وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ
Apabila mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, "Bagi kami perbuatan-perbuatan kami dan bagi kalian perbuatan-perbuatan kalian; keselamatan atas kalian, kami tidak menginginkan orang-orang bodoh."
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُwa-idzaa sami'uu l-laghwa a'radhuu 'anhuapabila mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya
- وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْwa-qaaluu lanaa a'maalunaa wa-lakum a'maalukumdan berkata, bagi kami perbuatan-perbuatan kami dan bagi kalian perbuatan-perbuatan kalian
- سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَsalaamun 'alaykum laa nabtaghii l-jaahiliinakeselamatan atas kalian, kami tidak menginginkan orang-orang bodoh
Terjemahan per kata (15 kata)
- وَإِذَاwa-idzaadan apabila
- سَمِعُواsami'uumereka mendengar
- اللَّغْوَl-laghwaperkataan sia-sia
- أَعْرَضُواa'radhuumereka berpaling
- عَنْهُ'anhudarinya
- وَقَالُواwa-qaaluudan mereka berkata
- لَنَاlanaabagi kami
- أَعْمَالُنَاa'maalunaaamal kami
- وَلَكُمْwa-lakumdan bagi kalian
- أَعْمَالُكُمْa'maalukumamal kalian
- سَلَامٌsalaamunkesejahteraan
- عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
- لَاlaatidak
- نَبْتَغِيnabtaghiikami cari
- الْجَاهِلِينَl-jaahiliinaorang-orang yang jahil
Inti bacaan
Sikap bijak terhadap perkataan buruk: 'mereka berpaling darinya. salam sejahtera tercurah kepada kalian, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang bodoh', menjaga jarak dari percakapan yang tidak produktif dengan tetap santun, bukan konfrontasi kasar.
Penjelasan pilihan kata
'Salaamun alaykum' diterjemahkan penuh ke bahasa Indonesia ('keselamatan atas kalian'), bukan dibiarkan sebagai frasa transliterasi dengan gloss kurung seperti di sumber internal: menjaga terjemahan sepenuhnya berbahasa Indonesia mengalir. 'Nabtaghii' ('menginginkan/mencari', akar bgy) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(bergaul dengan)'.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi karakter kalangan berkitab-sebelumnya, bukan berdebat dengan kata-kata buruk, melainkan menarik diri dengan tegas namun santun.
Renungan dan Hikmah
- Allah menggambarkan mereka berpaling ketika mendengar perkataan buruk. Tidak menjawab, tidak pula diam saja. Berpaling adalah tindakan, dan ia memilih ke mana perhatian diletakkan.
- Kalimat mereka memisahkan tanpa merendahkan: bagi kami perbuatan kami, bagi kalian perbuatan kalian. Batas ditarik dengan tenang. Menolak ikut serta tidak harus berbentuk serangan balik.
- Ucapan terakhir yang Allah rekam dari mereka keselamatan atas kalian, kepada orang yang baru saja berkata buruk. Perpisahan ditutup dengan doa. Yang tidak ingin diteruskan diakhiri dengan kata yang tidak meninggalkan luka.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.