وَإِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ قَالُوا آمَنَّا بِهِ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّنَا إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلِهِ مُسْلِمِينَ
Apabila dibacakan kepada mereka, mereka berkata, "Kami beriman kepadanya. Sesungguhnya itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami. Sesungguhnya sebelum ini kami adalah orang-orang yang berserah diri."
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ قَالُوا آمَنَّا بِهِwa-idzaa yutlaa 'alayhim qaaluu aamannaa bihiapabila dibacakan kepada mereka, mereka berkata, kami beriman kepadanya
- إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّنَاinnahu l-haqqu min rabbinaasesungguhnya itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan kami
- إِنَّا كُنَّا مِنْ قَبْلِهِ مُسْلِمِينَinnaa kunnaa min qablihi muslimiinasesungguhnya sebelum ini kami adalah orang-orang yang berserah diri
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- يُتْلَىٰyutlaadibacakan
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- قَالُواqaaluumereka berkata
- آمَنَّاaamannaakami beriman
- بِهِbihipadanya
- إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
- الْحَقُّl-haqqukebenaran
- مِنْmindari
- رَبِّنَاrabbinaaTuhan kami
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- كُنَّاkunnaakami adalah
- مِنْmindari
- قَبْلِهِqablihisebelumnya
- مُسْلِمِينَmuslimiinaorang-orang yang berserah diri
Inti bacaan
Respons yang tulus: 'Kami beriman kepadanya. sebelum ini kami adalah orang-orang yang berserah diri', pengakuan yang konsisten antara keyakinan lama dan penerimaan terhadap wahyu baru.
Penjelasan pilihan kata
Dua tambahan '(Al-Qur'an)' dari sumber internal dihapus: kata ganti 'nya'/'itu' sudah cukup jelas merujuk pada apa yang dibacakan.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi respons kalangan berkitab-sebelumnya: pengakuan bahwa keberserahan mereka bukan dimulai dari wahyu ini, melainkan sudah ada sejak sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Pengakuan mereka menyebut masa lalu, bukan hanya sekarang. Kami sudah berserah sebelum ini. Allah merekam kesinambungan itu.
- Yang mereka sebut kebenaran dari Tuhan kami. Bukan dari Tuhan kalian. Sebutannya menyatukan, bukan memisahkan.
- Reaksinya muncul saat dibacakan, sama seperti reaksi yang menolak. Allah menaruh dua tanggapan pada pemicu yang sama. Yang berbeda hatinya, bukan bacaannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain menerjemahkan s-l-m di sini via 'muslim'. terjemahan ini menyeragamkan DALAM cabang keberserahan; sisi-keadaan (salaam/saliim) = 'keselamatan/damai', TIDAK diseragamkan lintas cabang. Rollout cabang keberserahan akar s-l-m. 'muslim' diterjemahkan 'orang yang berserah diri' meng-universalkan istilah (bdk QS 3:83: seluruh ciptaan 'aslama'), konsisten dgn sikap keberserahan=orientasi hati, bukan keanggotaan institusi (FDI_FRAMEWORK_DIIN). ' akar s-l-m (slm), cabang KEBERSERAHAN (aslama/islaam/muslim/mustaslim). Diverifikasi corpus Leeds (127 ayat slm; cabang keberserahan 66). Konvensi terjemahan ini: islaam diterjemahkan 'keberserahan(-diri)', aslama diterjemahkan 'berserah diri', muslim diterjemahkan 'orang yang berserah diri'.