قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ
Katakanlah, "Bagaimana pendapat kalian jika Allah menjadikan siang terus-menerus atas kalian sampai hari Kiamat? Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepada kalian agar kalian beristirahat padanya? Apakah kalian tidak memperhatikan?"
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِqul a-ra'aytum in ja'ala llaahu 'alaykumu n-nahaara sarmadan ilaa yawmi l-qiyaamatikatakanlah, bagaimana pendapat kalian jika Allah menjadikan siang terus-menerus atas kalian sampai hari Kiamat
- مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِman ilaahun ghayru llaahi ya'tiikum bi-laylin taskunuuna fiihisiapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepada kalian agar kalian beristirahat padanya
- أَفَلَا تُبْصِرُونَa-fa-laa tubshiruunaapakah kalian tidak memperhatikan
Terjemahan per kata (21 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- أَرَأَيْتُمْa-ra'aytumapakah kalian melihat
- إِنْinjika
- جَعَلَja'alamenjadikan
- اللَّهُllaahuAllah
- عَلَيْكُمُ'alaykumuatas kalian
- النَّهَارَn-nahaarasiang
- سَرْمَدًاsarmadanterus-menerus
- إِلَىٰilaasampai
- يَوْمِyawmiHari
- الْقِيَامَةِl-qiyaamatiKiamat
- مَنْmanorang yang
- إِلَٰهٌilaahunTuhan
- غَيْرُghayruselain
- اللَّهِllaahiAllah
- يَأْتِيكُمْya'tiikumdatang kepada kalian
- بِلَيْلٍbi-laylinpada malam hari
- تَسْكُنُونَtaskunuunakalian berdiam
- فِيهِfiihidi dalamnya
- أَفَلَاa-fa-laamaka tidakkah
- تُبْصِرُونَtubshiruunakalian memperhatikan
Inti bacaan
Skenario paralel: siang yang terus-menerus tanpa istirahat malam, kedua skenario ini bersama-sama menegaskan pentingnya siklus seimbang yang selama ini dianggap biasa.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(Nabi Muhammad)' dari sumber internal dihapus, sama seperti di 28:71.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi pasangan pertanyaan retoris: kali ini membayangkan dunia tanpa malam, tanpa waktu istirahat.
Renungan dan Hikmah
- Allah membalik pertanyaan yang sebelumnya. Tadi malam terus-menerus. Kini siang terus-menerus.
- Yang dipersoalkan bukan gelapnya, melainkan istirahatnya. Malam untuk beristirahat. Itu yang hilang.
- Dua pertanyaan itu berpasangan. Allah menyusunnya bercermin. Yang kurang dan yang berlebih sama-sama merusak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.