وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ فَإِذَا أُوذِيَ فِي اللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِ وَلَئِنْ جَاءَ نَصْرٌ مِنْ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ ۚ أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ
Di antara manusia ada yang berkata, "Kami beriman kepada Allah," tetapi apabila dia disakiti karena Allah, dia menganggap cobaan manusia itu seperti siksaan Allah. Akan tetapi, jika datang pertolongan dari Tuhanmu, pasti mereka akan berkata, "Sesungguhnya kami bersama kalian." Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada seisi alam?
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِwa-mina n-naasi man yaquulu aamannaa bi-llaahidi antara manusia ada yang berkata, kami beriman kepada Allah
- فَإِذَا أُوذِيَ فِي اللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِfa-idzaa uudziya fii llaahi ja'ala fitnata n-naasi ka-'adzaabi llaahitetapi apabila dia disakiti karena Allah, dia menganggap cobaan manusia itu seperti siksaan Allah
- وَلَئِنْ جَاءَ نَصْرٌ مِنْ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْwa-la-in jaa'a nashrun min rabbika la-yaquulunna innaa kunnaa ma'akumakan tetapi, jika datang pertolongan dari Tuhanmu, pasti mereka akan berkata, sesungguhnya kami bersama kalian
- أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَa-wa-laysa llaahu bi-a'lama bi-maa fii shuduuri l-'aalamiinabukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada seisi alam
Terjemahan per kata (31 kata)
- وَمِنَwa-minadan dari
- النَّاسِn-naasimanusia
- مَنْmanorang yang
- يَقُولُyaquuluberkata
- آمَنَّاaamannaakami beriman
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- فَإِذَاfa-idzaamaka apabila
- أُوذِيَuudziyadisakiti
- فِيfiipada
- اللَّهِllaahiAllah
- جَعَلَja'alamenjadikan
- فِتْنَةَfitnatafitnah
- النَّاسِn-naasimanusia
- كَعَذَابِka-'adzaabiseperti azab
- اللَّهِllaahiAllah
- وَلَئِنْwa-la-indan sungguh jika
- جَاءَjaa'adatang
- نَصْرٌnashrunpertolongan
- مِنْmindari
- رَبِّكَrabbikaTuhanmu
- لَيَقُولُنَّla-yaquulunnasungguh mereka akan berkata
- إِنَّاinnaasesungguhnya kami
- كُنَّاkunnaakami adalah
- مَعَكُمْma'akumbersama kalian
- أَوَلَيْسَa-wa-laysaapakah tidak
- اللَّهُllaahuAllah
- بِأَعْلَمَbi-a'lamalebih mengetahui
- بِمَاbi-maapada apa yang
- فِيfiidalam
- صُدُورِshuduuridada
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Pembuka (وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ, wa-mina n-naasi man yaquulu aamannaa bi-llaahi) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 2:8 dan 29:10.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ, wa-mina n-naasi man yaquulu aamannaa bi-llaahi) yang berarti "di antara manusia ada yang berkata, kami beriman kepada Allah". Pembuka yang sama hanya ada di dua ayat, yaitu 2:8 dan 29:10. Di 2:8 pembuka itu disusul (وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ, wa-bi-l-yawmi l-aakhiri wa-maa hum bi-mu'miniina) yang berarti "dan kepada hari akhir, padahal mereka bukanlah orang-orang yang beriman", yaitu penilaian atas orangnya. Di 29:10 yang menyusul adalah perilaku orang itu ketika disakiti. Ucapan "kami beriman" ada juga di 29:2, (أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا, an yaquuluu aamannaa), yang disusul (وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ, wa-hum laa yuftanuuna) yang berarti "sedang mereka tidak diuji".
