فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Jika mereka tidak menjawabmu, ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka. Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah? Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْfa-in lam yastajiibuu laka fa-'lam annamaa yattabi'uuna ahwaa'ahumjika mereka tidak menjawabmu, ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka
- وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِwa-man adhallu mimmani ttaba'a hawaahu bi-ghayri hudan mina llaahisiapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah
- إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَinna llaaha laa yahdii l-qawma zh-zhaalimiinasesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim
Terjemahan per kata (23 kata)
- فَإِنْfa-inmaka jika
- لَمْlamtidak
- يَسْتَجِيبُواyastajiibuumereka memenuhi
- لَكَlakabagimu
- فَاعْلَمْfa-'lammaka ketahuilah
- أَنَّمَاannamaabahwa hanyalah
- يَتَّبِعُونَyattabi'uunamereka mengikuti
- أَهْوَاءَهُمْahwaa'ahumkeinginan mereka
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- أَضَلُّadhallulebih sesat
- مِمَّنِmimmanidaripada siapa
- اتَّبَعَttaba'amengikuti
- هَوَاهُhawaahuhawa nafsunya
- بِغَيْرِbi-ghayritanpa
- هُدًىhudanpetunjuk
- مِنَminadari
- اللَّهِllaahiAllah
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- لَاlaatidak
- يَهْدِيyahdiimemberi petunjuk
- الْقَوْمَl-qawmakaum
- الظَّالِمِينَzh-zhaalimiinayang zalim
Inti bacaan
Diagnosis yang tajam: 'mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka' ketika tantangan tidak dijawab, kegagalan merespons argumen yang adil menyingkap bahwa dasar penolakan bukan rasional, melainkan keinginan pribadi.
Penjelasan pilihan kata
'Laka' ('kepadamu') diterjemahkan langsung sebagai objek kata kerja 'menjawabmu', tanpa tambahan '(tantanganmu)': tantangan yang dimaksud sudah jelas dari 28:49.
Tafsiran
Ayat ini menutup kluster dengan diagnosis akhir: jika tantangan terbuka di 28:49 pun tidak dijawab, itu membuktikan penolakan bukan berdasar akal, melainkan hawa nafsu semata.
Renungan dan Hikmah
- Allah menjadikan tidak dijawabnya tantangan itu sebagai bukti. Diamnya bicara. Yang tak menjawab sudah menjawab.
- Diagnosisnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu. Bukan salah paham. Yang menggerakkan keinginan, bukan kesimpulan.
- Allah bertanya siapakah yang lebih sesat daripada itu. Bentuk perbandingan. Yang ditanyakan bukan apakah sesat, melainkan adakah yang lebih.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; orang-kedua ayat ini murni 2MS/2FS, '-mu/engkau' terjemahan lain SAH. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).