وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۚ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Kami telah mewasiatkan kepada manusia agar berbuat kebaikan kepada kedua orang tuanya. Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, janganlah engkau menaati keduanya. Hanya kepada-Ku kalian kembali, lalu Aku beritakan kepada kalian apa yang selama ini kalian kerjakan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًاwa-washshaynaa l-insaana bi-waalidayhi husnanKami telah mewasiatkan kepada manusia agar berbuat kebaikan kepada kedua orang tuanya
  2. وَإِنْ جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَاwa-in jaahadaaka li-tusyrika bii maa laysa laka bihi 'ilmun fa-laa tuthi'humaajika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, janganlah engkau menaati keduanya
  3. إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَilayya marji'ukum fa-unabbi'ukum bi-maa kuntum ta'maluunahanya kepada-Ku kalian kembali, lalu Aku beritakan kepada kalian apa yang selama ini kalian kerjakan

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. وَوَصَّيْنَاwa-washshaynaadan Kami mewasiatkan
  2. الْإِنْسَانَl-insaanamanusia
  3. بِوَالِدَيْهِbi-waalidayhikepada kedua orang tuanya
  4. حُسْنًاhusnanyang baik
  5. وَإِنْwa-indan jika
  6. جَاهَدَاكَjaahadaakakeduanya memaksamu
  7. لِتُشْرِكَli-tusyrikaagar engkau mempersekutukan
  8. بِيbiikepada-Ku
  9. مَاmaaapa yang
  10. لَيْسَlaysabukanlah
  11. لَكَlakabagimu
  12. بِهِbihitentangnya
  13. عِلْمٌ'ilmunpengetahuan
  14. فَلَاfa-laamaka janganlah
  15. تُطِعْهُمَاtuthi'humaaengkau menaati keduanya
  16. إِلَيَّilayyakepada-Ku
  17. مَرْجِعُكُمْmarji'ukumtempat kembali kalian
  18. فَأُنَبِّئُكُمْfa-unabbi'ukummaka Aku beritakan kepada kalian
  19. بِمَاbi-maapada apa yang
  20. كُنْتُمْkuntumkalian selalu
  21. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan

Inti bacaan

Susunan (فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, fa-unabbi'ukum bi-maa kuntum ta'maluuna) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:8 dan 31:15.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَوَصَّيْنَا, wa-washshaynaa) yang berarti "dan Kami mewasiatkan", dari akar و-ص-ي. Bentuk washshaynaa muncul lima kali di lima surah, yaitu 4:131, 29:8, 31:14, 42:13, dan 46:15. Susunan (وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ, wa-washshaynaa l-insaana bi-waalidayhi) yang berarti "dan Kami mewasiatkan kepada manusia mengenai kedua orang tuanya" ada di tiga ayat: 29:8, 31:14, dan 46:15. Isi wasiat pada ketiganya berbeda. Di 29:8 isinya (حُسْنًا, husnan) yang berarti "kebaikan", di 46:15 isinya (إِحْسَانًا, ihsaanan) yang berarti "berbuat baik", dan di 31:14 wasiat itu disusul uraian tentang ibu sebelum perintah bersyukur.

Kata husnan ada di lima ayat, yaitu 2:83, 18:86, 27:11, 29:8, dan 42:23. Di 27:11, (ثُمَّ بَدَّلَ حُسْنًا بَعْدَ سُوءٍ, tsumma baddala husnan ba'da suu'in) berarti "kemudian mengganti dengan kebaikan setelah keburukan", sehingga husnan di sana berupa kata benda "kebaikan". Kata benda itu di 29:8 tidak disertai kata kerja, maka terjemahan menambahkan "agar berbuat" supaya kalimat Indonesianya utuh, dan memakai "kebaikan" untuk husnan seperti di 27:11.

