وَنَزَعْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا فَقُلْنَا هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ فَعَلِمُوا أَنَّ الْحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ
Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, lalu Kami katakan, "Kemukakanlah dalil kalian!" Maka, tahulah mereka bahwa yang hak itu milik Allah, dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَنَزَعْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًاwa-naza'naa min kulli ummatin syahiidanKami datangkan dari setiap umat seorang saksi
- فَقُلْنَا هَاتُوا بُرْهَانَكُمْfa-qulnaa haatuu burhaanakumlalu Kami katakan, kemukakanlah dalil kalian
- فَعَلِمُوا أَنَّ الْحَقَّ لِلَّهِfa-'alimuu anna l-haqqa li-llaahimaka tahulah mereka bahwa yang hak itu milik Allah
- وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَwa-dhalla 'anhum maa kaanuu yaftaruunadan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan
Terjemahan per kata (17 kata)
- وَنَزَعْنَاwa-naza'naadan Kami mencabut
- مِنْmindari
- كُلِّkullisegala
- أُمَّةٍummatinumat
- شَهِيدًاsyahiidansaksi
- فَقُلْنَاfa-qulnaamaka Kami berkata
- هَاتُواhaatuudatangkanlah kalian
- بُرْهَانَكُمْburhaanakumbukti kalian
- فَعَلِمُواfa-'alimuumaka mereka mengetahui
- أَنَّannabahwa
- الْحَقَّl-haqqakebenaran
- لِلَّهِli-llaahibagi Allah
- وَضَلَّwa-dhalladan lenyaplah
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- مَاmaaapa yang
- كَانُواkaanuumereka selalu
- يَفْتَرُونَyaftaruunamereka mengada-ada
Inti bacaan
Proses pembuktian yang adil: 'Kemukakanlah bukti kebenaran kalian!' menghasilkan kesadaran: 'yang hak itu milik Allah', momen kejelasan akhir yang menyingkap kebenaran mutlak setelah tuntutan bukti tidak terpenuhi.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini menggambarkan sebuah persidangan, dan urutannya diperhatikan betul.
Yang pertama dilakukan adalah mendatangkan seorang saksi dari setiap umat. Satu per umat, sehingga tidak ada kelompok yang tak terwakili. Baru sesudah itu tantangannya diajukan.
Tantangannya berbunyi “kemukakanlah dalil kalian” (هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ, haatuu burhaanakum). Kalimat itu muncul empat kali di dalam Al-Qur'an (2:111, 21:24, 27:64, 28:75). Tiga di antaranya diucapkan di dunia sebagai tantangan terbuka yang masih bisa dijawab. Yang satu ini diucapkan pada hari ketika waktu untuk menjawabnya sudah habis. Kalimatnya sama, tetapi keadaannya sudah lain.
Yang menutup ayat ini bukan bantahan. Disebutkan bahwa apa yang dahulu mereka ada-adakan lenyap dari mereka. Karangannya tidak dipatahkan dengan alasan, melainkan hilang dengan sendirinya begitu bukti diminta. Sesuatu yang tidak pernah punya dasar memang tidak perlu dirobohkan; ia berhenti berdiri ketika ditanya apa yang menopangnya.
Kata kerja pembukanya muncul tiga kali di dalam Al-Qur'an, dan dua di antaranya dipakai untuk hal yang sangat berbeda. Bentuk “Kami datangkan” (وَنَزَعْنَا, wa-naza'naa) berarti mencabut atau menarik keluar. Di 7:43 dan 15:47 kata yang sama dipakai untuk mencabut dengki dari dalam dada penghuni surga. Di sini ia dipakai untuk menarik keluar seorang saksi dari setiap umat. Satu kata kerja, dua pekerjaan yang berlawanan arah: yang satu membersihkan bagian dalam, yang satu mengeluarkan sesuatu untuk diperlihatkan.
Yang dicabut di sini disebut satu saksi untuk setiap umat, bukan beberapa dan bukan pula seluruhnya. Bentuk itu menutup dua keberatan sekaligus. Tidak ada umat yang tak terwakili, dan tidak ada umat yang diwakili berlebihan sehingga suaranya menenggelamkan yang lain.
Tantangan yang menyusul muncul empat kali di dalam Al-Qur'an (2:111, 21:24, 27:64, 28:75). Tiga di antaranya diucapkan di dunia sebagai tawaran yang masih bisa dijawab. Yang ini diucapkan pada hari ketika waktu untuk menjawabnya sudah habis. Kalimatnya sama persis, dan yang berbeda hanya kesempatan yang tersisa.
Penutupnya tidak menyebut mereka kalah berdebat dan tidak menyebut mereka dibantah. Yang disebut, apa yang dahulu mereka ada-adakan lenyap dari mereka. Kata kerjanya menyatakan hilang atau tersesat, bukan dihancurkan. Sesuatu yang tidak pernah punya dasar memang tidak perlu dirobohkan; ia berhenti berdiri pada saat ditanya apa yang menopangnya, dan pertanyaannya belum sempat dijawab. Yang runtuh bukan bangunannya, melainkan anggapan bahwa pernah ada bangunan.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian panggilan hari kebangkitan: tuntutan bukti yang tidak pernah bisa dipenuhi, menyingkap bahwa segala klaim sekutu hanyalah rekaan. Urutan langkahnya disusun seperti sebuah persidangan yang tertib.
