وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفْلَةٍ مِنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَٰذَا مِنْ شِيعَتِهِ وَهَٰذَا مِنْ عَدُوِّهِ ۖ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيْهِ ۖ قَالَ هَٰذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّهُ عَدُوٌّ مُضِلٌّ مُبِينٌ

Dan ia masuk ke kota ketika penduduknya lengah, lalu ia mendapati di dalamnya dua lelaki yang berkelahi, seorang dari golongannya dan seorang dari musuhnya; maka yang dari golongannya meminta tolong kepadanya melawan yang dari musuhnya, lalu Musa meninjunya dan membunuhnya. Ia berkata, "Ini termasuk perbuatan setan; sesungguhnya ia musuh yang jelas-jelas menyesatkan."

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفْلَةٍ مِنْ أَهْلِهَاwa-dakhala l-madiinata 'alaa hiini ghaflatin min ahlihaadan ia masuk ke kota ketika penduduknya lengah
  2. فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَٰذَا مِنْ شِيعَتِهِ وَهَٰذَا مِنْ عَدُوِّهِfa-wajada fiihaa rajulayni yaqtatilaani haadzaa min syii'atihi wa-haadzaa min 'aduwwihilalu ia mendapati di dalamnya dua lelaki yang berkelahi, seorang dari golongannya dan seorang dari musuhnya
  3. فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِfa-stagaatsahu lladzii min syii'atihi 'alaa lladzii min 'aduwwihimaka yang dari golongannya meminta tolong kepadanya melawan yang dari musuhnya
  4. فَوَكَزَهُ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيْهِfa-wakazahu muusaa fa-qadhaa 'alayhilalu Musa meninjunya dan membunuhnya
  5. قَالَ هَٰذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِqaala haadzaa min 'amali sy-syaythaaniia berkata, ini termasuk perbuatan setan
  6. إِنَّهُ عَدُوٌّ مُضِلٌّ مُبِينٌinnahu 'aduwwun mudhillun mubiinunsesungguhnya ia musuh yang jelas-jelas menyesatkan

Terjemahan per kata (38 kata)

  1. وَدَخَلَwa-dakhaladan masuk
  2. الْمَدِينَةَl-madiinatakota
  3. عَلَىٰ'alaaatas
  4. حِينِhiiniwaktu
  5. غَفْلَةٍghaflatinkelalaian
  6. مِنْmindari
  7. أَهْلِهَاahlihaapenduduknya
  8. فَوَجَدَfa-wajadamaka ia mendapati
  9. فِيهَاfiihaadi dalamnya
  10. رَجُلَيْنِrajulaynidua orang laki-laki
  11. يَقْتَتِلَانِyaqtatilaanikeduanya berkelahi
  12. هَٰذَاhaadzaaini
  13. مِنْmindari
  14. شِيعَتِهِsyii'atihigolongannya
  15. وَهَٰذَاwa-haadzaadan ini
  16. مِنْmindari
  17. عَدُوِّهِ'aduwwihimusuh-Nya
  18. فَاسْتَغَاثَهُfa-stagaatsahumaka meminta pertolongan kepadanya
  19. الَّذِيlladziiyang
  20. مِنْmindari
  21. شِيعَتِهِsyii'atihigolongannya
  22. عَلَى'alaaatas
  23. الَّذِيlladziiyang
  24. مِنْmindari
  25. عَدُوِّهِ'aduwwihimusuh-Nya
  26. فَوَكَزَهُfa-wakazahumaka ia meninjunya
  27. مُوسَىٰmuusaaMusa
  28. فَقَضَىٰfa-qadhaamaka Dia menetapkan
  29. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  30. قَالَqaalaberkata
  31. هَٰذَاhaadzaaini
  32. مِنْmindari
  33. عَمَلِ'amaliamal
  34. الشَّيْطَانِsy-syaythaanisetan
  35. إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
  36. عَدُوٌّ'aduwwunmusuh
  37. مُضِلٌّmudhillunyang menyesatkan
  38. مُبِينٌmubiinunyang nyata

Inti bacaan

Insiden yang tidak disengaja: Musa melerai perkelahian dan tanpa sengaja membunuh seseorang, langsung mengakui: 'Ini termasuk perbuatan setan; sesungguhnya ia musuh yang jelas-jelas menyesatkan', pengakuan cepat atas kesalahan tanpa mencari pembenaran diri.

Penjelasan pilihan kata

'Haadzaa' (demonstrativa dekat) muncul dua kali menandai 'yang ini...yang itu' secara kontrastif, diterjemahkan 'seorang...dan seorang': pilihan gaya yang wajar untuk pasangan penunjuk kontras, bukan pelanggaran disiplin dekat-jauh. 'Haadzaa min amali sh-shaytaani' benar 'ini', konsisten karena memang demonstrativa dekat.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan insiden yang mengubah nasib Musa: pembunuhan tak sengaja yang lahir dari niat menolong, langsung disesali sebagai perbuatan yang terdorong godaan, bukan kehendak sadar.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut ia masuk kota ketika penduduknya lengah. Waktu yang paling sepi. Peristiwa yang mengubah seluruh jalan hidupnya terjadi di jam yang tak seorang pun mengira ada apa-apa.
  • Yang mendahului perbuatan itu permintaan tolong dari orang segolongannya. Niatnya membela. Akibat seberat itu lahir dari maksud yang sama sekali tidak buruk, dan itulah bagian yang paling perlu diingat dari peristiwanya.
  • Allah merekam pengakuannya keluar segera sesudahnya, tanpa pembelaan: ini termasuk perbuatan setan. Tidak ada alasan yang disusun. Yang mengakui secepat itu tidak sedang menghitung bagaimana kalimatnya akan terdengar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-kh-l, m-d-n, h-y-n, gh-f-l, a-h-l, w-j-d, r-j-l, q-t-l, sh-y-', '-d-w, gh-w-ts, w-k-z, q-d-y, q-w-l, '-m-l, sh-t-n, d-l-l, b-y-n): ghaflah diterjemahkan 'kelengahan' (akar gh-f-l); shii'ah diterjemahkan 'golongan' (akar sh-y-'); istaghaathahu diterjemahkan 'minta tolong kepadanya' (akar gh-w-ts); wakazahu diterjemahkan 'meninjunya' (akar w-k-z); qadaa alayhi diterjemahkan 'membunuhnya' (akar q-d-y); aduww mudill mubiin diterjemahkan 'musuh yang jelas menyesatkan' (akar '-d-w + akar d-l-l + akar b-y-n, Musa menisbahkan tindakan gegabahnya pada bisikan setan: akuntabilitas-diri moral). gloss '(Musa)/(Bani Israil)/(kaum Firaun)/(mengalahkan)/(tanpa sengaja)' dibuang.