وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan carilah, pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, negeri akhirat; tetapi janganlah engkau lupakan bagianmu dari dunia. Berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah engkau berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang berbuat kerusakan."

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَwa-btaghi fiimaa aataaka llaahu d-daara l-aakhiratadan carilah, pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, negeri akhirat
  2. وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَاwa-laa tansa nasiibaka mina d-dunyaatetapi janganlah engkau lupakan bagianmu dari dunia
  3. وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَwa-ahsin kamaa ahsana llaahu ilaykaberbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu
  4. وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِwa-laa tabghi l-fasaada fii l-ardidan janganlah engkau berbuat kerusakan di bumi
  5. إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَinna llaaha laa yuhibbu l-mufsidiinasesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang berbuat kerusakan
Catatan pilihan kata (ringkas)

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji passthrough. Lih.. sebagian penerjemah: '“But seek thou, in what God has given thee, the abode of the Hereafter; and forget thou not thy portion in the World; and do thou good, as God has done good to thee; and seek thou not corruption in the land; God loves not the workers of corruption,”' h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).

Aplikasi

Nasihat seimbang yang bijaksana: 'carilah pahala negeri akhirat, tetapi janganlah engkau lupakan bagianmu di dunia. Berbuatbaiklah... janganlah engkau berbuat kerusakan', panduan yang menyeimbangkan orientasi spiritual dan tanggung jawab duniawi, bukan menolak salah satunya. Konkretnya: mengejar tujuan spiritual jangka panjang tidak berarti mengabaikan tanggung jawab dan kenikmatan yang sah di dunia sekarang, keseimbangan antara keduanya adalah nasihat yang diberikan kepada Qarun sebelum kejatuhannya.