Kata (أُوذِيَ, uudziya) yang berarti "dia disakiti" berakar أ-ذ-ي. Bentuk persis ini ada di 29:10 saja. Kata kerjanya menempatkan orang itu sebagai penerima, dan pelaku yang menyakiti baru disebut sesudahnya sebagai (النَّاسِ, n-naasi) "manusia". Di 3:195 kata kerja seakar dipakai untuk orang yang disakiti dengan keterangan (وَأُوذُوا فِي سَبِيلِي, wa-uudzuu fii sabiilii) yang berarti "dan disakiti di jalan-Ku". Keterangan di 29:10 adalah (فِي اللَّهِ, fii llaahi), yang diterjemahkan "karena Allah". Susunan fii llaahi ada di 11 ayat pada sembilan surah, yaitu 2:139, 6:80, 13:13, 14:10, 16:41, 22:3, 22:8, 22:78, 29:10, 31:20, dan 42:16, dan padanannya mengikuti kata kerja yang mendahuluinya. Di 16:41, (هَاجَرُوا فِي اللَّهِ, haajaruu fii llaahi) berarti "berhijrah karena Allah". Di 22:78, (وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ, wa-jaahiduu fii llaahi) berarti "dan berjuanglah pada jalan Allah". Di 2:139, (أَتُحَاجُّونَنَا فِي اللَّهِ, a-tuhaajjuunanaa fii llaahi) berarti "apakah kalian berhujah dengan kami tentang Allah". Kata kerja uudziya menyebut penderitaan, sama seperti hijrah di 16:41, maka terjemahan 29:10 memakai "karena Allah".
Kata (فِتْنَةَ, fitnata) berakar ف-ت-ن. Susunan (جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِ, ja'ala fitnata n-naasi ka-'adzaabi llaahi) yang berarti "dia menganggap cobaan manusia itu seperti siksaan Allah" ada di 29:10 saja. Akar ف-ت-ن muncul di 29:2, 29:3, dan 29:10, yaitu (يُفْتَنُونَ, yuftanuuna) "diuji" di 29:2, (فَتَنَّا, fatannaa) "Kami telah menguji" di 29:3, dan fitnata di 29:10. Di 29:3 yang menguji adalah Kami, sedangkan di 29:10 fitnah itu disandarkan kepada manusia dalam (فِتْنَةَ النَّاسِ, fitnata n-naasi). Satu akar dipakai untuk ujian dari Allah dan ujian dari manusia, dan terjemahan memakai "cobaan" pada fitnata, sejalan dengan "menguji" pada akar yang sama di 29:3.
Kata kerja (جَعَلَ, ja'ala) diterjemahkan "menjadikan" di tempat lain, misalnya (فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ, fa-ja'alahum ka-'ashfin ma'kuulin) yang berarti "Dia menjadikan mereka seperti jerami yang habis dimakan" di 105:5. Di sana pelakunya mengubah keadaan sesuatu. Di 29:10 cobaan manusia sudah ada ketika orang itu disakiti, sehingga kata kerja ini terbaca sebagai penilaiannya atas cobaan itu, dan terjemahan memakai "menganggap". Huruf ka- yang berarti "seperti" menaruh cobaan manusia dan siksaan Allah pada satu timbangan. Susunan (كَعَذَابِ اللَّهِ, ka-'adzaabi llaahi) ada di 29:10 saja, dan (عَذَابِ اللَّهِ, 'adzaabi llaahi) tanpa ka- ada di 12:107, 14:21, 29:10, dan 29:29.
Kata (نَصْرٌ, nashrun) yang berarti "pertolongan" berakar ن-ص-ر. Rangkaian (وَلَئِنْ جَاءَ نَصْرٌ مِنْ رَبِّكَ, wa-la-in jaa'a nashrun min rabbika) yang berarti "dan jika datang pertolongan dari Tuhanmu" ada di 29:10 saja, sedangkan (نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ, nashrun mina llaahi) yang berarti "pertolongan dari Allah" ada di 61:13. Di 29:10 sumbernya disebut (رَبِّكَ, rabbika) yang berarti "Tuhanmu", dengan akhiran -ka untuk satu orang yang diajak bicara, padahal bagian lain ayat ini menyebut Allah dengan nama-Nya. Ucapan yang menyusul, (إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ, innaa kunnaa ma'akum) yang berarti "sesungguhnya kami bersama kalian", ada di 29:10 saja. Ucapan yang sejajar ada di 4:141, (قَالُوا أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ, qaaluu a-lam nakun ma'akum) yang berarti "mereka berkata, bukankah kami bersama kalian", sesudah (فَإِنْ كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِنَ اللَّهِ, fa-in kaana lakum fathun mina llaahi) yang berarti "apabila kalian mendapat kemenangan dari Allah". Di 29:10 dan 4:141 ucapan itu muncul setelah pertolongan atau kemenangan datang. Kata kerja di awal ayat berbentuk tunggal, (يَقُولُ, yaquulu) "dia berkata", dan yang kedua berbentuk banyak, (لَيَقُولُنَّ, la-yaquulunna) "mereka pasti berkata". Terjemahan mengikuti pergantian itu dengan "dia" lalu "mereka".
