بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.
الم
Alif Laam Miim.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- المalif laam miimAlif Lam Mim
Terjemahan per kata (1 kata)
- المalif laam miimAlif Laam Miim
Inti bacaan
Tulisan (الم, alif laam miim) muncul delapan kali di delapan surah, yaitu di 2:1, 3:1, 7:1, 13:1, 29:1, 30:1, 31:1, dan 32:1, dan di dua ayat di antaranya, 7:1 dan 13:1, tulisan itu menjadi awal rangkaian yang lebih panjang.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini terdiri dari satu rangkaian tulisan, (الم, alif laam miim), yang tersusun dari tiga huruf. Terjemahan menuliskan nama ketiga huruf itu dalam huruf Latin, yaitu alif, laam, dan miim, dan tidak memberinya arti. Pilihan ini bertumpu pada cara korpus morfologi mencatat rangkaian tersebut. Kata kerja dan kata benda di 29:2 sampai 29:6 masing-masing tercatat dengan akar dan bentuk dasar, misalnya (أَحَسِبَ, a-hasiba) yang berakar ح-س-ب dan (الْعَالَمِينَ, l-'aalamiina) yang berakar ع-ل-م. Rangkaian di 29:1 tercatat sebagai satu satuan berkategori huruf pembuka, tanpa akar dan tanpa bentuk dasar, dan bagian awalnya yang mirip kata sandang al- tidak dipisahkan dari sisanya.
Rangkaian yang sama muncul enam kali sebagai satuan huruf pembuka, yaitu di 2:1, 3:1, 29:1, 30:1, 31:1, dan 32:1, dan di keenam ayat itu rangkaian tersebut berdiri sendiri sebagai satu ayat utuh. Pencarian atas tulisan (الم, alif laam miim) memberi delapan ayat, yaitu keenam ayat tadi ditambah 7:1 dan 13:1, karena di dua ayat terakhir itu tiga huruf tersebut menjadi awal rangkaian yang lebih panjang. Di 29:1 rangkaiannya berhenti pada huruf ketiga, seperti di lima ayat lain yang sejenis.
Rangkaian lain tercatat dengan sebaran serupa. Rangkaian (الر, alif laam raa) tercatat lima kali, di 10:1, 11:1, 12:1, 14:1, dan 15:1, dan rangkaian (حم, haa miim) tercatat tujuh kali berturut-turut dari 40:1 sampai 46:1, dengan 42:2 menyambungnya dengan rangkaian yang berbeda. Seluruhnya ada 30 satuan di 29 surah. Dua angka itu berbeda karena Surah 42 memuat dua satuan, satu di 42:1 dan satu di 42:2. Ke-30 satuan itu terbagi menjadi empat belas rangkaian yang berbeda, dan keempat belas rangkaian itu memakai empat belas huruf yang berbeda. Dua puluh sembilan satuan berdiri di ayat pertama surah, dan satu berdiri di ayat kedua.
Tiga belas ayat dibuka dengan huruf alif dan laam yang berurutan, yaitu enam ayat (الم, alif laam miim) tadi, lima ayat alif laam raa, serta 7:1 dan 13:1 yang menambahkan satu huruf lagi sesudah miim. Huruf tambahan di dua ayat itu berbeda satu sama lain, sehingga tiga huruf di 29:1 tidak bisa dibaca sebagai potongan dari salah satunya.
Satuan biasa di ayat sekitar membawa keterangan bentuk. Kata (النَّاسُ, n-naasu) di 29:2 tercatat sebagai kata benda jamak yang menjadi pelaku sebuah kata kerja, dan kata (أَحَسِبَ, a-hasiba) tercatat sebagai kata kerja bentuk selesai untuk satu pelaku laki-laki. Satuan di 29:1 tidak membawa keterangan semacam itu, sebab tidak tercatat jumlahnya, tidak tercatat kedudukannya dalam kalimat, dan tidak tercatat waktu perbuatannya.
Terjemahan memakai bentuk yang sama di keenam ayat tadi, yaitu "Alif Laam Miim.", dengan vokal panjang ditulis ganda menurut ejaan alih aksara yang dipakai di seluruh terjemahan. Titik di ujungnya dipertahankan karena 29:2 membuka kalimat baru dengan kata tanya. Teksnya tidak menerangkan arti rangkaian ini di ayat mana pun, sehingga terjemahan tidak menambahkan penjelasan, tidak memakai kurung, dan tidak menyebut hubungannya dengan isi surah.
Tafsiran
Ayat ini membuka Surah 29 dengan tiga huruf yang tidak dapat diberi arti, dan isi surahnya baru dimulai pada 29:2. Di lima surah lain yang dibuka dengan huruf yang sama, ayat kedua memuat isi yang berbeda-beda. Di 2:2, 31:2, dan 32:2 ayat kedua menyebut Kitab, di 3:2 ayat kedua menyebut Allah, dan di 30:2 ayat kedua menyampaikan kabar tentang kekalahan bangsa Romawi. Ayat kedua Surah 29 berbentuk pertanyaan tentang manusia, dan di antara keenam surah itu hanya 29:2 yang berbentuk pertanyaan.