Yang pertama dilakukan bukan menuntut, melainkan mendatangkan saksi. Satu untuk setiap umat, sehingga tidak ada kelompok yang tak terwakili dan tidak ada yang terwakili berlebihan. Baru sesudah kesaksian dipastikan tersedia, tuntutan bukti diajukan. Urutan itu menutup keberatan bahwa keputusan diambil tanpa mendengar.
Kalimat tuntutannya sama persis dengan yang dipakai tiga kali di dunia (2:111, 21:24, 27:64). Yang berbeda hanya kesempatan yang tersisa. Kesamaan kata dengan perbedaan keadaan itulah yang membuat ayat ini berat: tantangan yang selama hidup dibiarkan terbuka diajukan sekali lagi pada saat ia tidak lagi bisa dijawab.
Penutupnya tidak menyebut mereka kalah. Yang disebut, apa yang mereka ada-adakan lenyap dari mereka. Tidak ada bantahan, tidak ada pembuktian tandingan, dan tidak ada penghancuran. Sesuatu yang tidak pernah punya dasar berhenti berdiri pada saat ditanya apa yang menopangnya. Gambaran itu jauh lebih menusuk daripada kekalahan dalam perdebatan, sebab kekalahan mengandaikan pernah ada sesuatu yang berdiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah mendatangkan seorang saksi dari setiap umat. Satu per umat. Tak ada kelompok yang tak terwakili. Tidak disebutkan siapa saksi itu, dan tidak disebutkan bagaimana ia dipilih. Yang ditegaskan cuma bahwa tak satu umat pun dibiarkan tanpa perwakilan. Susunan seperti itu menutup satu pembelaan yang biasa dipakai, yaitu bahwa umatnya tidak pernah didengar atau perkaranya diputus tanpa ada yang mengerti keadaannya.
- Yang diminta kemukakanlah dalil kalian. Bukan pengakuan. Kesempatan membela diri diberikan sebelum keputusan. Kesempatan itu diberikan pada saat yang paling tidak menguntungkan bagi yang diminta. Bukan karena keadaannya dipersulit, melainkan karena waktu untuk menyiapkan jawaban sudah lewat sejak lama. Yang diminta cuma menunjukkan apa yang mestinya sudah ada di tangan sejak dahulu.
- Allah menutup dengan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan. Hilang sendiri. Karangannya tak dibantah, melainkan menguap saat diminta ditunjukkan. Kalimat itu tidak menyebut siapa yang melenyapkannya. Bentuknya membiarkan karangan itu hilang dengan sendirinya, seakan ia memang tidak pernah punya wujud yang bisa dipertahankan ketika diminta ditunjukkan.
- Kalimat kemukakanlah dalil kalian diucapkan Allah empat kali, dan yang ini diucapkan pada hari ketika waktu untuk menjawabnya sudah habis. Selama waktunya masih ada, sudahkah kita memeriksa dasar dari apa yang kita pegang? Memeriksa dasar lebih murah dilakukan sekarang, dan biayanya naik terus setiap tahun yang dibiarkan lewat.
- Kata kerja yang dipakai di sini bermakna mencabut atau menarik keluar. Rangkaian وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ muncul dua kali di seluruh Al-Quran, di 7:43 dan 15:47, dan di dua tempat itu yang dicabut Allah adalah dengki dari dada penghuni surga. Pencabutan di sana sebuah kasih. Di ayat ini kata kerja yang sama dipakai untuk menarik keluar seorang saksi dari setiap umat, dan pencabutan di sini membuka perhitungan. Satu perbuatan yang sama bisa membersihkan atau membongkar, dan yang menentukan bukan perbuatannya melainkan apa yang ditarik keluar.
- Ayat sebelumnya bertanya di manakah sekutu-sekutu yang dahulu mereka sangkakan, lalu ayat ini berjalan lima langkah tanpa jeda: seorang saksi ditarik dari tiap umat, dalil diminta, tidak ada dalil yang keluar, mereka mengetahui bahwa yang hak milik Allah, dan karangan mereka lenyap. Tidak ada bantahan di antara langkah-langkah itu, tidak ada pembelaan, tidak ada pihak yang dibungkam. Semuanya selesai hanya dengan satu tuntutan yang tidak terpenuhi, dan itulah bentuk kekalahan yang paling sunyi. Tidak ada yang perlu dipatahkan ketika yang dihadapi memang tidak pernah berdiri di atas apa pun. Perkara yang di dunia memakan seluruh umur untuk diperdebatkan, di sana selesai dalam satu kalimat pendek yang tak berbalas. Yang paling ramai di dunia ternyata yang paling cepat habis di hadapan-Nya.