فَلَمَّا أَنْ أَرَادَ أَنْ يَبْطِشَ بِالَّذِي هُوَ عَدُوٌّ لَهُمَا قَالَ يَا مُوسَىٰ أَتُرِيدُ أَنْ تَقْتُلَنِي كَمَا قَتَلْتَ نَفْسًا بِالْأَمْسِ ۖ إِنْ تُرِيدُ إِلَّا أَنْ تَكُونَ جَبَّارًا فِي الْأَرْضِ وَمَا تُرِيدُ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْمُصْلِحِينَ

Maka ketika ia hendak menyerang orang yang menjadi musuh bagi keduanya, orang itu berkata, "Wahai Musa, apakah engkau hendak membunuhku sebagaimana kemarin engkau membunuh seseorang? Engkau hanya hendak menjadi tiran di bumi, dan tidak hendak menjadi salah seorang yang memperbaiki."

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. فَلَمَّا أَنْ أَرَادَ أَنْ يَبْطِشَ بِالَّذِي هُوَ عَدُوٌّ لَهُمَاfa-lammaa an araada an yabthisya bi-lladzii huwa 'aduwwun lahumaamaka ketika ia hendak menyerang orang yang menjadi musuh bagi keduanya
  2. قَالَ يَا مُوسَىٰ أَتُرِيدُ أَنْ تَقْتُلَنِي كَمَا قَتَلْتَ نَفْسًا بِالْأَمْسِqaala yaa muusaa a-turiidu an taqtulanii ka-maa qatalta nafsan bi-l-amsiorang itu berkata, wahai Musa, apakah engkau hendak membunuhku sebagaimana kemarin engkau membunuh seseorang
  3. إِنْ تُرِيدُ إِلَّا أَنْ تَكُونَ جَبَّارًا فِي الْأَرْضِin turiidu illaa an takuuna jabbaaran fii l-ardhiengkau hanya hendak menjadi tiran di bumi
  4. وَمَا تُرِيدُ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْمُصْلِحِينَwa-maa turiidu an takuuna mina l-mushlihiinadan tidak hendak menjadi salah seorang yang memperbaiki

Terjemahan per kata (33 kata)

  1. فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
  2. أَنْanbahwa
  3. أَرَادَaraadamaksudkan
  4. أَنْanuntuk
  5. يَبْطِشَyabthisyamenyerang
  6. بِالَّذِيbi-lladziidengan yang
  7. هُوَhuwaia
  8. عَدُوٌّ'aduwwunmusuh
  9. لَهُمَاlahumaabagi keduanya
  10. قَالَqaalaberkata
  11. يَاyaawahai
  12. مُوسَىٰmuusaaMusa
  13. أَتُرِيدُa-turiiduapakah engkau menghendaki
  14. أَنْanuntuk
  15. تَقْتُلَنِيtaqtulaniiengkau membunuhku
  16. كَمَاka-maasebagaimana
  17. قَتَلْتَqataltaengkau membunuh
  18. نَفْسًاnafsanjiwa
  19. بِالْأَمْسِbi-l-amsikemarin
  20. إِنْinjika
  21. تُرِيدُturiiduengkau menghendaki
  22. إِلَّاillaakecuali
  23. أَنْanuntuk
  24. تَكُونَtakuunamenjadi
  25. جَبَّارًاjabbaaranyang bengis
  26. فِيfiidi
  27. الْأَرْضِl-ardhibumi
  28. وَمَاwa-maadan tidaklah
  29. تُرِيدُturiiduengkau menghendaki
  30. أَنْanuntuk
  31. تَكُونَtakuunamenjadi
  32. مِنَminadari
  33. الْمُصْلِحِينَl-mushlihiinaorang-orang yang memperbaiki

Inti bacaan

Tuduhan yang menyakitkan namun tepat: 'Engkau hanya hendak menjadi orang yang lalim di negeri ini, dan tidak hendak menjadi salah seorang yang memperbaiki', kritik yang jujur bahkan dari pihak yang berselisih, mengundang refleksi tentang bagaimana tindakan Musa dipersepsikan orang lain.

Penjelasan pilihan kata

'Jabbaaran' (akar jbr, 'tiran'/penguasa-yang-memaksa) dipertahankan sebagai istilah tersendiri, dibedakan dari 'Zaalim' (akar Zlm, 'zalim') yang dipakai di ayat lain: dua akar berbeda untuk dua nuansa kekuasaan yang berbeda. 'Fii l-ardi' ('di bumi') diterjemahkan apa adanya, tanpa menambahkan 'ini' yang tidak ada pada teks Arab.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan tuduhan tajam dari orang yang sama sekali bukan pihak yang ditolong Musa sebelumnya: kesalahpahaman yang membuat Musa terancam dari dua sisi sekaligus.

Renungan dan Hikmah

  • Yang melontarkan tuduhan bukan orang yang kemarin ditolong, melainkan pihak seberang. Allah merekam sumber tuduhannya. Kabar tentang perbuatan seseorang ternyata sudah beredar ke pihak yang paling mungkin memakainya.
  • Tuduhan itu menyebut Musa hendak menjadi tiran, bukan pemperbaiki. Kalimatnya kasar dan tidak sepenuhnya keliru. Kritik yang datang dari pihak yang memusuhi kadang tetap memuat sesuatu yang perlu didengar.
  • Yang diperhadapkan dalam tuduhan itu dua: menjadi tiran, atau menjadi yang memperbaiki. Allah merekam pilihan kata itu utuh. Dua jalan yang sama-sama memakai kekuatan, dan yang membedakan cuma untuk apa kekuatan itu dipakai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar r-w-d, b-t-sh, '-d-w, q-w-l, q-t-l, n-f-s, k-w-n, j-b-r, a-r-d, s-l-h): yabtisha diterjemahkan 'menyerang' (akar b-t-sh); jabbaaran fii l-ard diterjemahkan 'lalim di negeri' (akar j-b-r); muslihiin diterjemahkan 'orang yang memperbaiki' (akar s-l-h, jabbaar vs muslih; polaritas salaah, ironis tuduhan dari pelaku salah). gloss '(Musa)/(musuhnya)' dibuang.