Surah ini juga menunda dua sebutan yang di tempat lain datang lebih awal. Nama Allah baru tertulis di 29:3, di ayat yang sama dengan kata Kami. Kata al-kitaab baru muncul di 29:27, pada kalimat tentang keturunan Ibrahim, dan kata Al-Qur'an tidak tertulis di surah ini sama sekali. Dua ayat pertama dengan begitu berisi tiga huruf dan satu pertanyaan, tanpa nama pembicara dan tanpa penyebutan kitab.
Ayat ini tidak menyatakan hubungan antara tiga huruf itu dan pertanyaan sesudahnya. Hubungan yang dapat dilihat terbatas pada letaknya, yaitu tiga huruf berdiri tepat sebelum pertanyaan yang menyangkut pengakuan iman dan ujian, dan keduanya hanya dipisahkan nomor ayat. Tiga huruf itu tidak dinyatakan sebagai pembuka tema ujian. Hal yang dapat dihitung adalah ukuran surahnya, yaitu 69 ayat, sehingga ayat dengan isi paling sedikit membuka surah yang isinya cukup panjang.
Renungan dan Hikmah
- Pembaca Surah 29 menemukan tiga huruf yang tidak dijelaskan, lalu pada ayat berikutnya langsung ditanya tentang anggapannya sendiri. Rasa tidak tahu di ayat pertama dan pertanyaan tentang diri di ayat kedua berdiri berdampingan tanpa jeda penjelasan. Nama Allah belum tertulis di kedua ayat itu dan baru muncul di 29:3. Pembaca dapat memperhatikan apa yang dilakukannya di ayat pertama, apakah melewatinya, menunggu keterangan, atau membawa rasa tidak tahu itu ke pertanyaan di 29:2. Apakah rasa tidak tahu mengubah cara pembaca menjawab pertanyaan tentang dirinya?
- Tiga huruf yang sama membuka enam surah, dan lanjutannya tidak sama di setiap surah. Pembaca yang pernah membaca 3:2, yang segera menyebut Allah dan menyatakan tidak ada tuhan selain Dia, lalu membuka 29:1, mendapati pembukaan yang sama diikuti pertanyaan tentang manusia. Kebiasaan mengharapkan lanjutan tertentu dari sebuah pembukaan tidak dipenuhi di sini. Pengalaman membaca yang berulang ternyata bisa membawa ke arah yang berbeda di tiap pintu. Apa yang terjadi pada pembaca ketika sesuatu yang sudah dikenalnya mengantarkannya ke tempat yang belum diduganya?
- Di 2:2, 31:2, dan 32:2 ayat kedua langsung menyebut Kitab, sehingga pembaca tahu sejak awal apa yang sedang dihadapinya. Di 32:2 Kitab itu disebut berasal dari Tuhan seisi alam. Di Surah 29 sebutan Kitab tertunda sampai 29:27, dan dua ayat pertama berisi tiga huruf serta sebuah pertanyaan. Pembaca diajak memikirkan pertanyaan itu lebih dulu, sebelum diberi tahu dengan nama apa kitab yang sedang dibacanya disebut. Apakah pembaca akan tetap membaca sampai sebutan itu tiba?
- Di 29:2 manusia ditanya tanpa ada pihak yang disebut sebagai penanya atau penguji. Di 29:3 baru tertulis Kami dan Allah, dan Allah di sana disebut pasti mengetahui orang-orang yang benar dan para pendusta. Pembaca melewati pertanyaan lebih dulu, lalu bertemu pihak yang mengetahui. Urutan itu memberi pembaca waktu merenungi pertanyaan sebelum mengetahui siapa yang mengetahui jawabannya. Jawaban apa yang diberikan pembaca pada 29:2 bila sudah tahu bahwa Allah pasti mengetahuinya?
- Ayat 29:1 tidak memuat satu pengakuan pun, sedangkan 29:2 mengutip pengakuan "Kami telah beriman". Pembaca bergerak dari bagian yang tidak menuntut apa pun darinya ke bagian yang menyebut ucapan manusia. Ayat 29:3 kemudian menyebut bahwa Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan para pendusta. Pembaca dapat membayangkan perbedaan antara mengucapkan kalimat itu di depan huruf-huruf yang diam dan mengucapkannya di depan Allah yang pasti mengetahui. Apakah kalimat yang sama terasa seringan itu di kedua tempat?
- Terjemahan menuliskan ketiga huruf itu apa adanya karena teks tidak memberi artinya, sehingga pembaca berhadapan dengan batas pengetahuannya tanpa tafsir yang menutup batas itu. Ayat 29:5 kemudian menyebut waktu Allah yang pasti datang tanpa menyebut kapan, dan di sana pun pembaca berdiri di depan sesuatu yang belum diketahuinya. Dua tempat itu sama-sama membiarkan pembaca menunggu tanpa kepastian tentang hal tertentu. Apakah pembaca dapat mengakui bahwa ada hal yang tidak diketahuinya, sebelum diminta mengakui apa yang diimaninya?