وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَ

Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia tinggal bersama mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun; kemudian banjir besar menimpa mereka, sedang mereka orang-orang yang zalim.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِwa-la-qad arsalnaa nuuhan ilaa qawmihidan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya
  2. فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَامًاfa-labitsa fiihim alfa sanatin illaa khamsiina 'aamanlalu ia tinggal bersama mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun
  3. فَأَخَذَهُمُ الطُّوفَانُ وَهُمْ ظَالِمُونَfa-akhadzahumu th-thuufaanu wa-hum zhaalimuunakemudian banjir besar menimpa mereka, sedang mereka orang-orang yang zalim

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. أَرْسَلْنَاarsalnaaKami mengutus
  3. نُوحًاnuuhanNuh
  4. إِلَىٰilaakepada
  5. قَوْمِهِqawmihikaumnya
  6. فَلَبِثَfa-labitsamaka ia tinggal
  7. فِيهِمْfiihimpada mereka
  8. أَلْفَalfaseribu
  9. سَنَةٍsanatintahun
  10. إِلَّاillaakecuali
  11. خَمْسِينَkhamsiinalima puluh
  12. عَامًا'aamantahun
  13. فَأَخَذَهُمُfa-akhadzahumumaka menimpa mereka
  14. الطُّوفَانُth-thuufaanutopan
  15. وَهُمْwa-humdan mereka
  16. ظَالِمُونَzhaalimuunaorang-orang yang zalim

Inti bacaan

Rangkaian (إِلَّا خَمْسِينَ, illaa khamsiina) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:14.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ, wa-la-qad arsalnaa nuuhan ilaa qawmihi) yang berarti "dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya". Bagian awalnya tersusun dari wa "dan", lam penegas, dan qad "sungguh", sedangkan kata kerja arsalnaa berakar ر-س-ل dengan akhiran -naa "Kami". Rangkaian persis ini muncul tiga kali, yaitu di 11:25, 23:23, dan 29:14, dan terjemahan memakai "mengutus" di ketiganya.

Kata (فَلَبِثَ فِيهِمْ, fa-labitsa fiihim) yang berarti "lalu ia tinggal bersama mereka" tersusun dari fa "lalu", labitsa "tinggal", dan fiihim "di antara mereka". Bentuk labitsa untuk satu pelaku laki-laki muncul empat kali, yaitu di 11:69, 12:42, 29:14, dan 37:144, dan ukuran tinggalnya berbeda di tiap ayat. Di 11:69, (فَمَا لَبِثَ, fa-maa labitsa) yang berarti "maka tidak lama" menyebut jeda yang singkat sebelum seseorang datang membawa hidangan. Di 12:42, (بِضْعَ سِنِينَ, bidh'a siniina) yang berarti "beberapa tahun" menyebut lama tinggal di penjara. Di 37:144, (لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ, la-labitsa fii bathnihi) yang berarti "niscaya ia tinggal di perutnya" adalah pengandaian, sebab 37:143 membuka dengan (فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ, fa-lawlaa annahu kaana mina l-musabbihiina) yang berarti "sekiranya ia bukan termasuk orang-orang yang bertasbih". Terjemahan memakai "tinggal" di 12:42, 29:14, dan 37:144, sedangkan 11:69 memakai "tidak lama kemudian".

Bilangan di ayat ini disusun dalam dua tingkat. Kata (أَلْفَ سَنَةٍ, alfa sanatin) yang berarti "seribu tahun" muncul empat kali, yaitu di 2:96, 29:14, 32:5, dan 70:4. Di 2:96, (يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ, yu'ammaru alfa sanatin) yang berarti "diberi umur seribu tahun" menyebut umur yang diinginkan, dan di 32:5 serta 70:4 bilangan itu menjadi ukuran sebuah hari. Di 29:14 bilangan itu mengukur lama tinggal di antara suatu kaum. Di 70:4, (خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ, khamsiina alfa sanatin) yang berarti "lima puluh ribu tahun" mengalikan lima puluh dengan seribu, sedangkan di 29:14 bilangan lima puluh dikurangkan dari seribu lewat (إِلَّا خَمْسِينَ عَامًا, illaa khamsiina 'aaman) yang berarti "kurang lima puluh tahun". Rangkaian illaa khamsiina muncul sekali, jadi tidak ada ayat lain yang bisa dipakai untuk menguji pilihan kata. Kata illaa di banyak tempat berarti "kecuali", tetapi "seribu tahun kecuali lima puluh tahun" terbaca ganjil dalam bahasa Indonesia, sehingga terjemahan memakai "kurang" yang menyampaikan pengurangan yang sama. Ayat ini tidak menuliskan hasil pengurangannya, dan terjemahan juga tidak menghitungnya.

