h-y, rentang wahy: kepada NON-nabi, sepola lebah 16:68, cf. 20:38; terjemahan lain melunakkan 'mengilhamkan' khusus perempuan, padahal kata kerjanya awhaynaa sama dgn ke para nabi); ardi'iihi diterjemahkan 'susuilah dia' (akar r-d-'); alqiihi fii l-yamm diterjemahkan 'hanyutkanlah ke sungai' (akar l-q-y + akar y-m-m); raadduuhu diterjemahkan 'mengembalikannya' (akar r-d-d). gloss '(Musa)/(keselamatan)/(Nil dalam sebuah peti…)' dibuang.
Ayat 28:8
فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا ۗ إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَ
Maka keluarga Firaun memungutnya, agar ia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka; sesungguhnya Firaun, Haman, dan bala tentara keduanya adalah orang-orang yang bersalah.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَfa-ltaqathahu aalu fir'awnamaka keluarga Firaun memungutnya
- لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًاli-yakuuna lahum 'aduwwan wa-hazananagar ia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka
- إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَinna fir'awna wa-haamaana wa-junuudahumaa kaanuu khaathi'iinasesungguhnya Firaun, Haman, dan bala tentara keduanya adalah orang-orang yang bersalah
Terjemahan per kata (13 kata)
- فَالْتَقَطَهُfa-ltaqathahumaka memungutnya
- آلُaalukeluarga
- فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
- لِيَكُونَli-yakuunaagar ia menjadi
- لَهُمْlahumbagi mereka
- عَدُوًّا'aduwwanmusuh
- وَحَزَنًاwa-hazanandan kesedihan
- إِنَّinnasesungguhnya
- فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
- وَهَامَانَwa-haamaanadan Haman
- وَجُنُودَهُمَاwa-junuudahumaadan bala tentara keduanya
- كَانُواkaanuumereka adalah
- خَاطِئِينَkhaathi'iinaorang-orang yang bersalah
Inti bacaan
Ironi mendalam: 'keluarga Firaun memungutnya agar ia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka', mereka yang berusaha menghancurkan justru secara tidak sadar memelihara sumber kejatuhan mereka sendiri.
Penjelasan pilihan kata
'Li-yakuuna' ('agar ia menjadi') menandai akibat yang tidak disadari pelakunya: keluarga Firaun memungut Musa tanpa tahu bahwa mereka sedang membesarkan sumber kejatuhan mereka sendiri.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan ironi mendalam: keluarga yang membunuh bayi laki-laki Israel justru memungut dan membesarkan bayi yang kelak menjadi musuh mereka.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut keluarga Firaun memungutnya. Yang memerintahkan pembunuhan. Yang mencari justru yang memelihara.
- Maksudnya disebut agar ia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sudah ditetapkan. Yang mereka kira menyelamatkan justru sedang mengerjakan yang sebaliknya.
- Allah menyebut tiga pihak: Firaun, Haman, dan bala tentara keduanya. Bertiga. Yang bersalah tak dibebankan pada satu orang saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar l-q-t, a-w-l, k-w-n, '-d-w, h-z-n, j-n-d, kh-t-a): iltaqatahu diterjemahkan 'memungutnya' (akar l-q-t); aal fir'awn diterjemahkan 'keluarga Firaun' (akar '-w-l); aduww diterjemahkan 'musuh' (akar '-d-w); hazan diterjemahkan 'kesedihan' (akar h-z-n); khaati'iin diterjemahkan 'orang yang bersalah' (akar kh-t-', ironi dramatik: mereka memungut pembinasa mereka sendiri). Selaras.
