وَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْمُنَافِقِينَ

Allah pasti mengetahui orang-orang yang beriman dan Dia pasti mengetahui orang-orang munafik.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُواwa-la-ya'lamanna llaahu lladziina aamanuuAllah pasti mengetahui orang-orang yang beriman
  2. وَلَيَعْلَمَنَّ الْمُنَافِقِينَwa-la-ya'lamanna l-munaafiqiinadan Dia pasti mengetahui orang-orang munafik

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَلَيَعْلَمَنَّwa-la-ya'lamannadan sungguh Dia akan mengetahui
  2. اللَّهُllaahuAllah
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. وَلَيَعْلَمَنَّwa-la-ya'lamannadan sungguh Dia akan mengetahui
  6. الْمُنَافِقِينَl-munaafiqiinaorang-orang munafik

Inti bacaan

Bentuk (يَعْلَمَنَّ, ya'lamanna) muncul empat kali di Al-Qur'an, dua kali di 29:3 dan dua kali di 29:11.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَيَعْلَمَنَّ, wa-la-ya'lamanna) yang berarti "dan Dia pasti mengetahui", dari akar ع-ل-م. Kata ini tersusun dari wa- yang berarti "dan", la- yang berarti "pasti", kata kerja, dan akhiran -nna yang menegaskan. Huruf wa- di awal ayat menyambung ayat ini dengan pertanyaan penutup 29:10. Bentuk ya'lamanna dengan penegas itu ada di dua ayat saja, yaitu 29:3 dan 29:11, dan masing-masing memakainya dua kali, sehingga jumlahnya empat kali. Di 29:3 bunyinya (فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا, fa-la-ya'lamanna llaahu lladziina shadaquu) yang berarti "Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar", lalu (وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ, wa-la-ya'lamanna l-kaadzibiina) yang berarti "dan pasti mengetahui para pendusta". Dua ayat itu memakai kata kerja dan susunan yang sama: pelakunya Allah, objek pertama orang-orang yang disebut dengan sifat baik, dan objek kedua orang-orang yang disebut dengan sifat buruk.

Pola awalan la- dan akhiran penegas -nna dipakai pada enam kata kerja dalam 29:7 sampai 29:11. Di 29:7 ada (لَنُكَفِّرَنَّ, la-nukaffiranna) dan (وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ, wa-la-najziyannahum), di 29:9 ada (لَنُدْخِلَنَّهُمْ, la-nudkhilannahum), di 29:10 ada (لَيَقُولُنَّ, la-yaquulunna), dan di ayat ini ada dua ya'lamanna. Ayat 29:8 tidak memuat kata kerja berpola itu. Terjemahan memakai "pasti" untuk keenamnya.

Terjemahan memakai "mengetahui" untuk ya'lamanna, sama dengan 3:140, (لِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا, li-ya'lama llaahu lladziina aamanuu) yang berarti "agar Allah mengetahui orang-orang yang beriman". Objek di 3:140 sama dengan objek pertama di 29:11, sedangkan awal kata kerjanya berbeda: li- di 3:140 menyatakan tujuan, dan la- di 29:11 menyatakan kepastian. Arab ayat 29:11 tidak memuat kata waktu seperti "kelak" atau "nanti", sehingga terjemahan "pasti mengetahui" tidak menambahkannya.

Kata (الَّذِينَ آمَنُوا, lladziina aamanuu) yang berarti "orang-orang yang beriman" berakar ا-م-ن. Di 29:10 akar ini dipakai oleh pembicara tentang dirinya, yaitu (آمَنَّا, aamannaa) yang berarti "kami beriman", dan di 29:11 dipakai oleh ayat untuk menyebut orang lain, yaitu aamanuu yang berarti "mereka beriman". Perbedaannya terlihat pada akhiran: -naa untuk "kami" dan -uu untuk "mereka".

Kata (الْمُنَافِقِينَ, l-munaafiqiina) yang berarti "orang-orang munafik" berakar ن-ف-ق. Kata ini ada di 19 ayat pada tujuh surah, yaitu 4:61, 4:88, 4:138, 4:140, 4:142, 4:145, 9:67, 9:68, 9:73, 29:11, 33:1, 33:24, 33:48, 33:73, 48:6, 63:1, 63:7, 63:8, dan 66:9. Di Surah 29 kata ini hanya ada di ayat 11. "Munafik" dipertahankan sebagai kata serapan yang tercatat dalam KBBI dengan arti orang yang berpura-pura percaya atau setia, padahal dalam hatinya tidak. Ayat ini tidak menguraikan sifat mereka. Di 59:11, (الَّذِينَ نَافَقُوا, lladziina naafaquu) yang berarti "orang-orang munafik" dipakai untuk orang-orang yang berjanji membantu saudara-saudara mereka, lalu disebut pendusta.

Pada pasangan objek di 29:11 pihak pertama diterangkan dengan apa yang mereka lakukan, yaitu aamanuu "beriman", sedangkan pihak kedua langsung diberi nama, yaitu l-munaafiqiina. Susunan yang sama ada di 29:3: pihak pertama diterangkan dengan shadaquu "berkata benar", dan pihak kedua diberi nama l-kaadzibiina. Kata (اللَّهُ, llaahu) hanya ada satu kali, sesudah kata kerja pertama. Kata kerja kedua tidak diikuti nama pelaku, dan terjemahan menulis "Dia" untuk kata kerja itu.