Kata (جَاهَدَاكَ, jaahadaaka) yang berarti "keduanya memaksamu" berakar ج-ه-د. Kata ini terdiri atas kata kerja, akhiran -aa untuk dua pelaku, dan akhiran -ka untuk satu orang yang dituju. Susunan (وَإِنْ جَاهَدَاكَ, wa-in jaahadaaka) ada di 29:8 dan 31:15 saja. Akar yang sama muncul tiga kali lagi di surah ini, yaitu (جَاهَدَ, jaahada) dan (يُجَاهِدُ, yujaahidu) di 29:6, dan (جَاهَدُوا, jaahaduu) di 29:69. Terjemahan memakai "berusaha dengan sungguh-sungguh" di 29:6 dan "berjuang" di 29:69, karena kedua ayat itu tidak mengarahkan usahanya kepada orang lain. Di 29:8 kata kerja itu membawa objek -ka dan tujuan (لِتُشْرِكَ, li-tusyrika) yang berarti "agar engkau mempersekutukan", sehingga usahanya terarah kepada seseorang supaya orang itu mengerjakan sesuatu. Pilihan "memaksa" untuk usaha semacam itu adalah pembacaan, dan susunan kata kerjanya sendiri tidak memastikannya. Cara usahanya tidak disebut, apakah ucapan, bujukan, atau tekanan, maka terjemahan tidak menambahkan keterangan cara. Dengan akar yang sama, usaha sungguh-sungguh ada pada dua pihak: orang yang berusaha untuk dirinya di 29:6, dan kedua orang tua yang berusaha atas anaknya di 29:8.

Kata (لِتُشْرِكَ بِي, li-tusyrika bii) yang berarti "agar engkau mempersekutukan Aku" berakar ش-ر-ك. Huruf li menandai tujuan usaha kedua orang tua itu. Susunan li-tusyrika bii ada di 29:8 saja; di 31:15 tujuan yang sama ditulis (عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي, 'alaa an tusyrika bii) yang berarti "supaya engkau mempersekutukan Aku". Sesuatu yang dipersekutukan dengan Allah diterangkan oleh (مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ, maa laysa laka bihi 'ilmun) yang berarti "sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentangnya". Susunan ini muncul empat kali di empat surah, yaitu 11:46, 17:36, 29:8, dan 31:15. Di 11:46 susunan itu menerangkan hal yang dilarang untuk dimohon, dan di 17:36 menerangkan hal yang dilarang untuk diikuti. Di 29:8 dan 31:15 susunan itu menerangkan sesuatu yang diminta untuk dipersekutukan dengan Allah. Kata (عِلْمٌ, 'ilmun) berakar ع-ل-م, dan terjemahan 29:8 memakai "ilmu" seperti 31:15.

Kata (فَلَا تُطِعْهُمَا, fa-laa tuthi'humaa) yang berarti "maka janganlah engkau menaati keduanya" berakar ط-و-ع. Susunan persis ini ada di 29:8 dan 31:15 saja. Larangan menaati dengan akar yang sama ada juga di 18:28, 68:10, 76:24, dan 96:19, serta dengan (فَلَا تُطِعِ, fa-laa tuthi'i) di 25:52, 33:1, 33:48, dan 68:8. Terjemahan memakai "menaati" di 31:15, 33:1, 68:8, dan 96:19, dan 29:8 memakai padanan yang sama. Huruf fa yang berarti "maka" menyambungkan larangan itu dengan syarat sebelumnya, yaitu jika keduanya memaksa. Larangan ditujukan kepada satu orang dan menyangkut dua orang, sesuai akhiran -humaa yang berarti "keduanya". Dua sikap di ayat ini ditulis dengan dua kata dari dua akar berbeda: husnan dari ح-س-ن untuk kebaikan, dan tuthi'humaa dari ط-و-ع untuk menaati.