Ayat 28:9
وَقَالَتِ امْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ ۖ لَا تَقْتُلُوهُ عَسَىٰ أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Dan istri Firaun berkata, "Dia penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kalian membunuhnya, boleh jadi ia bermanfaat bagi kita, atau kita jadikan ia anak." Dan mereka tidak menyadari.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَقَالَتِ امْرَأَتُ فِرْعَوْنَwa-qaalati mra'atu fir'awnadan istri Firaun berkata
- قُرَّتُ عَيْنٍ لِي وَلَكَqurratu 'aynin lii wa-lakadia penyejuk mata bagiku dan bagimu
- لَا تَقْتُلُوهُ عَسَىٰ أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًاlaa taqtuluuhu 'asaa an yanfa'anaa aw nattakhidzahu waladanjanganlah kalian membunuhnya, boleh jadi ia bermanfaat bagi kita, atau kita jadikan ia anak
- وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَwa-hum laa yasy'uruunadan mereka tidak menyadari
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَقَالَتِwa-qaalatidan berkata
- امْرَأَتُmra'atuistri
- فِرْعَوْنَfir'awnaFiraun
- قُرَّتُqurratupenyejuk
- عَيْنٍ'ayninmata air
- لِيliibagiku
- وَلَكَwa-lakadan bagimu
- لَاlaajanganlah
- تَقْتُلُوهُtaqtuluuhukalian membunuhnya
- عَسَىٰ'asaaboleh jadi
- أَنْanbahwa
- يَنْفَعَنَاyanfa'anaabermanfaat bagi kami
- أَوْawatau
- نَتَّخِذَهُnattakhidzahukami menjadikannya
- وَلَدًاwaladananak
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يَشْعُرُونَyasy'uruunamenyadari
Inti bacaan
Belas kasihan yang tidak terduga dari istri Firaun: '(Ia) penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kalian membunuhnya', kebaikan hati bisa muncul bahkan di tengah lingkungan yang paling tidak mendukung, menyelamatkan nyawa yang penting.
Penjelasan pilihan kata
'Qurratu aynin' ('penyejuk mata', akar qrr) dipertahankan sebagai ungkapan literal. Penutup 'dan mereka tidak menyadari' menegaskan ironi dari 28:8: mereka memungut sumber kejatuhan mereka sendiri tanpa sadar.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi ironi: permohonan istri Firaun untuk menyelamatkan bayi itu justru menjadi jalan bagi takdir yang telah dijanjikan di 28:5-6 untuk terlaksana.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam istri Firaun menyebutnya penyejuk mata bagiku dan bagimu. Suaminya ikut dimasukkan. Yang membujuk menaruh lawan bicaranya di dalam keuntungan.
- Dua kemungkinan ia sebut: bermanfaat, atau dijadikan anak. Ditawarkan berjenjang. Yang meminta menyediakan lebih dari satu jalan keluar.
- Allah menutup dengan mereka tidak menyadari. Satu kalimat pendek. Yang paling menentukan dalam ayat itu justru yang tak mereka ketahui.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, m-r-a, q-r-r, '-y-n, q-t-l, '-s-y, n-f-', a-kh-dz, w-l-d, sh-'-r): imra'at fir'awn diterjemahkan 'istri Firaun' (akar m-r-'); qurratu ayn diterjemahkan 'penyejuk mata' (akar q-r-r + akar '-y-n); yanfa'anaa diterjemahkan 'bermanfaat bagi kita' (akar n-f-'); waladan diterjemahkan 'anak' (akar w-l-d). gloss '(kepadanya)/(Anak ini)/(bahwa anak itulah…)' dibuang.
Ayat 28:10
وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَارِغًا ۖ إِنْ كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِ لَوْلَا أَنْ رَبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Dan hati ibu Musa menjadi kosong; sungguh hampir saja ia mengungkapkannya, seandainya Kami tidak meneguhkan hatinya, agar ia termasuk orang-orang yang beriman.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ فَارِغًاwa-ashbaha fu'aadu ummi muusaa faarighandan hati ibu Musa menjadi kosong
- إِنْ كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِin kaadat la-tubdii bihisungguh hampir saja ia mengungkapkannya
- لَوْلَا أَنْ رَبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَlawlaa an rabathnaa 'alaa qalbihaa li-takuuna mina l-mu'miniinaseandainya Kami tidak meneguhkan hatinya, agar ia termasuk orang-orang yang beriman
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَأَصْبَحَwa-ashbahadan jadilah
- فُؤَادُfu'aaduhati
- أُمِّummiinduk
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- فَارِغًاfaarighankosong
- إِنْinjika
- كَادَتْkaadathampir
- لَتُبْدِيla-tubdiihampir menyatakan
- بِهِbihidengannya
- لَوْلَاlawlaamengapa tidak
- أَنْanbahwa
- رَبَطْنَاrabathnaaKami teguhkan
- عَلَىٰ'alaaatas
- قَلْبِهَاqalbihaahatinya
- لِتَكُونَli-takuunaagar engkau menjadi
- مِنَminadari
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
Inti bacaan
Kejujuran tentang beban emosional ibu Musa: 'hati ibu Musa menjadi kosong; sungguh hampir saja ia mengungkapkannya', pengakuan tulus tentang betapa beratnya menahan rahasia demi keselamatan anaknya, diringankan oleh peneguhan hati yang diberikan.