Tafsiran

Ayat ini menyatakan pengetahuan Allah atas dua golongan dalam dua bagian yang disusun paralel, satu untuk yang beriman dan satu untuk yang munafik, tanpa menyebut apa yang dilakukan sesudah mengetahui. Objek kata kerja di ayat ini adalah orang-orang, dan perbuatan mereka tidak disebut. Di 29:7 objeknya perbuatan, yaitu keburukan dan pekerjaan, dan balasannya disebut di sana.

Ayat ini menjawab pertanyaan 29:10, (أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ, a-wa-laysa llaahu bi-a'lama) yang berarti "bukankah Allah lebih mengetahui". Pertanyaan itu menyebut isi dada seisi alam, dan 29:11 menyebut isinya sebagai dua golongan. Dengan begitu ucapan "kami beriman" di 29:10 bertemu dengan pengetahuan yang membedakan orang beriman dari orang munafik.

Ayat ini juga mengulang 29:3. Di 29:3 pembedaan itu menyusul pengujian atas orang-orang sebelum mereka, dan di 29:11 menyusul gangguan manusia di 29:10. Surah ini menyebut pengetahuan Allah atas dua golongan sebelum dan sesudah janji-janji di 29:7 sampai 29:9, sehingga janji-janji itu berada di antara dua penyebutan yang sama. Dapat dibaca bahwa sebutan munafik di sini menunjuk orang yang digambarkan di 29:10, sebab ayat itu mendahuluinya langsung, tetapi ayat 29:11 sendiri tidak menyatakannya.

Renungan dan Hikmah

  • Satu kata kerja menyebut dua golongan, dan Allah adalah pelakunya pada keduanya. Pembaca tidak diberi tugas menjalankan kata kerja itu atas orang lain. Dapat dibaca bahwa pekerjaan menggolongkan orang ditaruh pada Dia: yang tertulis adalah pengetahuan-Nya atas siapa yang beriman dan siapa yang munafik. Orang yang pernah merasa yakin telah mengetahui isi hati orang lain dapat bertanya, dari mana keyakinan itu datang bila ayat ini menaruh kata kerjanya pada Allah, dan seberapa lama keyakinan itu bertahan ketika dipikirkan lagi?
  • Ayat 29:10 memuat ucapan seseorang, dan ayat 29:11 memuat nama dua golongan. Perpindahan itu memperlihatkan bahwa nama yang disebut Allah di sini berasal dari pengetahuan-Nya, sedangkan ucapan sudah lebih dulu ada di ayat sebelumnya. Pembaca yang biasa memperkenalkan dirinya dengan sebuah pernyataan tentang imannya dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut nama lewat pengetahuan. Nama apa yang diberikan Tuhan kepada seseorang yang pernyataannya tidak pernah diperiksa oleh siapa pun selain Dia?
  • Ayat ini menyebut pengetahuan Allah tanpa menyebut apa yang dilakukan-Nya sesudah mengetahui. Balasan bagi orang beriman disebut di ayat lain, dan di sini kata kerjanya hanya mengetahui. Pembaca yang ingin segera sampai pada akhir cerita dapat memperhatikan bahwa ayat ini berhenti pada pengetahuan itu. Apa yang berubah pada seseorang yang diberi tahu bahwa dirinya diketahui lebih dulu, sebelum diberi tahu akibatnya, dan bagaimana waktu di antara dua pemberitahuan itu dijalani?
  • Pembedaan antara dua golongan disebut pada awal surah dan disebut lagi sesudah janji-janji tentang penghapusan, balasan, dan kedudukan, dengan kata kerja dan susunan yang sama. Surah ini menyebutnya lagi tanpa menjelaskan alasannya. Allah menyebut pengetahuan-Nya sebelum dan sesudah janji-janji itu, sehingga pembaca yang telah membaca tentang ampunan bertemu lagi dengan pembedaan yang sama. Pembaca dapat bertanya apakah janji-janji itu dibacanya sambil mengingat pembedaan yang menyusul, atau terpisah darinya.
  • Ayat 29:10 menyebut seseorang yang disakiti karena Allah, dan ayat 29:11 menyebut orang-orang yang beriman sebagai objek pengetahuan Allah. Bagi pembaca yang sedang disakiti karena imannya, ayat ini menyatakan bahwa Allah mengetahui orang-orang yang beriman, tanpa menjanjikan kapan gangguan itu berhenti. Pengetahuan itu disebut dengan kepastian yang sama seperti kepastian pada janji 29:7. Apakah pengetahuan Allah tentang pembaca cukup menenangkan, bila ayat tidak menyebut kapan gangguan itu berakhir?
  • Pengetahuan Allah di ayat ini disebut tanpa syarat bahwa orangnya harus memperlihatkan sesuatu. Ayat 29:10 menggambarkan ucapan yang berubah mengikuti keadaan, dan 29:11 menyebut pengetahuan yang tidak mengikuti keadaan itu. Pembaca yang merasa perlu memperlihatkan imannya kepada orang lain dapat memikirkan bahwa ayat ini menyebut dua golongan sebagai yang diketahui, dan tidak sebagai yang terlihat. Kepada siapa pertunjukan itu sebenarnya ditujukan, bila Dia sudah mengetahui sebelum ada yang melihat?