فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ ۖ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

Maka, keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahannya. Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, "Aduhai, sekiranya kita mempunyai seperti yang telah diberikan kepada Qarun. Sesungguhnya dia benar-benar memiliki keberuntungan yang besar."

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِfa-kharaja 'alaa qawmihi fii ziinatihimaka keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahannya
  2. قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُqaala lladziina yuriiduuna l-hayaata d-dunyaa yaa layta lanaa mitsla maa uutiya qaaruunuorang-orang yang menginginkan kehidupan dunia berkata, aduhai, sekiranya kita mempunyai seperti yang telah diberikan kepada Qarun
  3. إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍinnahu la-dzuu hazhzhin 'azhiiminsesungguhnya dia benar-benar memiliki keberuntungan yang besar

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. فَخَرَجَfa-kharajamaka ia keluar
  2. عَلَىٰ'alaaatas
  3. قَوْمِهِqawmihikaumnya
  4. فِيfiidengan
  5. زِينَتِهِziinatihiperhiasannya
  6. قَالَqaalaberkata
  7. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  8. يُرِيدُونَyuriiduunamereka menghendaki
  9. الْحَيَاةَl-hayaatakehidupan
  10. الدُّنْيَاd-dunyaadunia
  11. يَاyaawahai
  12. لَيْتَlaytasekiranya
  13. لَنَاlanaabagi kami
  14. مِثْلَmitslaseperti
  15. مَاmaaapa yang
  16. أُوتِيَuutiyadiberikan
  17. قَارُونُqaaruunuKarun
  18. إِنَّهُinnahusesungguhnya ia
  19. لَذُوla-dzuubenar-benar pemilik
  20. حَظٍّhazhzhinbagian
  21. عَظِيمٍ'azhiiminyang besar

Inti bacaan

Reaksi masyarakat yang terpesona: 'Andaikata kita mempunyai harta kekayaan seperti yang telah diberikan kepada Qarun. keberuntungan yang agung', kekaguman terhadap kemewahan material yang akan segera terbukti keliru total.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(Qarun)' pada subjek 'ia' dihapus: nama Qarun sendiri tetap muncul apa adanya di bagian lain ayat ini sesuai teks Arab ('maa uutiya qaaruunu').

Tafsiran

Ayat ini menampilkan efek kemegahan Qarun terhadap orang lain: kekaguman yang salah arah, mengukur keberuntungan semata dari kelimpahan harta yang tampak.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam kalimat orang banyak, bukan kalimat Qarun. Yang bersuara justru penontonnya. Kemegahan itu diukur dari mata yang memandang.
  • Kata aduhai membuka pengandaian yang tak kesampaian. Mereka tidak meminta, hanya berangan. Kalimatnya berhenti sebagai keinginan.
  • Siapa yang berangan disebut Allah dengan tepat: mereka yang menginginkan kehidupan dunia. Penandanya ditaruh sebelum ucapannya. Pembaca sudah diberi tahu cara menilainya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. ' akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.