Penjelasan pilihan kata
'Faarighan' ('kosong', akar frg) dipertahankan literal: menggambarkan kekosongan batin akibat kehilangan segala pikiran selain anaknya, hampir mendorongnya bicara.
Tafsiran
Ayat ini menutup kluster pembuka kisah Musa dengan sisi manusiawi ibunya: kegoyahan hati yang nyaris membongkar rahasia, ditahan hanya oleh peneguhan dari Tuhan.
Renungan dan Hikmah
- Ketahanan ibu Musa untuk tidak membongkar rahasia bukan digambarkan sebagai kekuatan pribadinya semata, melainkan sebagai peneguhan yang datang dari luar dirinya, menempatkan ketabahan dalam krisis sebagai sesuatu yang bisa diberikan, bukan hanya dimiliki.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar s-b-h, f-a-d, a-m-m, f-r-gh, k-w-d, b-d-w, r-b-t, q-l-b, k-w-n, a-m-n): fu'aad…faarighan diterjemahkan 'hati kosong (hampa)' (akar f-'-d + akar f-r-gh); tubdii diterjemahkan 'mengungkapkan' (akar b-d-w); rabatnaa alaa qalbihaa diterjemahkan 'meneguhkan hatinya' (akar r-b-t + akar q-l-b); mu'miniin diterjemahkan 'orang beriman' (akar '-m-n). gloss '(bahwa bayi itu adalah anaknya)/(kepada janji Allah)' + footnote dibuang.
Ayat 28:11
وَقَالَتْ لِأُخْتِهِ قُصِّيهِ ۖ فَبَصُرَتْ بِهِ عَنْ جُنُبٍ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Dan ibu Musa berkata kepada saudara perempuannya, "Ikutilah jejaknya." Maka ia melihatnya dari kejauhan, sedangkan mereka tidak menyadari.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَقَالَتْ لِأُخْتِهِ قُصِّيهِwa-qaalat li-ukhtihi qushshiihidan ibu Musa berkata kepada saudara perempuannya, ikutilah jejaknya
- فَبَصُرَتْ بِهِ عَنْ جُنُبٍfa-bashurat bihi 'an junubinmaka ia melihatnya dari kejauhan
- وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَwa-hum laa yasy'uruunasedangkan mereka tidak menyadari
Terjemahan per kata (10 kata)
- وَقَالَتْwa-qaalatdan ia berkata
- لِأُخْتِهِli-ukhtihikepada saudara perempuannya
- قُصِّيهِqushshiihiikutilah dia
- فَبَصُرَتْfa-bashuratmaka ia melihat
- بِهِbihipadanya
- عَنْ'andari
- جُنُبٍjunubinjauh
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يَشْعُرُونَyasy'uruunamenyadari
Inti bacaan
Kepedulian yang bijaksana: ibu Musa menyuruh saudara perempuannya mengikuti jejak bayinya 'dari kejauhan', pengawasan yang cermat namun tetap tersembunyi, menyeimbangkan kepedulian dan kehati-hatian.
Penjelasan pilihan kata
Subjek 'ibu Musa' dituliskan langsung, bukan sebagai tambahan kurung '(ibu Musa)': melanjutkan rujukan yang sudah ditetapkan di 28:7-10, diperlukan agar tidak tertukar dengan 'saudara perempuannya' yang sama-sama berkata ganti feminin tunggal. 'Mereka' dibiarkan tanpa spesifikasi '(pengikut Firʻaun)': teks Arab sendiri tidak merinci siapa.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan penyelamatan Musa: ibunya tetap memantau dari jarak aman lewat perantaraan saudara perempuannya, sebuah kehati-hatian di tengah risiko besar.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam ibu Musa menyuruh saudara perempuannya mengikuti jejak bayi itu. Bukan pasrah setelah melepas. Yang menyerahkan tetap mengerjakan bagian yang masih bisa dikerjakan.
