وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا اتَّبِعُوا سَبِيلَنَا وَلْنَحْمِلْ خَطَايَاكُمْ وَمَا هُمْ بِحَامِلِينَ مِنْ خَطَايَاهُمْ مِنْ شَيْءٍ ۖ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Dan orang-orang yang kufur berkata kepada orang-orang yang beriman, "Ikutilah jalan kami, dan kami akan memikul dosa-dosa kalian." Padahal mereka tidak akan memikul dosa-dosa mereka sedikit pun; sesungguhnya mereka benar-benar para pendusta.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا اتَّبِعُوا سَبِيلَنَاwa-qaala lladziina kafaruu li-lladziina aamanuu ttabi'uu sabiilanaadan orang-orang yang kufur berkata kepada orang-orang yang beriman, ikutilah jalan kami
- وَلْنَحْمِلْ خَطَايَاكُمْwa-l-nahmil khathaayaakumdan kami akan memikul dosa-dosa kalian
- وَمَا هُمْ بِحَامِلِينَ مِنْ خَطَايَاهُمْ مِنْ شَيْءٍwa-maa hum bi-haamiliina min khathaayaahum min syay'inpadahal mereka tidak akan memikul dosa-dosa mereka sedikit pun
- إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَinnahum la-kaadzibuunasesungguhnya mereka benar-benar para pendusta
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- لِلَّذِينَli-lladziinabagi orang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- اتَّبِعُواttabi'uuikutilah kalian
- سَبِيلَنَاsabiilanaajalan kami
- وَلْنَحْمِلْwa-l-nahmildan hendaklah kami memikul
- خَطَايَاكُمْkhathaayaakumkesalahan-kesalahan kalian
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- هُمْhummereka
- بِحَامِلِينَbi-haamiliinaorang-orang yang memikul
- مِنْmindari
- خَطَايَاهُمْkhathaayaahumkesalahan mereka
- مِنْmindari
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- لَكَاذِبُونَla-kaadzibuunabenar-benar para pendusta
Inti bacaan
Tawaran menipu: 'Ikutilah jalan kami, dan kami akan memikul dosa-dosa kalian' dibantah tegas: 'mereka tidak akan memikul dosa-dosa mereka sedikit pun', janji kosong yang tidak bisa dipenuhi, sebuah pengingat bahwa tanggung jawab moral tidak bisa dialihkan kepada orang lain.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini membuka penyangkalan atas tawaran memikul dosa orang lain: sebuah janji kosong yang langsung dibantah di ayat yang sama.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan taktik rayuan klasik: janji menanggung konsekuensi orang lain, segera dibongkar sebagai kebohongan karena tidak seorang pun mampu memikul dosa orang lain.
Renungan dan Hikmah
- Ajakan ini memakai bentuk kata kerja yang hanya sekali muncul di seluruh Quran, وَلْنَحْمِلْ, bentuk perintah yang dikenakan pembicara kepada dirinya sendiri, semacam “biarlah kami yang memikul”. Jadi mereka tidak sekadar berjanji; mereka menjatuhkan kewajiban itu atas diri mereka di depan kalimat itu juga. Bantahannya datang di napas yang sama dengan kata seakar, بِحَامِلِينَ, yang juga sekali saja muncul. Satu akar dipakai dua kali berturut-turut dalam satu ayat: sekali untuk memikul yang diikrarkan, sekali untuk memikul yang disangkal.
- Ayat berikutnya, 29:13, tidak membatalkan pikulan itu; ia memindahkan arahnya. Di sana mereka disebut akan memikul beban sendiri “dan beban-beban lain bersama beban mereka”. Jadi yang mustahil bukan memikul tanggungan orang lain; yang mustahil meringankan tanggungan orang yang diajak. Kaidah “tidak seorang pemikul memikul pikulan orang lain” terpakai lima kali (6:164, 17:15, 35:18, 39:7, 53:38), dan dua ayat berdampingan ini menunjukkan sisi lain dari kaidah itu: ajakan yang menyesatkan tetap menambah beban penyerunya, tanpa mengurangi beban yang menurutinya sedikit pun.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, k-f-r, a-m-n, t-b-', s-b-l, h-m-l, kh-t-a, sh-y-a, k-dz-b): ittabi'uu sabiilanaa wa l-nahmil khataayaakum diterjemahkan 'ikutilah jalan kami & kami memikul dosa kalian' (akar t-b-' + akar s-b-l + akar h-m-l + akar kh-t-'); maa hum bi-haamiliin…min shay' diterjemahkan 'mereka tidak memikul sedikit pun' (akar h-m-l, tak ada pemikulan-dosa perwakilan, tanggung jawab pribadi, cf. 6:164, 35:18, 53:38); kaadhibuun diterjemahkan 'pendusta' (akar k-dz-b). gloss '(orang-orang kafir)' dibuang.