Pertanyaan penutup dibuka dengan (أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ, a-wa-laysa llaahu bi-a'lama) yang berarti "bukankah Allah lebih mengetahui", dari akar ع-ل-م. Kata (بِأَعْلَمَ, bi-a'lama) ada di dua ayat, yaitu 6:53 dan 29:10. Di 6:53 bunyinya (أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ, a-laysa llaahu bi-a'lama bi-sy-syaakiriina) yang berarti "bukankah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur", dan ayat itu didahului (وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ, wa-ka-dzaalika fatannaa ba'dhahum bi-ba'dhin) yang berarti "dan demikianlah Kami menguji sebagian mereka dengan sebagian yang lain". Di kedua ayat pertanyaan tentang pengetahuan Allah muncul di samping akar ف-ت-ن.
Isi pengetahuan itu adalah (مَا فِي صُدُورِ, maa fii shuduuri) yang berarti "apa yang ada di dalam dada". Susunan ini, dengan atau tanpa akhiran milik sesudahnya, ada di lima ayat, yaitu 3:29, 3:154, 7:43, 15:47, dan 29:10. Pemilik dada itu disebut (الْعَالَمِينَ, l-'aalamiina) yang berarti "seisi alam", dan rangkaian (صُدُورِ الْعَالَمِينَ, shuduuri l-'aalamiina) ada di 29:10 saja. Kata l-'aalamiina juga menutup 29:6 dalam (عَنِ الْعَالَمِينَ, 'ani l-'aalamiina) yang berarti "dari seisi alam", dan di surah ini kata itu ada pula di 29:28. Terjemahan memakai "seisi alam" di 29:6 dan 29:10 supaya kata yang sama terbaca sama. Isi dada itu sendiri tidak dirinci oleh ayat.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan seseorang yang mengucapkan imannya dua kali dan diuji satu kali, dengan tiga adegan berurutan: ucapan "kami beriman", gangguan dari manusia, lalu ucapan "kami bersama kalian" ketika pertolongan datang.
Ucapan pertama menyebut Allah, (آمَنَّا بِاللَّهِ, aamannaa bi-llaahi) yang berarti "kami beriman kepada Allah". Ucapan kedua ditujukan kepada kalian, yaitu pihak yang dalam kalimat itu menerima pertolongan dari Tuhanmu, sehingga alamat kedua ucapan itu berbeda. Di antara dua ucapan itu tidak ada ucapan lain; ayat mencatat cara orang itu menimbang gangguan manusia, dan penimbangan itu terjadi di tengah, sebelum ucapan kedua.
Ayat 29:2 bertanya apakah manusia dibiarkan berkata "kami beriman" tanpa diuji, dan 29:3 menyatakan bahwa Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka. Ayat 29:10 memperlihatkan wujud ujian itu bagi seseorang yang sudah mengucapkannya: gangguan dari manusia. Ayat tidak menyatakan bahwa orang itu gagal. Ayat menuliskan penilaiannya bahwa gangguan manusia sama dengan siksaan Allah, dan ucapannya ketika pertolongan datang.
Pertanyaan penutup menggeser pembicaraan dari sebagian manusia ke seisi alam. Pengetahuan Allah atas isi dada disebut untuk semua yang berdada, sehingga ucapan orang di ayat ini menjadi satu contoh dari isi dada yang diketahui. Ayat 29:11 kemudian menyebut isi pengetahuan itu sebagai dua golongan, yaitu orang yang beriman dan orang munafik.
