وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُدْخِلَنَّهُمْ فِي الصَّالِحِينَ
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, pasti akan Kami masukkan mereka ke dalam golongan orang-orang saleh.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِwa-lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaatidan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh
- لَنُدْخِلَنَّهُمْ فِي الصَّالِحِينَla-nudkhilannahum fii sh-shaalihiinapasti akan Kami masukkan mereka ke dalam golongan orang-orang saleh
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- وَعَمِلُواwa-'amiluudan beramal
- الصَّالِحَاتِsh-shaalihaatikebajikan
- لَنُدْخِلَنَّهُمْla-nudkhilannahumsungguh Kami akan memasukkan mereka
- فِيfiike dalam
- الصَّالِحِينَsh-shaalihiinaorang-orang saleh
Inti bacaan
Susunan (لَنُدْخِلَنَّهُمْ فِي الصَّالِحِينَ, la-nudkhilannahum fii sh-shaalihiina) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:9.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ, wa-lladziina aamanuu wa-'amiluu sh-shaalihaati) yang berarti "dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh", sama dengan pembuka 29:7. Pembuka itu ada di 11 ayat pada delapan surah, dan Surah 29 memuatnya tiga kali, yaitu di 29:7, 29:9, dan 29:58. Sambungannya tidak selalu sama. Di 29:7 sambungannya penghapusan dan balasan, di 29:58 penempatan di kamar-kamar taman, dan di 4:57 serta 4:122 sambungannya (سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ, sa-nudkhiluhum jannaatin) yang berarti "akan Kami masukkan mereka ke taman-taman".
Kata (لَنُدْخِلَنَّهُمْ, la-nudkhilannahum) yang berarti "pasti akan Kami masukkan mereka" berakar د-خ-ل. Awalan la- dan akhiran -nna menegaskan, dan pelakunya adalah Kami. Bentuk persis ini ada di 29:9 saja. Dengan pelaku Aku, kata kerja sejenis ada di 3:195, (وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ, wa-la-udkhilannahum) yang berarti "dan pasti Aku masukkan mereka". Ayat 29:9 berbeda dari 4:57 dan 4:122 pada dua hal. Kata kerja di 4:57 dan 4:122 memakai sa- yang berarti "akan" dan tidak memakai penegas la-, sedangkan di 29:9 penegasnya lengkap. Kata benda sesudah kata kerja di 4:57 dan 4:122 menyebut tempat, yaitu jannaatin "taman-taman", sedangkan di 29:9 kata benda itu menyebut sekelompok orang.
Tujuan masuk di 29:9 adalah (فِي الصَّالِحِينَ, fii sh-shaalihiina) yang berarti "ke dalam golongan orang-orang saleh". Huruf fii berarti "dalam", dan kata sesudahnya, (الصَّالِحِينَ, sh-shaalihiina), menyebut orang. Kata "golongan" tidak punya pasangan kata Arab. Terjemahan menambahkannya karena "masuk ke dalam orang-orang" tidak terbaca utuh dalam bahasa Indonesia. Tambahan yang sama dipakai di 27:19, (وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ, wa-adkhilnii bi-rahmatika fii 'ibaadika sh-shaalihiina) yang berarti "dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". Susunan fii sh-shaalihiina ada di 29:9 saja. Di 21:75 dan 21:86 masuknya ke (فِي رَحْمَتِنَا, fii rahmatinaa) yang berarti "ke dalam rahmat Kami", dan kedudukan sebagai orang saleh disebut terpisah, yaitu (إِنَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ, innahu mina sh-shaalihiina) yang berarti "sesungguhnya dia termasuk golongan orang-orang yang saleh". Di 29:9 masuk dan kedudukan itu ditulis dalam satu frasa.
Akar ص-ل-ح muncul dua kali dalam ayat ini. Kata (الصَّالِحَاتِ, sh-shaalihaati) di awal menyebut perbuatan, dan sh-shaalihiina di akhir menyebut orang. Terjemahan memakai "saleh" pada keduanya sehingga akar itu terbaca dari awal sampai akhir ayat. Kata sh-shaalihiina ada di 23 ayat pada 18 surah, yaitu 2:130, 3:39, 3:46, 3:114, 4:69, 5:84, 6:85, 7:196, 9:75, 12:101, 16:122, 21:75, 21:86, 24:32, 26:83, 27:19, 28:27, 29:9, 29:27, 37:100, 37:112, 63:10, dan 68:50. Dua dari 23 ayat itu ada di surah ini. Ayat 29:27 memuat (وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ, wa-innahu fii l-aakhirati la-mina sh-shaalihiina) yang berarti "dan sesungguhnya di akhirat dia benar-benar termasuk orang-orang saleh", sehingga kata itu di Surah 29 dipakai untuk golongan yang dijanjikan di 29:9 dan untuk seorang tokoh yang disebut di 29:27.
Tafsiran
Ayat ini menjawab pembuka yang diulang dengan janji yang berbeda dari 29:7. Di 29:7 Kami bertindak atas keburukan dan pekerjaan mereka, yaitu menghapus dan membalas. Di 29:9 Kami bertindak atas orangnya, yaitu memasukkan mereka ke dalam sebuah golongan. Pergantian dari urusan perbuatan ke urusan kedudukan itu terjadi dengan pembuka yang sama, sehingga dua ayat ini terbaca sebagai dua sisi dari satu pihak yang dijanjikan.
