وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Dan janganlah engkau sembah tuhan lain bersama Allah. Tidak ada tuhan selain Dia. Segala sesuatu pasti binasa, kecuali wajah-Nya. Bagi-Nya segala putusan, dan hanya kepada-Nya kalian dikembalikan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَwa-laa tad'u ma'a llaahi ilaahan aakharadan janganlah engkau sembah tuhan lain bersama Allah
  2. لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَlaa ilaaha illaa huwatidak ada tuhan selain Dia
  3. كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُkullu syay'in haalikun illaa wajhahusegala sesuatu pasti binasa, kecuali wajah-Nya
  4. لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَlahu l-hukmu wa-ilayhi turja'uunabagi-Nya segala putusan, dan hanya kepada-Nya kalian dikembalikan

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. وَلَاwa-laadan tidak pula
  2. تَدْعُtad'uengkau menyeru
  3. مَعَma'abersama
  4. اللَّهِllaahiAllah
  5. إِلَٰهًاilaahantuhan
  6. آخَرَaakharayang lain
  7. لَاlaatidak
  8. إِلَٰهَilaahatuhan
  9. إِلَّاillaakecuali
  10. هُوَhuwaDia
  11. كُلُّkullusetiap
  12. شَيْءٍsyay'insesuatu
  13. هَالِكٌhaalikunyang binasa
  14. إِلَّاillaakecuali
  15. وَجْهَهُwajhahuwajah-Nya
  16. لَهُlahubaginya
  17. الْحُكْمُl-hukmuputusan
  18. وَإِلَيْهِwa-ilayhidan kepada-Nya
  19. تُرْجَعُونَturja'uunakalian dikembalikan

Inti bacaan

Penutup surah dengan pernyataan mendalam: 'Segala sesuatu pasti binasa, kecuali zat-Nya', pengingat mutlak tentang kefanaan universal segala sesuatu, kecuali satu sumber keabadian sejati.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(pula)' dan '(selain Allah)' dari sumber internal dihapus: 'ma'a llaahi' ('bersama Allah') diterjemahkan langsung sesuai teks Arab, bukan disederhanakan jadi keterangan kurung. 'Wajhahu' ('wajah-Nya') dipertahankan literal, tidak didomestikasi jadi 'zat-Nya'.

Tafsiran

Ayat penutup surah ini merangkum keseluruhan pesan: larangan menyekutukan, kefanaan segala sesuatu kecuali Allah sendiri, dan kembalinya segala putusan serta akhir kepada-Nya semata.

Renungan dan Hikmah

  • Kata هَالِكٌ sekali saja terpakai, dan gagasan yang dibangunnya diucapkan ulang dengan kata lain di 55:26–27: “semua yang ada di atasnya akan binasa, dan wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal”. Di sana ia terbelah dua ayat, satu bagi yang lenyap, satu bagi yang tinggal. Di sini keduanya dipadatkan jadi sebaris kalimat dengan satu pengecualian.
  • Rangkaian لَهُ الْحُكْمُ terpakai tiga kali, dan dua di antaranya di surah ini saja: 28:70 dan ayat ini, yang menutupnya. Yang di 28:70 dipasangkan dengan segala puji di dunia dan akhirat; yang di sini dipasangkan dengan kebinasaan segala sesuatu. Rumusan yang sama membingkai surah ini dua kali, dan di antara keduanya berdiri kisah Qarun yang dibenamkan bersama rumahnya (28:81).
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).