أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ أَنْ يَسْبِقُونَا ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

Ataukah orang-orang yang mengerjakan keburukan itu mengira bahwa mereka akan luput dari Kami? Betapa buruk apa yang mereka putuskan itu!

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ أَنْ يَسْبِقُونَاam hasiba lladziina ya'maluuna s-sayyi'aati an yasbiquunaaataukah orang-orang yang mengerjakan keburukan itu mengira bahwa mereka akan luput dari Kami
  2. سَاءَ مَا يَحْكُمُونَsaa'a maa yahkumuunabetapa buruk apa yang mereka putuskan itu

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. أَمْamataukah
  2. حَسِبَhasibamengira
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. يَعْمَلُونَya'maluunamereka kerjakan
  5. السَّيِّئَاتِs-sayyi'aatikeburukan
  6. أَنْanbahwa
  7. يَسْبِقُونَاyasbiquunaamereka mendahului Kami
  8. سَاءَsaa'aseburuk-buruk
  9. مَاmaaapa yang
  10. يَحْكُمُونَyahkumuunamereka memutuskan

Inti bacaan

Kalimat (سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ, saa'a maa yahkumuuna) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:136, 16:59, 29:4, dan 45:21.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (أَمْ حَسِبَ, am hasiba) yang berarti "ataukah mengira". Kata (أَمْ, am) yang berarti "ataukah" meneruskan pertanyaan 29:2 dengan kata kerja yang sama, (حَسِبَ, hasiba), tetapi pelakunya digambarkan dengan keterangan baru. Rangkaian am hasiba muncul tiga kali, yaitu di 29:4, 45:21, dan 47:29. Di ketiganya pelaku kata kerja itu adalah kelompok yang dikenali lewat satu keterangan. Di 29:4 keterangannya (الَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ, lladziina ya'maluuna s-sayyi'aati) yang berarti "orang-orang yang mengerjakan keburukan", di 45:21 (الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ, lladziina jtarahuu s-sayyi'aati) yang berarti "orang-orang yang melakukan keburukan", dan di 47:29 (الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ, lladziina fii quluubihim maradhun) yang berarti "orang-orang yang di hatinya ada penyakit".

Rangkaian (يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ, ya'maluuna s-sayyi'aati) muncul tiga kali, yaitu di 4:18, 11:78, dan 29:4. Kata (السَّيِّئَاتِ, s-sayyi'aati) berakar س-و-ء, akar yang sama dengan kata (سَاءَ, saa'a) di akhir ayat ini yang berarti "buruk". Terjemahan memakai "keburukan" untuk kata benda itu, sama dengan 4:18, 11:78, 45:21, dan 29:7. Pembaca yang membaca 29:4 dan 29:7 berturut-turut menemukan kata yang sama di dua ayat yang isinya berbeda. Di 29:7 bunyinya (سَيِّئَاتِهِمْ, sayyi'aatihim) yang berarti "keburukan-keburukan mereka", dan di sana keburukan itu dihapus, sedangkan di 29:4 pelakunya mengira dapat mendahului.

Kata kerja (يَسْبِقُونَا, yasbiquunaa) berakar س-ب-ق dan tersusun dari yasbiquu yang berarti "mereka mendahului" dan akhiran -naa yang berarti "Kami". Bentuk dengan pelaku mereka yang sedang berlangsung ini muncul dua kali, yaitu di 21:27 dan 29:4. Di 21:27 bunyinya (لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ, laa yasbiquunahu bi-l-qawli) yang berarti "mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan", lengkap dengan keterangan cara. Di 29:4 kata kerja itu tidak diberi keterangan cara dan langsung bersambung dengan Kami sebagai pihak yang hendak didahului. Terjemahan memilih "luput dari Kami" karena pelaku dibayangkan mendahului sampai tidak terjangkau. Pilihan itu sejalan dengan 8:59, (سَبَقُوا, sabaquu) yang berarti "lolos mendahului", dan dengan 29:39, (وَمَا كَانُوا سَابِقِينَ, wa-maa kaanuu saabiqiina) yang berarti "dan mereka bukanlah orang-orang yang dapat lolos". Ayat 29:39 berada di surah yang sama dan, untuk Qarun, Firaun, dan Haman yang disebut di ayat itu, dapat dibaca sebagai penyangkalan atas anggapan di 29:4.

Kalimat penutup (سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ, saa'a maa yahkumuuna) yang berarti "betapa buruk apa yang mereka putuskan itu" memuat kata kerja (يَحْكُمُونَ, yahkumuuna) dari akar ح-ك-م. Kalimat persis saa'a maa yahkumuuna muncul empat kali, yaitu di 6:136, 16:59, 29:4, dan 45:21. Di keempatnya kalimat itu menutup keterangan tentang sesuatu yang telah diputuskan sekelompok orang, sehingga putusan mereka sendiri yang dinilai. Di dua di antaranya, 29:4 dan 45:21, kalimat itu menutup pertanyaan yang dibuka dengan am hasiba. Terjemahan memakai "putuskan" untuk kata kerja itu, sejalan dengan 16:59 dan 45:21, dan sejalan dengan padanan "memutuskan" untuk kata kerja akar ح-ك-م pada keputusan atas perselisihan di ayat-ayat lain. Putusan di 29:4 menunjuk pada anggapan yang disebut tepat sebelumnya, yaitu bahwa mereka dapat mendahului Kami. Ayat ini tidak menyebut apa yang menimpa mereka, sehingga terjemahan membiarkan "luput dari Kami" tanpa tambahan seperti "azab".

