فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِيَ مِنْ شَاطِئِ الْوَادِ الْأَيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِ أَنْ يَا مُوسَىٰ إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Maka ketika ia mendatanginya, ia dipanggil dari tepi lembah sebelah kanan, di tanah yang diberkahi, dari pohon, "Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَلَمَّا أَتَاهَا نُودِيَ مِنْ شَاطِئِ الْوَادِ الْأَيْمَنِfa-lammaa ataahaa nuudiya min syaathi'i l-waadi l-aymanimaka ketika ia mendatanginya, ia dipanggil dari tepi lembah sebelah kanan
- فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ الشَّجَرَةِfii l-buq'ati l-mubaarakati mina sy-syajaratidi tanah yang diberkahi, dari pohon
- أَنْ يَا مُوسَىٰ إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَan yaa muusaa innii anaa llaahu rabbu l-'aalamiinawahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam
Terjemahan per kata (20 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- أَتَاهَاataahaamendatanginya
- نُودِيَnuudiyadiserukan
- مِنْmindari
- شَاطِئِsyaathi'itepi
- الْوَادِl-waadilembah
- الْأَيْمَنِl-aymaniyang kanan
- فِيfiidi
- الْبُقْعَةِl-buq'atitempat
- الْمُبَارَكَةِl-mubaarakatiyang diberkahi
- مِنَminadari
- الشَّجَرَةِsy-syajaratipohon
- أَنْanyaitu
- يَاyaawahai
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- إِنِّيinniisesungguhnya Aku
- أَنَاanaaAku
- اللَّهُllaahuAllah
- رَبُّrabbuTuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Momen pemanggilan yang sakral: 'dari pinggir lembah. sebidang tanah yang diberkahi' disertai deklarasi identitas: 'Aku adalah Allah, Tuhan seisi alam', pengalaman transenden yang terjadi di tempat dan momen yang tidak terduga.
Penjelasan pilihan kata
Seluruh tambahan kurung dari sumber internal: '(Musa)' ganda dan '(api)' ganda, dihapus; subjek dan objek sudah jelas dari alur langsung tanpa perlu penanda tambahan. Kutipan firman ini tidak ditutup di akhir ayat: berlanjut langsung ke perintah 'lemparkan tongkatmu' di 28:31, satu tuturan yang sama (partikel 'an' pada 28:31 menyambung, bukan memulai panggilan baru).
Tafsiran
Ayat ini menampilkan momen panggilan kenabian Musa: pernyataan diri langsung dari Allah, tanpa perantara, di tempat yang diberkahi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tempatnya berlapis: tepi lembah sebelah kanan, tanah yang diberkahi, dari pohon. Serinci itu. Peristiwa yang paling besar diberi alamat yang bisa dibayangkan.
- Allah memperkenalkan diri lebih dahulu: Aku adalah Allah, Tuhan seluruh alam. Sebelum satu perintah pun. Yang diutus perlu tahu dari siapa, sebelum tahu untuk apa.
- Allah memanggilnya dengan namanya sendiri. Bukan dengan sebutan. Perjumpaan sebesar itu dibuka dengan cara yang paling pribadi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.