- Allah menyebut ia melihatnya dari kejauhan. Menjaga jarak. Yang mengawasi tidak boleh terlihat mengawasi, dan itu bagian dari tugasnya.
- Allah menutup dengan menyebut mereka tidak menyadari. Rencana itu berjalan di depan mata orang yang berkuasa. Yang paling terjaga pun tidak melihat apa yang sedang berlangsung di dekatnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.
Ayat 28:12
وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ الْمَرَاضِعَ مِنْ قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَ
Dan Kami cegah dia menyusu kepada perempuan-perempuan penyusu sebelumnya; maka ia berkata, "Maukah aku tunjukkan kepada kalian keluarga yang akan memeliharanya untuk kalian, dan mereka berlaku baik kepadanya?"
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ الْمَرَاضِعَ مِنْ قَبْلُwa-harramnaa 'alayhi l-maraadhi'a min qabludan Kami cegah dia menyusu kepada perempuan-perempuan penyusu sebelumnya
- فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ أَهْلِ بَيْتٍfa-qaalat hal adullukum 'alaa ahli baytinmaka ia berkata, maukah aku tunjukkan kepada kalian keluarga
- يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَyakfuluunahu lakum wa-hum lahu naashihuunayang akan memeliharanya untuk kalian, dan mereka berlaku baik kepadanya
Terjemahan per kata (16 kata)
- وَحَرَّمْنَاwa-harramnaadan Kami mengharamkan
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- الْمَرَاضِعَl-maraadhi'apara perempuan penyusu
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- فَقَالَتْfa-qaalatmaka ia berkata
- هَلْhalapakah
- أَدُلُّكُمْadullukumaku tunjukkan kepada kalian
- عَلَىٰ'alaaatas
- أَهْلِahlikalangan
- بَيْتٍbaytinrumah
- يَكْفُلُونَهُyakfuluunahumereka memeliharanya
- لَكُمْlakumkepada kalian
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَهُlahubaginya
- نَاصِحُونَnaashihuunaorang-orang yang menasihati
Inti bacaan
Solusi praktis yang muncul secara alami: penolakan menyusu memicu tawaran saudara perempuan Musa untuk menunjukkan 'keluarga yang akan memeliharanya', jalan keluar yang elegan muncul justru dari hambatan yang tampak seperti masalah.
Penjelasan pilihan kata
Pencegahan menyusu ini menjadi jalan bagi janji pengembalian di 28:7 untuk terwujud: sebuah rangkaian sebab-akibat yang tampak kebetulan namun mengarah pada tujuan yang telah dijanjikan.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan langkah demi langkah takdir yang terbuka: penolakan bayi Musa terhadap semua perempuan penyusu lain menciptakan celah bagi saudara perempuannya untuk mengusulkan keluarga aslinya sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Dia yang mencegahnya menyusu. Bukan bayi yang menolak. Yang tampak sebagai rewel disebut sebagai perbuatan-Nya.
- Saudara perempuannya menawarkan keluarga yang akan memeliharanya. Tanpa menyebut ibunya. Tawaran itu masuk lewat pintu yang tak menimbulkan curiga.
- Allah menjalankan janji pengembalian lewat penolakan menyusu. Jalan yang tak terduga. Yang terlihat sebagai kesulitan justru bagian dari cara janji itu ditepati.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar h-r-m, r-d-', q-b-l, q-w-l, d-l-l, a-h-l, b-y-t, k-f-l, n-s-h): harramnaa…al-maraadi' diterjemahkan 'Kami cegah perempuan penyusu' (akar h-r-m + akar r-d-'); adullukum diterjemahkan 'kutunjukkan kepada kalian' (akar d-l-l); yakfuluunahu diterjemahkan 'memeliharanya' (akar k-f-l); naasihuun diterjemahkan 'berlaku baik (menasihati)' (akar n-s-h). gloss '(Musa)/(-nya)/(kembali ke pangkuan ibunya)/(saudara perempuan Musa)' dibuang.