Ayat 29:8 berdiri di antara keduanya dan menyebut kedua orang tua. Hubungan yang disebut di 29:8 berasal dari kelahiran, sedangkan golongan di 29:9 dibentuk oleh iman dan amal saleh yang disebut di pembukanya. Ayat 29:9 tidak menyatakan bahwa golongan itu menggantikan keluarga, dan 29:8 tidak menyatakan bahwa orang tua berada di luar golongan itu. Dua kelompok orang itu disebut dalam urutan yang berdekatan tanpa dihubungkan oleh teks.
Sesudah ayat ini, 29:10 menyebut orang lain, yaitu (مَنْ يَقُولُ آمَنَّا, man yaquulu aamannaa) yang berarti "orang yang berkata kami beriman". Pembuka 29:9 memakai dua kata kerja yang menyebut perbuatan, yaitu beriman dan mengerjakan, sedangkan 29:10 memakai kata kerja berkata. Pergantian dari yang dikerjakan ke yang diucapkan itu membuka pembicaraan tentang orang yang imannya diuji di 29:10, dan tentang pengetahuan Allah atas dua golongan di 29:11.
Ayat 29:58 mengulang pembuka itu sekali lagi untuk hasil yang ketiga. Dengan demikian pembuka yang sama diikuti tiga hasil di tiga tempat, dan 29:9 adalah yang menyebut kedudukan di antara orang lain.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 29:9 menyebut hasil bagi orang yang beriman dan beramal saleh sebagai masuk ke dalam sebuah golongan, dan tidak sebagai berdiri sendiri-sendiri. Allah menaruh mereka bersama orang-orang saleh yang lain, sehingga ayat ini menyebut kebersamaan sebagai bagian dari janji. Pembaca yang membayangkan imbalan sebagai sesuatu yang diterima seorang diri dapat memeriksa bayangannya dengan ayat ini, sebab kata terakhirnya menyebut banyak orang. Apa artinya bagi seseorang yang selama ini merasa bekerja sendirian bahwa janji yang dibacanya berakhir pada sebutan untuk sebuah kumpulan, dan bukan pada sebutan untuk satu orang?
- Ayat ini dibuka dengan amal-amal saleh dan ditutup dengan orang-orang saleh, dengan akar yang sama. Perbuatan di awal ayat menjadi sebutan bagi orang di akhir ayat. Allah menutup ayat ini dengan sebutan orang, sehingga pekerjaan yang disebut di pembuka berubah menjadi nama bagi yang mengerjakannya. Pembaca yang menghitung perbuatannya satu per satu dapat memperhatikan bahwa ayat ini bergerak dari hitungan ke sebutan. Sebutan apa yang akan melekat pada seseorang bila daftar perbuatannya dibaca dari ujung ke pangkal, dan apakah sebutan itu sama dengan yang dipakainya untuk dirinya hari ini?
- Di 4:57 dan 4:122 orang-orang beriman dan beramal saleh dimasukkan ke taman-taman, sedangkan di 29:9 tujuan masuknya adalah orang-orang saleh. Kedua jenis janji itu datang dari Allah dan tidak dibandingkan oleh ayat mana pun, tetapi ayat ini memperlihatkan bahwa tujuan masuk dapat berupa sekumpulan orang. Pembaca yang menakar imbalan dengan tempat dapat bertanya, siapa yang diharapkan berada di sekelilingnya bila tempat itu sudah tersedia, dan apakah daftar nama itu pernah ikut dipertimbangkan ketika membayangkan tempatnya.
- Ayat 29:8 menyebut kedua orang tua, dan ayat 29:9 menyebut orang-orang saleh. Dua kumpulan orang itu berdampingan dalam urutan ayat, dan tidak ada kalimat yang menyatakan golongan di 29:9 menggantikan keluarga, juga tidak ada yang menyatakan orang tua berada di luarnya. Pembaca yang menjauh dari keluarganya karena keyakinan dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut kumpulan lain tanpa mencabut wasiat kebaikan di ayat sebelumnya. Allah menyebut dua kumpulan itu berturut-turut tanpa menyuruh pembaca memilih salah satunya, dan tanpa mengatakan apakah keduanya akan bertemu.
- Ayat ini menaruh orang-orang beriman sebagai yang dimasukkan dan Allah sebagai yang memasukkan. Kedudukan di antara orang saleh dengan demikian diberikan oleh Dia, dan tidak diumumkan oleh orangnya sendiri. Di ayat berikutnya orang yang berkata kami beriman disebut dengan ucapannya sendiri, dan ayat itu ditutup dengan pertanyaan tentang siapa yang lebih mengetahui isi dada. Pembaca yang pernah merasa perlu meyakinkan orang lain tentang kedudukannya dapat bertanya, kedudukan apa yang sudah dimilikinya di hadapan Tuhan yang memasukkan, dan apakah kedudukan itu bertambah ketika orang lain diyakinkan?
- Pembuka ayat ini memakai dua kata kerja perbuatan, beriman dan mengerjakan, sedangkan 29:10 memakai kata kerja ucapan, yaitu berkata kami beriman. Dua ayat berurutan itu menaruh iman dalam dua bentuk, yang dikerjakan dan yang diucapkan. Janji Allah di 29:9 melekat pada bentuk pertama. Bila seseorang ditanya apa yang telah dikerjakannya dari imannya, daftar apa yang terlintas lebih dulu, dan apakah daftar itu lebih panjang daripada kalimat yang pernah diucapkannya tentang imannya?