Dua kata untuk "tahun" muncul bersama di ayat ini, yaitu (سَنَةٍ, sanatin) dan (عَامًا, 'aaman). Kata sanah, dalam bentuk tunggalnya, muncul di tujuh ayat, yaitu 2:96, 5:26, 22:47, 29:14, 32:5, 46:15, dan 70:4. Kata 'aam, termasuk bentuk gandanya, juga muncul di tujuh ayat, yaitu 2:259, 9:28, 9:37, 9:126, 12:49, 29:14, dan 31:14, antara lain dalam (مِائَةَ عَامٍ, mi'ata 'aamin) yang berarti "seratus tahun" di 2:259 dan (فِي عَامَيْنِ, fii 'aamayni) yang berarti "dalam dua tahun" di 31:14. Ayat 29:14 memuat keduanya, sedangkan dua belas ayat lainnya memuat salah satu. Terjemahan memakai "tahun" untuk keduanya, sehingga pembaca Indonesia tidak bisa membedakan keduanya dari terjemahan, dan teks tidak menyebut alasan ayat ini memakai dua kata.

Kata (الطُّوفَانُ, th-thuufaanu) yang berarti "banjir besar" muncul dua kali, yaitu (الطُّوفَانَ, th-thuufaana) di 7:133 dan th-thuufaanu di 29:14, dan terjemahan memakai "banjir besar" di keduanya. Di 7:133, (فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوفَانَ, fa-arsalnaa 'alayhimu th-thuufaana) yang berarti "maka Kami kirimkan kepada mereka banjir besar" menyebut pengirimnya dengan kata Kami, sedangkan di 29:14 banjir itu sendiri yang menjadi pelaku kata kerja.

Kata (فَأَخَذَهُمُ, fa-akhadzahumu) yang berarti "kemudian ... menimpa mereka" tersusun dari fa "kemudian", akhadza "mengambil" atau "menyergap", dan -hum "mereka". Bentuk persis ini muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 3:11, 8:52, 16:113, 26:158, 29:14, 40:21, dan 40:22, dan surah 40 memuatnya dua kali. Di 3:11, 8:52, 40:21, dan 40:22 pelakunya Allah, dan terjemahan memakai "menyiksa" atau "mengazab". Di 16:113, (فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ وَهُمْ ظَالِمُونَ, fa-akhadzahumu l-'adzaabu wa-hum zhaalimuuna) yang berarti "maka azab menimpa mereka, sedang mereka orang-orang yang zalim", dan di 26:158 pelakunya sebuah peristiwa, yaitu azab, dan terjemahan memakai "menimpa" atau "ditimpa". Ayat 29:14 mengikuti kelompok kedua, karena pelaku kata kerjanya banjir, dan terjemahan tidak menambahkan "Allah".

Bagian penutup (وَهُمْ ظَالِمُونَ, wa-hum zhaalimuuna) yang berarti "sedang mereka orang-orang yang zalim" persis sama dengan penutup 16:113, dan rangkaian ini muncul dua kali, yaitu di 16:113 dan 29:14. Huruf wa di sini menerangkan keadaan yang menyertai kata kerja sebelumnya, sehingga terjemahan memakai "sedang" dan bukan "dan".

Tafsiran

Ayat ini mencatat tiga langkah dalam satu kalimat: Nuh diutus, Nuh tinggal di antara kaumnya, lalu banjir besar menimpa mereka. Ucapan Nuh tidak dicatat, padahal 23:23 mencatatnya segera sesudah pengutusan, (فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ, fa-qaala yaa qawmi 'buduu llaaha) yang berarti "lalu ia berkata, wahai kaumku, mengabdilah kepada Allah". Jawaban kaumnya juga tidak dicatat. Sebagai gantinya ayat ini memberi bilangan tahun, dan bilangan itu duduk di tengah kalimat, di antara pengutusan dan penimpaan.

Ayat 16:113 memakai susunan penutup yang sama, tetapi di antara kedatangan rasul dan penimpaan azab ia menaruh (فَكَذَّبُوهُ, fa-kadzdzabuuhu) yang berarti "tetapi mereka mendustakannya". Di 29:14 antara tinggal dan penimpaan tidak ada kata semacam itu. Keterangan tentang kaum itu berupa (وَهُمْ ظَالِمُونَ, wa-hum zhaalimuuna) di ujung ayat, yang ditulis sebagai keadaan yang menyertai penimpaan dan tidak memakai kata "karena". Ayat ini tidak menyatakan bahwa kaum itu menolak Nuh, dan tidak menyatakan sebab penimpaan selain keadaan yang disebut itu.

Dalam surah ini, 29:3 menyebut (وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, wa-la-qad fatannaa lladziina min qablihim) yang berarti "sungguh, Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka". Ayat 29:14 adalah ayat pertama dalam surah ini yang menyebut seorang rasul dengan nama, dan ayat-ayat sesudahnya meneruskannya: 29:15 memuat keselamatan Nuh dan para penumpang bahtera, lalu 29:16 sampai 29:18 memuat seruan Ibrahim. Ayat 29:14 sendiri tidak menyebut tinggal itu sebagai ujian dan tidak menyebut dirinya contoh bagi 29:3, sehingga hubungan keduanya adalah bacaan pembaca dan tidak tertulis di teks.

