وَمَا كُنْتَ تَرْجُو أَنْ يُلْقَىٰ إِلَيْكَ الْكِتَابُ إِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرًا لِلْكَافِرِينَ

Dan engkau tidak pernah mengharap agar Kitab itu diturunkan kepadamu, tetapi ia adalah rahmat dari Tuhanmu. Oleh sebab itu, janganlah engkau sekali-kali menjadi penolong bagi orang-orang kafir.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَمَا كُنْتَ تَرْجُو أَنْ يُلْقَىٰ إِلَيْكَ الْكِتَابُwa-maa kunta tarjuu an yulqaa ilayka l-kitaabudan engkau tidak pernah mengharap agar Kitab itu diturunkan kepadamu
  2. إِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَillaa rahmatan min rabbikatetapi ia adalah rahmat dari Tuhanmu
  3. فَلَا تَكُونَنَّ ظَهِيرًا لِلْكَافِرِينَfa-laa takuunanna zhahiiran li-l-kaafiriinaoleh sebab itu, janganlah engkau sekali-kali menjadi penolong bagi orang-orang kafir

Terjemahan per kata (15 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. كُنْتَkuntaengkau adalah
  3. تَرْجُوtarjuuengkau harapkan
  4. أَنْanagar
  5. يُلْقَىٰyulqaadilemparkan
  6. إِلَيْكَilaykakepadamu
  7. الْكِتَابُl-kitaabuKitab
  8. إِلَّاillaakecuali
  9. رَحْمَةًrahmatanrahmat
  10. مِنْmindari
  11. رَبِّكَrabbikaTuhanmu
  12. فَلَاfa-laamaka janganlah
  13. تَكُونَنَّtakuunannaengkau menjadi
  14. ظَهِيرًاzhahiiranpenolong
  15. لِلْكَافِرِينَli-l-kaafiriinabagi orang-orang yang kufur

Inti bacaan

Pengakuan tentang anugerah yang tidak diminta: 'Engkau tidak pernah mengharap agar Kitab itu diturunkan kepadamu, tetapi ia diturunkan sebagai rahmat', kerendahan hati mengakui bahwa misi besar ini bukan ambisi pribadi, melainkan tanggung jawab yang dipercayakan.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(Al-Qur'an)' dan '(diturunkan)' dari sumber internal dihapus: 'ia adalah rahmat' memakai kata penghubung 'adalah', bukan pengulangan kata kerja dalam kurung.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa wahyu datang bukan dari harapan atau usaha Nabi, melainkan murni pemberian: sebuah dasar bagi larangan berpihak pada penolakan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut ia tak pernah mengharapkannya. Bukan ambisinya. Yang dipikul dinyatakan bukan hasil dari keinginannya sendiri.
  • Kata yang dipakai rahmat. Pemberian. Yang tak diminta disebut sebagai kebaikan, bukan sebagai beban.
  • Allah menutup dengan larangan menjadi penolong bagi yang menolak. Sesudah menyebut pemberian. Yang menerima dilarang berdiri di pihak yang menampiknya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “… ia (diturunkan) sebagai rahmat dari Tuhanmu. Oleh sebab…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' indefinit (tanpa kata sandang).