مَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لَآتٍ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, sesungguhnya waktu Allah pasti datang. Dia Yang Mendengar lagi Sang Berilmu.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. مَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِman kaana yarjuu liqaa'a llaahisiapa yang mengharapkan pertemuan dengan Allah
  2. فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لَآتٍfa-inna ajala llaahi la-aatinsesungguhnya waktu Allah pasti datang
  3. وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُwa-huwa s-samii'u l-'aliimudan Dia Yang Mendengar lagi Sang Berilmu

Terjemahan per kata (12 kata)

  1. مَنْmanorang yang
  2. كَانَkaanaadalah
  3. يَرْجُوyarjuumengharapkan
  4. لِقَاءَliqaa'apertemuan
  5. اللَّهِllaahiAllah
  6. فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
  7. أَجَلَajalaajal
  8. اللَّهِllaahiAllah
  9. لَآتٍla-aatinbenar-benar akan datang
  10. وَهُوَwa-huwadan Dia
  11. السَّمِيعُs-samii'uYang Mendengar
  12. الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu

Inti bacaan

Harapan yang bermakna: 'siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Allah, sesungguhnya waktu yang dijanjikan Allah pasti datang', kepastian yang menenangkan bagi mereka yang menantikan momen akuntabilitas dengan harapan, bukan ketakutan semata.

Penjelasan pilihan kata

'Ajala llaahi' ('waktu Allah', akar Ajl) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(yang dijanjikan)': kepastian datangnya waktu itu sudah tersirat dari struktur penegasan kalimat.

Tafsiran

Ayat ini menenangkan yang menanti pertemuan dengan Allah: harapan itu bukan sia-sia, waktunya pasti tiba.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menjawab yang menunggu dengan kepastian, bukan dengan tanggal. Waktunya pasti datang. Kapannya tidak disebutkan.
  • Yang diharapkan bukan hadiah, melainkan perjumpaan. Isi harapan sudah menunjukkan siapa yang berharap. Arahnya kelihatan dari yang dinanti.
  • Yang menunggu disebut didengar, yang ditunggu disebut diketahui. Allah menutup ayat dengan dua sifat itu. Penantian tidak berlangsung di ruang kosong.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').