وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
Sungguh, Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka. Maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui para pendusta.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْwa-la-qad fatannaa lladziina min qablihimsungguh, Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka
- فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَfa-la-ya'lamanna llaahu lladziina shadaquu wa-la-ya'lamanna l-kaadzibiinamaka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui para pendusta
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
- فَتَنَّاfatannaaKami menguji
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- مِنْmindari
- قَبْلِهِمْqablihimsebelum mereka
- فَلَيَعْلَمَنَّfa-la-ya'lamannamaka pasti mengetahui
- اللَّهُllaahuAllah
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- صَدَقُواshadaquubenar
- وَلَيَعْلَمَنَّwa-la-ya'lamannadan pasti mengetahui
- الْكَاذِبِينَl-kaadzibiinapara pendusta
Inti bacaan
Rangkaian (وَلَقَدْ فَتَنَّا, wa-la-qad fatannaa) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:3, 38:34, dan 44:17, dan hanya di 29:3 yang diuji tidak disebut namanya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ فَتَنَّا, wa-la-qad fatannaa) yang berarti "sungguh, Kami benar-benar telah menguji". Morfologi mencatat tiga unsur di awalnya, yaitu wa yang berarti "dan", la yang menegaskan, dan qad yang menandai kepastian, sehingga terjemahan memakai "sungguh" dan "benar-benar". Kata kerja (فَتَنَّا, fatannaa) berakar ف-ت-ن dan berpelaku Kami. Rangkaian persis wa-la-qad fatannaa muncul tiga kali, yaitu di 29:3, 38:34, dan 44:17. Di 38:34 pihak yang diuji disebut dengan nama, yaitu Sulaiman, dan di 44:17 pihak itu disebut (قَوْمَ فِرْعَوْنَ, qawma fir'awna) yang berarti "kaum Firaun". Di 29:3 pihak yang diuji tidak diberi nama dan digambarkan dengan (الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, lladziina min qablihim) yang berarti "orang-orang sebelum mereka". Kata kerja fatannaa, dengan atau tanpa akhiran, muncul tujuh kali, yaitu di 6:53, 20:40, 20:85, 29:3, 38:24, 38:34, dan 44:17, dan terjemahan memakai "menguji" di ketujuhnya.
Kata ganti -him pada (قَبْلِهِمْ, qablihim) yang berarti "sebelum mereka" menunjuk kelompok yang disebut di ayat sebelumnya, yaitu manusia yang ditanya di 29:2. Dengan begitu "orang-orang sebelum mereka" adalah generasi yang lebih awal daripada manusia itu. Rumus lladziina min qablihim dipakai juga di banyak ayat lain, misalnya 2:118 dan 30:9, dan di kedua ayat itu kata ganti -him menunjuk kelompok yang disebut tepat sebelumnya.
Bagian kedua dibuka dengan (فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ, fa-la-ya'lamanna llaahu) yang berarti "maka Allah pasti mengetahui". Awalan (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambungkan pengetahuan itu dengan ujian di bagian pertama, dan kata kerjanya dari akar ع-ل-م dibungkus dua penegas, yaitu huruf la di depan dan akhiran nun di belakang. Bentuk la-ya'lamanna muncul di dua ayat dan semuanya berada di Surah 29, yaitu dua kali di 29:3 dan dua kali di 29:11. Di 29:11 bunyinya (وَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا, wa-la-ya'lamanna llaahu lladziina aamanuu) yang berarti "dan Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman", disusul (وَلَيَعْلَمَنَّ الْمُنَافِقِينَ, wa-la-ya'lamanna l-munaafiqiina) yang berarti "dan pasti mengetahui orang-orang munafik". Kerangka dua kata kerja yang sama dipakai di 29:3 dan 29:11 untuk dua pasangan golongan yang berbeda. Di sekitar kedua kata kerja itu tidak ada kata penanda waktu seperti "kelak" atau "sekarang", sehingga terjemahan menulis "pasti mengetahui" dan tidak menambahkan kata waktu.
Sebutan (الَّذِينَ صَدَقُوا, lladziina shadaquu) yang berarti "orang-orang yang benar" memuat kata kerja bentuk selesai dari akar ص-د-ق. Rangkaian ini muncul tiga kali, yaitu di 2:177, 9:43, dan 29:3. Ayat 2:177 memakainya untuk menutup daftar ciri, (أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا, ulaa'ika lladziina shadaquu) yang berarti "mereka adalah orang-orang yang benar". Ayat 9:43 menyandingkannya dengan (وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ, wa-ta'lama l-kaadzibiina) yang berarti "dan engkau mengetahui para pendusta". Dua sebutan itu bersanding dalam satu ayat hanya di 9:43 dan 29:3. Di 9:43 pengetahuan itu dikaitkan dengan orang yang diajak bicara, sedangkan di 29:3 dikaitkan dengan Allah.
Kata (الْكَاذِبِينَ, l-kaadzibiina) yang berarti "para pendusta" berasal dari kata kerja dasar kadzaba yang berarti "berdusta". Kata (الْمُكَذِّبِينَ, l-mukadzdzibiina) yang berarti "orang-orang yang mendustakan" berasal dari bentuk kata kerja kedua kadzdzaba dan berbeda maknanya. Bentuk al-kaadzibiina muncul sepuluh kali, yaitu di 3:61, 7:66, 9:43, 12:26, 24:7, 24:8, 26:186, 27:27, 28:38, dan 29:3, dan terjemahan memakai "para pendusta" untuk bentuk dasar itu. Di 29:3 kedua sebutan itu dihubungkan dengan kata dan, tanpa sebutan ketiga di antaranya.
