تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan itu bagi orang-orang yang bertakwa.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًاtilka d-daaru l-aakhiratu naj'aluhaa li-lladziina laa yuriiduuna 'uluwwan fii l-ardhi wa-laa fasaadannegeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi
  2. وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَwa-l-'aaqibatu li-l-muttaqiinadan kesudahan itu bagi orang-orang yang bertakwa

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. تِلْكَtilkaitulah
  2. الدَّارُd-daarunegeri
  3. الْآخِرَةُl-aakhiratuakhirat
  4. نَجْعَلُهَاnaj'aluhaaKami menjadikannya
  5. لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
  6. لَاlaatidak
  7. يُرِيدُونَyuriiduunamereka menghendaki
  8. عُلُوًّا'uluwwanketinggian
  9. فِيfiidi
  10. الْأَرْضِl-ardhibumi
  11. وَلَاwa-laadan tidak pula
  12. فَسَادًاfasaadankerusakan
  13. وَالْعَاقِبَةُwa-l-'aaqibatudan kesudahan
  14. لِلْمُتَّقِينَli-l-muttaqiinabagi orang-orang yang bertakwa

Inti bacaan

Kesimpulan penting: 'Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan', kriteria yang jelas untuk hasil akhir yang baik, berdasarkan kerendahan hati dan integritas, bukan kekayaan material.

Penjelasan pilihan kata

'Tilka' (demonstrativa jauh) diterjemahkan 'itu', bukan 'ini': konsisten dengan disiplin dzalika/tilka. Tambahan '(yang baik, yakni surga)' dan '(disediakan)' dari sumber internal dihapus: 'kesudahan' dibiarkan netral tanpa penilaian tambahan yang tidak ada di teks.

Tafsiran

Ayat ini menarik pelajaran umum dari kisah Qarun, bukan kekayaan yang menjadi masalah, melainkan keangkuhan dan kerusakan yang menyertainya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut negeri akhirat untuk yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan. Dua-duanya berupa penyangkalan. Yang disyaratkan bukan prestasi, melainkan tidak adanya dua hal.
  • Urutan yang Allah pakai menyombongkan diri sebelum berbuat kerusakan. Sikap sebelum perbuatan. Yang di dalam disebut mendahului yang tampak.
  • Penutupnya menyebut kesudahan itu bagi orang-orang yang bertakwa. Bukan bagi yang kuat. Yang menentukan ujungnya bukan siapa yang menguasai perjalanannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.