Kata (إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ, ilayya marji'ukum) yang berarti "hanya kepada-Ku kalian kembali" meletakkan ilayya "kepada-Ku" di depan marji'ukum "tempat kembali kalian", dan terjemahan menandai urutan itu dengan "hanya". Susunan ini ada di tiga ayat, yaitu 3:55, 29:8, dan 31:15. Di 3:55 dan 31:15 susunan itu didahului (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian", sedangkan di 29:8 tidak. Kata marji'ukum berakar ر-ج-ع dan ada di 11 ayat pada delapan surah, yaitu 3:55, 5:48, 5:105, 6:60, 6:164, 10:4, 10:23, 11:4, 29:8, 31:15, dan 39:7. Akhiran -kum yang berarti "kalian" berbeda dari -ka di bagian awal ayat: sampai jaahadaaka yang dituju satu orang, mulai marji'ukum yang dituju banyak orang. Siapa saja yang termasuk dalam "kalian" tidak disebut.

Kata (فَأُنَبِّئُكُمْ, fa-unabbi'ukum) yang berarti "lalu Aku beritakan kepada kalian" berakar ن-ب-أ. Susunan (فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ, fa-unabbi'ukum bi-maa kuntum ta'maluuna) ada di 29:8 dan 31:15 saja. Dengan pelaku Dia, kata kerja yang sama ada di 6:164, (فَيُنَبِّئُكُمْ, fa-yunabbi'ukum) yang berarti "lalu Dia memberitakan kepada kalian". Terjemahan 29:8 memakai "beritakan", sejajar dengan "memberitakan" di 6:164 dan "Kami beritakan" di 10:23. Isi pemberitaannya adalah apa yang kalian kerjakan, dan kata kerjanya, (تَعْمَلُونَ, ta'maluuna), berakar ع-م-ل, akar yang sama dengan (يَعْمَلُونَ, ya'maluuna) di penutup 29:7.

Tafsiran

Ayat ini menaruh satu keluarga di tengah dua janji untuk orang beriman. Ayat 29:7 dan 29:9 dibuka dengan kata yang sama, dan 29:8 berada di antara keduanya dengan isi yang lain: wasiat kebaikan kepada kedua orang tua, larangan menaati mereka dalam satu perkara, dan kepastian bahwa semua pihak kembali kepada Aku.

Ayat ini bergerak dari yang umum ke yang pribadi lalu ke yang banyak. Kata (الْإِنْسَانَ, l-insaana) yang berarti "manusia" membuka wasiat untuk siapa saja. Akhiran -ka pada jaahadaaka dan laka menyempitkannya menjadi satu orang yang sedang ditekan. Akhiran -kum pada marji'ukum dan kuntum melebarkannya lagi menjadi banyak orang.

Tekanan di ayat ini datang dari dua orang yang paling dekat dengan yang ditekan. Dua ayat sesudahnya menyebut tekanan dari arah lain, yaitu manusia yang menyakiti di 29:10 dan orang-orang kufur yang mengajak di 29:12. Dengan begitu blok ini memuat tiga arah tekanan, dan hanya yang pertama diawali perintah berbuat baik kepada pihak yang menekan.

Wasiat di 29:8 langsung disusul larangan, tanpa uraian tentang jerih payah ibu. Di 31:14 wasiat yang sama diikuti uraian tentang ibu yang mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan tentang penyapihan dalam dua tahun. Ayat 31:15 lalu memuat larangan menaati yang sama beserta (وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا, wa-shaahibhumaa fii d-dunyaa ma'ruufan) yang berarti "dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik". Ayat 29:8 merangkum urutan itu dalam satu ayat: kebaikan di awal, larangan di tengah, kembali di akhir. Pergaulan yang baik di 31:15 tidak ada di 29:8; kebaikan di sini terdapat pada kata husnan di kalimat pertama.