Renungan dan Hikmah
- Pembuka ayat ini sama dengan 2:8, tetapi 2:8 langsung menilai mereka sebagai orang yang tidak beriman, sedangkan 29:10 menggambarkan perilaku orang itu ketika disakiti dan ketika pertolongan datang. Allah tidak memberi label di ayat ini, dan sebutan munafik baru muncul di ayat berikutnya sebagai nama sebuah golongan. Pembaca yang ingin menilai seseorang dari satu ucapannya dapat memperhatikan bahwa ayat ini lebih dulu menunjukkan perilaku, baru ayat sesudahnya menyebut nama golongan. Mana yang lebih dulu dilakukan pembaca terhadap orang lain, memberi nama atau melihat perilaku?
- Orang di ayat ini menaruh gangguan manusia dan siksaan Allah pada satu timbangan. Ayat menyebut dua hal itu dengan dua kata berbeda, cobaan manusia dan siksaan Allah, lalu menilai penyamaan itu lewat pertanyaan penutup tentang siapa yang lebih mengetahui. Ayat ini menyebut bahwa orang tersebut menganggap gangguan manusia setara dengan siksaan Allah. Ukuran apa yang dipakai pembaca ketika sebuah gangguan terasa sebesar hukuman, dan siapa yang dibiarkan memegang timbangan itu?
- Ucapan pertama dalam ayat ini ditujukan kepada Allah, yaitu kami beriman kepada Allah, dan ucapan kedua ditujukan kepada manusia, yaitu kami bersama kalian. Alamat ucapan berpindah ketika keadaan berpindah dari gangguan ke pertolongan. Pembaca dapat memeriksa kalimat tentang dirinya sendiri: kepada siapa kalimat itu paling sering diucapkan, dan apakah kalimat itu ikut berubah ketika alamatnya berubah? Allah menaruh dua ucapan itu dalam satu ayat tanpa menyatakan mana yang jujur; pertanyaan penutup menyerahkan penilaian itu kepada pengetahuan-Nya.
- Pertolongan di ayat ini disebut berasal dari Tuhanmu, dengan akhiran yang menyapa satu orang. Bagi pembaca yang menerima sapaan itu, sumber pertolongan sudah dinyatakan sebelum pertolongan tiba. Ayat menggambarkan orang-orang lain mengucapkan kami bersama kalian setelah pertolongan datang, sehingga ucapan mereka mengikuti hasil dan tidak menunggu sumbernya. Pembaca yang pernah mendengar pernyataan dukungan tiba setelah keadaannya membaik dapat memikirkan hal itu bersama ayat ini, dan mengingat bahwa Tuhan yang disebut sebagai sumber pertolongan itu juga yang lebih mengetahui isi dada para pengucapnya.
- Pertanyaan penutup membawa pengetahuan Allah dari sebagian manusia ke seisi alam. Dada pembaca ikut termasuk di dalamnya, dan ayat ini tidak merinci apa isinya. Dua ucapan di ayat ini, kami beriman dan kami bersama kalian, tidak perlu dibandingkan satu sama lain oleh pembaca, sebab keduanya dibaca oleh Dia yang lebih mengetahui. Pembaca yang biasa menilai ucapan orang lain dari kejauhan dapat menimbang ulang keyakinannya tentang kemampuan itu. Kalimat mana dari ucapan sendiri yang sama dengan isi dadanya?
- Akar kata cobaan dipakai di 29:3 untuk ujian yang dilakukan Kami dan di 29:10 untuk cobaan yang disandarkan kepada manusia. Orang di ayat ini menyamakan yang kedua dengan siksaan Allah. Dengan demikian pembaca dapat membedakan siapa yang menguji dan siapa yang mengganggu, sebab ayat-ayat itu menyebut keduanya dengan sumber yang berbeda.
- Ayat ini ditutup dengan pertanyaan, yaitu bukankah Allah lebih mengetahui. Pembaca yang menjawab ya sudah menjawab seluruh ayat, sebab ucapan, gangguan, dan ucapan kedua berada di bawah pengetahuan yang sama. Bentuk pertanyaan ini memberi pembaca bagian untuk dikerjakan, dan Allah tidak menjawabnya untuk pembaca. Seberapa sering pembaca sendiri menjawab pertanyaan semacam itu dengan sungguh-sungguh sebelum melanjutkan membaca?