قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ ۖ أَفَلَا تَسْمَعُونَ

Katakanlah, "Bagaimana pendapat kalian jika Allah menjadikan malam terus-menerus atas kalian sampai hari Kiamat? Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepada kalian? Apakah kalian tidak mendengar?"

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِqul a-ra'aytum in ja'ala llaahu alaykumu l-layla sarmadan ilaa yawmi l-qiyaamatikatakanlah, bagaimana pendapat kalian jika Allah menjadikan malam terus-menerus atas kalian sampai hari Kiamat
  2. مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍman ilaahun ghayru llaahi ya'tiikum bi-diyaa'insiapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepada kalian
  3. أَفَلَا تَسْمَعُونَa-fa-laa tasma'uunaapakah kalian tidak mendengar
Catatan pilihan kata (ringkas)

ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: passthrough terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (probe 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (-amandemen: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = passthrough (cabang mata-hati didokumentasi). ⚠ Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y. Lih.. sebagian penerjemah: 'Say thou: “Have you considered:1 if God should make night unceasing over you until the Day of Resurrection, what god besides God will bring you illumination? of dariir'; glos ilahi: 'He who sees all things, both what are apparent and what are occult, WITHOUT ANY ORGAN'; cabang-2: 'endowed with mental perception'.

Aplikasi

Skenario hipotetis yang menggugah: 'jika Allah menjadikan malam itu terus-menerus... Siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang?', pengingat bahwa keseimbangan alam yang dinikmati sehari-hari bukan sesuatu yang taken-for-granted.