Karena kebaikan dan menaati ditulis dengan dua kata dari dua akar, ayat ini memungkinkan penolakan atas satu permintaan berjalan bersama kebaikan kepada orang yang meminta. Ayat tidak menjelaskan cara menolaknya. Penutup ayat memindahkan persoalan dari dua orang tua dan satu anak ke Aku sebagai tempat kembali semua pihak, dan ke pekerjaan semua pihak, dengan akar yang sama seperti penutup 29:7.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 29:8 menyebut wasiat kebaikan kepada kedua orang tua lebih dulu, baru kemudian batasnya. Allah mengatur urutan itu sehingga larangan menaati terbaca sebagai pengecualian dari wasiat yang sudah berdiri, dan bukan sebagai pembatalannya. Pembaca yang sedang berselisih dengan orang tuanya tentang keyakinan dapat memperhatikan bahwa kalimat pertama yang sampai kepadanya berupa wasiat, dan bahwa larangan datang sesudah kalimat itu tanpa menghapusnya. Apakah kalimat pertama itu yang lebih dulu diingat saat perselisihan dimulai, atau kalimat kedua?
  • Ayat ini memakai dua kata berbeda untuk dua sikap terhadap orang yang sama, yaitu kebaikan dan menaati. Karena kata-katanya berbeda, seseorang dapat menolak sebuah permintaan tanpa berhenti berbuat baik, dan ayat ini tidak memberi tanda bahwa menolak berarti berhenti. Allah menaruh keduanya dalam satu ayat tanpa menyuruh pembaca memilih salah satu. Penolakan yang disampaikan dengan nada yang melukai dapat diperiksa dengan satu pertanyaan: apakah larangan menaati sedang dijalankan, atau wasiat kebaikan sedang diabaikan?
  • Dalam blok ini tekanan datang dari tiga arah, yaitu kedua orang tua di 29:8, manusia yang menyakiti di 29:10, dan orang-orang kufur yang mengajak di 29:12. Hanya pada tekanan pertama ayat menaruh perintah berbuat baik kepada pihak yang menekan. Atas tekanan yang paling dekat itu, ayat ini menjawab dengan penutupnya, yaitu kepada-Ku kalian kembali. Pembaca yang merasakan tekanan terberat datang dari orang yang paling dekat dapat membaca ayat ini sebagai pengakuan bahwa keadaan semacam itu ada, dan bahwa Allah menyebutnya tanpa menyatakan siapa yang menang di dunia. Apa yang terjadi pada sebuah persoalan rumah tangga bila penyelesaiannya diletakkan di luar rumah itu?
  • Ayat ini berpindah dari engkau yang tunggal pada larangan ke kalian yang banyak pada penutup. Keputusan menolak jatuh pada satu orang, tetapi pemberitaan atas pekerjaan ditujukan kepada banyak orang. Ayat tidak menyebut siapa saja yang masuk ke dalam kalian itu, sehingga tidak dapat dipastikan apakah orang yang menekan dan orang yang ditekan sama-sama berada di sana. Pembaca dapat bertanya apakah penutup ini layak dibaca sebagai pertemuan yang disediakan Dia bagi dua pihak yang sedang berselisih, sambil mengingat bahwa pembacaan itu bersifat kemungkinan?
  • Penutup ayat ini menyebut pemberitaan atas apa yang selama ini dikerjakan, dan akar kata kerja itu sama dengan akar penutup 29:7. Dua ayat berurutan berakhir pada pekerjaan, yang satu dengan janji balasan yang terbaik dan yang lain dengan pemberitaan. Maka perselisihan dengan orang tua, bersama kebaikan yang tetap diberikan di tengahnya, termasuk pekerjaan yang akan diberitakan. Allah tidak menyebut pemberitaan itu sebagai vonis; kata yang dipakai adalah memberitakan. Bagaimana kabar yang akan Dia sampaikan tentang bagian pekerjaan yang paling sulit diceritakan kepada orang tua sendiri?
  • Ayat ini menyebut sesuatu yang tidak ada ilmu tentangnya bagi orang yang diminta mempersekutukan, dan frasa serupa di 17:36 menjadi larangan mengikuti sesuatu yang tidak diketahui, disertai pendengaran, penglihatan, dan hati yang akan dimintai pertanggungjawaban. Kedua ayat berbicara tentang hal yang berbeda, yang satu tentang permintaan orang tua dan yang lain tentang sikap mengikuti secara umum. Keduanya menyebut ketiadaan ilmu pada sesuatu yang diminta untuk diterima atau diikuti. Seseorang yang diminta menerima sesuatu oleh orang yang dihormatinya dapat bertanya, apa yang diketahuinya tentang hal itu sendiri, di luar rasa hormatnya kepada yang meminta?