فَأَصْبَحَ فِي الْمَدِينَةِ خَائِفًا يَتَرَقَّبُ فَإِذَا الَّذِي اسْتَنْصَرَهُ بِالْأَمْسِ يَسْتَصْرِخُهُ ۚ قَالَ لَهُ مُوسَىٰ إِنَّكَ لَغَوِيٌّ مُبِينٌ

Maka ia berada di kota dalam ketakutan sambil menunggu; tiba-tiba orang yang kemarin meminta tolong kepadanya berteriak minta tolong lagi. Musa berkata kepadanya, "Sesungguhnya engkau orang yang jelas-jelas tergelincir."

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَأَصْبَحَ فِي الْمَدِينَةِ خَائِفًا يَتَرَقَّبُfa-ashbaha fii l-madiinati khaa'ifan yataraqqabumaka ia berada di kota dalam ketakutan sambil menunggu
  2. فَإِذَا الَّذِي اسْتَنْصَرَهُ بِالْأَمْسِ يَسْتَصْرِخُهُfa-idzaa lladzii stansharahu bi-l-amsi yastashrikhuhutiba-tiba orang yang meminta tolong kepadanya kemarin berteriak minta tolong lagi
  3. قَالَ لَهُ مُوسَىٰ إِنَّكَ لَغَوِيٌّ مُبِينٌqaala lahu muusaa innaka la-ghawiyyun mubiinunMusa berkata kepadanya, sesungguhnya engkau orang yang jelas-jelas tergelincir

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. فَأَصْبَحَfa-ashbahamaka jadilah
  2. فِيfiidi
  3. الْمَدِينَةِl-madiinatikota
  4. خَائِفًاkhaa'ifandalam ketakutan
  5. يَتَرَقَّبُyataraqqabuwaspada
  6. فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
  7. الَّذِيlladziiyang
  8. اسْتَنْصَرَهُstansharahumeminta pertolongannya
  9. بِالْأَمْسِbi-l-amsikemarin
  10. يَسْتَصْرِخُهُyastashrikhuhumeminta pertolongan kepadanya
  11. قَالَqaalaberkata
  12. لَهُlahubaginya
  13. مُوسَىٰmuusaaMusa
  14. إِنَّكَinnakasesungguhnya engkau
  15. لَغَوِيٌّla-ghawiyyunbenar-benar orang yang sesat
  16. مُبِينٌmubiinunyang nyata

Inti bacaan

Kondisi psikologis Musa yang jujur digambarkan: 'dalam ketakutan sambil menunggu', kecemasan yang wajar setelah insiden serius, disertai ketegasan menegur orang yang sama yang terlibat masalah sebelumnya: 'engkau orang yang jelas-jelas tergelincir'.

Penjelasan pilihan kata

'Ghawiyyun' ('tergelincir', akar gwy) dipertahankan literal: teguran Musa ini muncul dari ketegangan pasca-insiden, bukan penilaian moral yang tenang.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan Musa dalam ketakutan yang wajar setelah insiden kemarin, langsung disusul konflik baru yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam takut Musa tanpa menutupinya. Ia berjalan di kota sambil waswas. Nabinya digambarkan cemas.
  • Orang yang sama berteriak lagi keesokan harinya. Masalahnya berulang. Yang ditolong belum tentu berubah.
  • Teguran Musa keras: engkau jelas-jelas tergelincir. Allah merekamnya tanpa memperhalus. Ucapan di bawah tekanan pun dicatat apa adanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar s-b-h, m-d-n, kh-w-f, r-q-b, n-s-r, s-r-kh, q-w-l, gh-w-y, b-y-n): khaa'ifan yataraqqab diterjemahkan 'takut menunggu (mengawasi)' (akar kh-w-f + akar r-q-b); istansarahu diterjemahkan 'minta tolong kepadanya' (akar n-s-r); yastasrikhuhu diterjemahkan 'berteriak minta tolong' (akar s-r-kh); ghawiyy mubiin diterjemahkan 'orang yang jelas tergelincir' (akar gh-w-y + akar b-y-n, akar aghwaa). gloss '(peristiwa)/(akibat…)' dibuang.