إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ
Sesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi dia berlaku aniaya terhadap mereka. Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. Ketika kaumnya berkata kepadanya, "Janganlah engkau terlalu bangga. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْinna qaaruuna kaana min qawmi muusaa fa-baghaa 'alayhimsesungguhnya Qarun termasuk kaum Musa, tetapi dia berlaku aniaya terhadap mereka
- وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِwa-aataynaahu mina l-kunuuzi maa inna mafaatihahu la-tanuu'u bi-l-'ushbati ulii l-quwwatiKami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat
- إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْidz qaala lahu qawmuhu laa tafrahketika kaumnya berkata kepadanya, janganlah engkau terlalu bangga
- إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَinna llaaha laa yuhibbu l-farihiinasesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang terlalu membanggakan diri
Terjemahan per kata (29 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- قَارُونَqaaruunaKarun
- كَانَkaanaadalah
- مِنْmindari
- قَوْمِqawmikaumku
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- فَبَغَىٰfa-baghaamaka ia berbuat aniaya
- عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
- وَآتَيْنَاهُwa-aataynaahudan Kami memberinya
- مِنَminadari
- الْكُنُوزِl-kunuuziharta terpendam
- مَاmaaapa yang
- إِنَّinnasesungguhnya
- مَفَاتِحَهُmafaatihahukunci-kuncinya
- لَتَنُوءُla-tanuu'usungguh memberatkan
- بِالْعُصْبَةِbi-l-'ushbatibagi sekelompok orang
- أُولِيuliipemilik
- الْقُوَّةِl-quwwatikekuatan
- إِذْidzketika
- قَالَqaalaberkata
- لَهُlahubaginya
- قَوْمُهُqawmuhukaumnya
- لَاlaatidak
- تَفْرَحْtafrahengkau bergembira
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- لَاlaatidak
- يُحِبُّyuhibbumencintai
- الْفَرِحِينَl-farihiinaorang-orang yang bergembira
Inti bacaan
Pengantar kisah Qarun: kekayaan yang begitu besar sampai 'kunci-kuncinya sungguh berat dipikul' disertai nasihat awal: 'Janganlah engkau terlalu bangga. Allah tidak mencintai orang-orang yang terlalu membanggakan diri', peringatan dini terhadap bahaya kesombongan akibat kelimpahan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini membuka kisah Qarun. Tambahan '(Ingatlah)' dari sumber internal dihapus: 'idz' ('ketika') diterjemahkan langsung tanpa kata seru tambahan. Kutipan nasihat kaumnya dibuka di sini dan berlanjut ke 28:77.
Tafsiran
Ayat ini membuka kisah Qarun: kekayaan luar biasa yang justru berbuah aniaya, disusul nasihat kaumnya yang mengingatkan batas kebanggaan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Qarun termasuk kaum Musa. Dari golongan yang sama. Yang berlaku aniaya bukan orang luar, melainkan yang seharusnya sepenanggungan.
- Ukuran hartanya Dia sebut lewat kunci-kunci yang berat dipikul sejumlah orang kuat. Bukan hartanya. Yang digambarkan bahkan kuncinya saja sudah melampaui tenaga manusia.
- Allah menyisipkan tetapi dia berlaku aniaya terhadap mereka. Sebelum menyebut hartanya. Pembacanya tahu duduk perkaranya sebelum kekayaannya diuraikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).