Renungan dan Hikmah

  • Di antara empat ayat yang memuat kata kerja "tinggal" untuk satu pelaku, 29:14 menyebut bilangan tahun yang paling besar, dan ayat itu mencatat lamanya tanpa mencatat hasilnya. Nuh disebut ada di antara kaumnya selama itu, kemudian banjir datang. Pembaca yang sedang bertahan lama di sebuah tempat yang tidak kunjung berubah dapat memperhatikan bahwa ayat ini menghitung tahun dan tidak menghitung hasil. Apa yang akan tertulis tentang tahun-tahun yang sedang dijalaninya sendiri, bila hanya lamanya yang boleh dicatat dan hasilnya tidak?
  • Di 3:11 dan 40:21 pelaku kata kerja yang sama tertulis sebagai Allah, sedangkan di 16:113, 26:158, dan 29:14 pelakunya azab atau banjir. Ayat 29:14 menaruh banjir besar di tempat pelaku, dan teksnya tidak menulis "Allah menimpakan" di kalimat itu. Pembaca tidak perlu menyimpulkan bahwa ayat-ayat itu bertentangan, sebab ayat-ayat itu berbeda subjeknya dan tidak saling menjelaskan. Pembaca dapat memperhatikan cara dirinya menyebut sebuah musibah yang menimpa orang lain: lewat nama kejadiannya, seperti ayat ini, atau lewat nama pelaku yang tidak disebut teksnya. Mana yang lebih sering terucap, dan atas dasar apa?
  • Bilangan seribu tahun muncul di 22:47 sebagai ukuran sehari di sisi Tuhanmu menurut perhitungan manusia, dan di 32:5 sebagai kadar sehari ketika sesuatu naik kepada-Nya. Di 29:14 bilangan yang sama mengisi seluruh tinggal Nuh di antara kaumnya. Ayat-ayat itu berbeda pokok pembicaraannya dan tidak disamakan. Meski begitu, pembaca dapat meletakkannya berdampingan: bilangan yang bagi satu pihak memenuhi sebuah masa tinggal, di tempat lain disebut sebagai ukuran sehari di sisi Tuhan. Bagaimana rasanya mengukur satu masa yang panjang dengan dua ukuran sekaligus, tanpa memastikan yang mana yang berlaku bagi dirinya?
  • Ayat 29:14 menyusun bilangannya sebagai seribu dikurangi lima puluh. Bagian yang tidak tercapai disebut dengan bilangannya sendiri, dan hasil hitungnya tidak dituliskan. Di 70:4 lima puluh dikalikan seribu menjadi ukuran sehari, jadi bilangan yang sama bisa membesar atau mengecil tergantung kata di sekitarnya. Pembaca yang menghitung lamanya sebuah usaha dapat memperhatikan apakah ia menyebut yang sudah dijalani atau yang belum sampai. Bila usaha itu ditulis seperti ayat ini, sebagai sejumlah tahun yang ada tetapi lima puluh tahunnya disebut tertinggal, bagian mana yang akan lebih dulu diingat orang?
  • Keadaan zalim di 29:14 ditulis sebagai keterangan yang menyertai penimpaan banjir. Di 29:40, dalam surah yang sama, kalimat tentang berbagai bentuk hukuman, termasuk yang ditenggelamkan, ditutup dengan pernyataan bahwa Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. Ayat 29:40 tidak menyebut nama kaum yang dimaksud, jadi hubungannya dengan 29:14 tidak ditulis di teks. Pembaca dapat membaca keduanya berdampingan sebagai dua cara surah ini menyebut keadaan zalim: sebagai keterangan di 29:14, dan sebagai perbuatan terhadap diri sendiri di 29:40. Dari keduanya, mana yang lebih mudah dikenali pembaca pada dirinya?
  • Kata banjir besar hanya muncul dua kali. Di 7:133 banjir besar dikirim bersama belalang, kutu, katak, dan darah sebagai tanda-tanda, dan ayat itu berlanjut dengan orang-orang yang tetap menyombongkan diri. Di 29:14 banjir besar menutup kalimat, dan kaum yang ditimpa tidak disebut berbuat apa pun sesudahnya. Dua ayat itu berbicara tentang kaum yang berbeda dan kejadian yang berbeda, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata yang sama dipakai untuk sebuah peristiwa yang disusul tanggapan manusia dan untuk sebuah peristiwa yang menutup cerita. Tanda mana yang sedang dibacanya pada hari ini, yang masih ditunggu tanggapannya atau yang sudah menutup?