Tafsiran

Ayat ini mengajukan pertanyaan kedua surah ini dengan bentuk yang sama seperti 29:2, tetapi untuk pelaku dan anggapan yang berbeda. Di 29:2 anggapannya adalah dibiarkan tanpa ujian, dan di sini anggapannya adalah mendahului Kami. Kedua pertanyaan dipisahkan satu ayat, yaitu 29:3, yang menyatakan bahwa Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan para pendusta. Ayat 29:4 tidak mengulang pernyataan itu, tetapi bagian akhirnya menaruh anggapan para pelaku keburukan di bawah penilaian, sebab putusan mereka sendiri dinilai buruk.

Sebutan para pelaku keburukan di sini tidak dihubungkan dengan sebutan para pendusta di 29:3, dan ayat ini tidak menyatakan bahwa keduanya golongan yang sama. Ayat 29:7 kemudian memakai kata keburukan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, dan keburukan mereka di sana akan dihapus oleh Kami. Kata keburukan di surah ini dengan begitu muncul pada dua sisi, sisi orang yang mengira dapat mendahului dan sisi orang yang keburukannya dihapus.

Pertanyaan dengan am hasiba terdapat juga di dua ayat lain yang membongkar anggapan sebuah kelompok. Di 45:21 anggapan yang dibongkar adalah bahwa pelaku keburukan akan diperlakukan sama dengan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sama kehidupan dan kematiannya, dan di 47:29 anggapan orang-orang yang di hatinya ada penyakit bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka. Pada ketiga ayat itu pertanyaan menyasar sesuatu yang dipegang sebuah kelompok tentang bagaimana kelompok itu akan diperlakukan, dan di 29:4 anggapan itu menyangkut kemungkinan untuk luput.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja mendahului membayangkan dua pihak yang bergerak, dan ayat ini menaruh Kami sebagai pihak yang hendak didahului. Pembaca yang membayangkan masalah sebagai sesuatu yang bisa dihindari dengan bergerak lebih cepat mendapati bahwa ayat ini bertanya tentang anggapan itu dengan menyebut siapa yang dikejar. Di 29:39 Qarun, Firaun, dan Haman disebut bukan orang-orang yang dapat lolos, sehingga gambaran lomba itu punya contoh yang dinamai. Apa yang terlihat berbeda dari sebuah usaha menghindar bila pembaca tahu siapa yang berada di garis akhirnya?
  • Ayat ini menutup dengan penilaian atas putusan, yaitu betapa buruk apa yang mereka putuskan. Sasaran penilaiannya adalah keputusan yang diambil kelompok itu tentang nasibnya sendiri, dan ayat tidak menunggu mereka menyebutkan alasannya. Pembaca dapat melihat bahwa seseorang bisa memutuskan sesuatu tentang dirinya tanpa pernah mengucapkannya, dan putusan semacam itu pun dapat dinilai. Putusan apa yang selama ini diambil pembaca tentang dirinya, misalnya bahwa dirinya aman atau tidak akan dimintai apa pun, tanpa pernah meminta penilaian dari pihak lain?
  • Surah ini bertanya dua kali dengan kata kerja mengira, dan anggapannya berbeda, yaitu dibiarkan tanpa ujian di 29:2 dan mendahului Kami di 29:4. Di antara keduanya, 29:3 menyebut bahwa Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan para pendusta. Pembaca dapat memperhatikan bahwa dua anggapan itu berasal dari keadaan yang berlawanan, satu dari orang yang mengucapkan iman dan satu dari orang yang mengerjakan keburukan, tetapi kedua-duanya ditanyakan. Dalam diri pembaca sendiri, anggapan manakah yang lebih sering muncul, dan bagaimana anggapan itu berubah bila Allah, yang menurut 29:3 pasti mengetahui, disertakan di dalamnya?
  • Kata keburukan di 29:4 dan di 29:7 adalah kata yang sama, tetapi di antara keduanya berdiri 29:5 dan 29:6. Ayat 29:5 menyebut orang yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, dan 29:6 menyebut orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk dirinya sendiri. Pembaca yang membaca keempat ayat itu berurutan melihat keburukan ditempatkan di kedua ujung, dengan harapan bertemu Allah dan usaha di tengahnya. Apa arti keburukan bagi orang yang sedang berharap bertemu dengan-Nya?
  • Pertanyaan dengan kata kerja mengira dibuka dengan am hasiba untuk tiga kelompok yang berbeda, yaitu pelaku keburukan di 29:4, pelaku keburukan yang membayangkan diperlakukan sama dengan orang beriman di 45:21, dan orang yang di hatinya ada penyakit di 47:29, yang mengira Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka. Pada ketiganya anggapan yang dipertanyakan menyangkut bagaimana mereka akan diperlakukan. Pembaca dapat bertanya anggapan apa yang tersimpan di balik caranya menjalani hari, tentang bagaimana Allah akan memperlakukannya, dan apakah anggapan itu pernah diperiksa?
  • Ayat ini menyebut kata Kami sebagai pihak yang hendak didahului dan tidak menamai apa yang menimpa kelompok itu. Pembaca yang mencari bentuk akibatnya dalam ayat ini tidak menemukannya, dan harus mencarinya di ayat lain. Ayat 29:5 yang menyusul menyebut pertemuan dengan Allah dan waktu Allah yang pasti datang, tanpa menghubungkannya dengan pertanyaan di 29:4. Apa yang dibayangkan pembaca ketika sebuah ayat menyebut pihak yang hendak didahului tanpa menyebut apa yang menunggu di garis akhir?