Tafsiran
Ayat ini menjawab pertanyaan 29:2 dengan pernyataan, dan kata Kami tertulis di sini untuk pertama kalinya di surah ini sebagai pelaku ujian. Ujian yang di 29:2 tidak punya pelaku kini punya pelaku, dan sasarannya adalah orang-orang yang hidup sebelum manusia yang ditanya. Anggapan bahwa seseorang bisa dibiarkan tanpa ujian dijawab dengan rujukan pada urutan generasi, yaitu mereka yang diuji lebih dulu dan mereka yang sekarang ditanya.
Paruh kedua ayat berganti dari Kami ke Allah, dan menyebut dua golongan yang pasti diketahui-Nya. Huruf fa, "maka", menyambungkan pengetahuan itu dengan ujian di paruh pertama, sehingga pengetahuan tersebut tertulis sebagai kelanjutan dari ujian. Ayat ini tidak menyebut bahwa dua golongan itu adalah orang-orang yang berkata "Kami telah beriman" di 29:2. Kaitan itu dapat dibaca dari urutan ayat, dan 29:11 yang memakai kerangka sama dengan sebutan "orang-orang yang beriman" dan "orang-orang munafik" mendukung bacaan tersebut.
Ayat 9:16 memuat pertanyaan dengan kata kerja mengira dan dibiarkan yang disusul keterangan bahwa Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad, sedangkan di 29:3 pengetahuan Allah dinyatakan pasti. Kedua ayat berbicara tentang keadaan yang berbeda dan tidak saling menafsirkan. Ayat 29:3 juga tidak menyebut hasil bagi masing-masing golongan, dan keterangan tentang akibat bagi orang-orang yang beriman baru tertulis di 29:7, dengan kata Kami sebagai pelaku.
Renungan dan Hikmah
- Ayat-ayat lain yang memakai rumus ujian yang sama menyebut siapa yang diuji, sedangkan 29:3 menyebut mereka hanya sebagai orang-orang sebelum mereka. Ketiadaan nama itu membuat barisan yang dimaksud ayat ini terbuka, dan pembaca dapat mengisinya dengan nama dari bacaan atau pengalamannya sendiri. Ayat ini menempatkan ujian sebagai pengalaman yang sudah dialami banyak orang sebelum pembaca. Siapa saja yang pernah dilihat pembaca menjalani ujian dan kini dapat dibayangkan berdiri di barisan yang sama dengannya?
- Ayat ini menyebut dua golongan, orang-orang yang benar dan para pendusta, dan menyatakan bahwa Allah pasti mengetahui keduanya. Golongan ketiga yang berdiri di tengah tidak disebut di ayat ini. Pembaca yang menaruh dirinya di wilayah abu-abu antara dua sebutan itu mendapati bahwa ayat ini menyediakan dua sebutan saja. Pembaca dapat bertanya ke golongan mana dirinya sendiri ditaruh, dan atas dasar apa penempatan itu dilakukan, sebab pengetahuan yang dinyatakan ayat ini tidak bergantung pada penempatan itu.
- Kata kerja pengetahuan diulang untuk kedua golongan, sehingga Allah disebut pasti mengetahui orang-orang yang benar dengan kata kerja dan penegas yang sama seperti untuk para pendusta. Pengetahuan itu dengan begitu tidak hanya menyangkut kesalahan. Pembaca dapat membayangkan perbuatan baik yang tidak pernah dilihat siapa pun, lalu menimbang bahwa ayat ini menyebut orang yang benar sebagai pihak yang pasti diketahui Allah. Apa yang berubah pada pembaca bila ayat ini dibaca sebagai penegasan bahwa kebenaran seseorang pun diketahui Allah?
- Di sekitar kata kerja pengetahuan di 29:3 tidak tertulis kata waktu apa pun, sehingga ayat ini tidak menunda pengetahuan Allah ke hari tertentu. Pembaca yang membayangkan penilaian sebagai peristiwa di ujung jalan mendapati bahwa ayat ini menaruh pengetahuan itu tanpa tanggal. Ujian yang sedang berlangsung dan pengetahuan yang menyertainya berada dalam satu ayat yang sama. Bagaimana hari-hari pembaca terasa bila pengetahuan itu tidak menunggu satu hari tertentu untuk berlaku?
- Di 9:43 pengetahuan tentang orang-orang yang benar dan para pendusta dikaitkan dengan orang yang diajak bicara, sedangkan di 29:3 pengetahuan itu dikaitkan dengan Allah. Dua ayat itu tidak berbicara tentang keadaan yang sama, tetapi keduanya sama-sama menggunakan dua sebutan yang bersanding. Pembaca yang merasa mampu menilai kejujuran orang di sekitarnya dapat melihat bahwa ayat ini menyebut Allah sebagai pihak yang pasti mengetahui kedua golongan. Seberapa yakin pembaca bahwa penilaiannya atas kejujuran orang lain sama dengan apa yang diketahui Allah?
- Di 29:11 kerangka kalimat 29:3 dipakai lagi, dengan orang-orang yang beriman dan orang-orang munafik menempati tempat yang di 29:3 diisi orang-orang yang benar dan para pendusta. Dua pasangan sebutan itu dapat dibaca sebagai dua cara menamai garis pemisah yang sama, meskipun ayat-ayatnya tidak menyatakan keduanya setara. Apa yang berubah pada cara pembaca menilai imannya bila ayat ini menawarkan sebutan benar dan dusta?