فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَصْحَابَ السَّفِينَةِ وَجَعَلْنَاهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ

Maka, Kami selamatkan Nuh dan para penumpang bahtera serta Kami jadikannya sebagai tanda bagi seisi alam.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَصْحَابَ السَّفِينَةِfa-anjaynaahu wa-ashaaba s-safiinatimaka Kami selamatkan Nuh dan para penumpang bahtera
  2. وَجَعَلْنَاهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَwa-ja'alnaahaa aayatan li-l-'aalamiinaserta Kami jadikannya sebagai tanda bagi seisi alam

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. فَأَنْجَيْنَاهُfa-anjaynaahumaka Kami menyelamatkannya
  2. وَأَصْحَابَwa-ashaabadan penghuni
  3. السَّفِينَةِs-safiinatikapal
  4. وَجَعَلْنَاهَاwa-ja'alnaahaadan Kami menjadikannya
  5. آيَةًaayatantanda
  6. لِلْعَالَمِينَli-l-'aalamiinabagi seluruh alam

Inti bacaan

Susunan fa-anjaynaahu muncul enam kali di Al-Qur'an, yaitu di 7:64, 7:72, 7:83, 26:119, 27:57, dan 29:15.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَأَنْجَيْنَاهُ, fa-anjaynaahu) yang berarti "maka Kami selamatkan dia". Bagian-bagiannya adalah fa "maka", anjaynaa "Kami selamatkan" dari akar ن-ج-و, dan akhiran -hu "dia". Susunan persis fa-anjaynaahu muncul enam kali di empat surah, yaitu 7:64, 7:72, 7:83, 26:119, 27:57, dan 29:15, dan surah 7 memuatnya tiga kali. Di lima ayat lainnya akhiran -hu diterjemahkan "dia", sedangkan terjemahan 29:15 menulis nama "Nuh", padahal kata Arab di ayat ini sama dengan di lima ayat itu dan hanya memuat -hu. Nuh juga diselamatkan di 21:76 dan 37:76 dengan kata kerja berbentuk lain, yaitu (فَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ, fa-najjaynaahu wa-ahlahu) yang berarti "maka Kami selamatkan dia dan keluarganya" di 21:76 dan (وَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ, wa-najjaynaahu wa-ahlahu) di 37:76. Di dua ayat itu temannya disebut ahl "keluarga", sedangkan di 29:15 temannya disebut dengan kata lain, dan terjemahan memakai "selamatkan" untuk kedua bentuk kata kerja itu, sehingga perbedaannya hanya terlihat di Arab.

Kata (وَأَصْحَابَ السَّفِينَةِ, wa-ashaaba s-safiinati) yang berarti "dan para penumpang bahtera" tersusun dari wa "dan", ashaab yang bentuk tunggalnya berarti "kawan" atau "pemilik", dan s-safiinati "bahtera". Bentuk ashaaba muncul dua belas kali di delapan surah, yaitu 4:47, 7:44, 7:46, 7:50, 18:9, 25:38, 29:15, 36:13, 36:55, 68:17, 74:31, dan 74:39. Terjemahan mengikuti kata yang menyertainya: "penghuni" pada (أَصْحَابَ الْكَهْفِ, ashaaba l-kahfi) di 18:9, "pemilik" pada (أَصْحَابَ الْجَنَّةِ, ashaaba l-jannati) di 68:17, dan "penduduk" pada (أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ, ashaaba l-qaryati) di 36:13. Untuk s-safiinati terjemahan memilih "penumpang". Kata yang sama, "penumpang", dipakai di 18:71 untuk kata Arab yang berbeda, yaitu (أَهْلَهَا, ahlahaa) yang berarti "penumpangnya", padahal ahl di 21:76 diterjemahkan "keluarga". Kata safiinah muncul di tiga ayat, yaitu 18:71, 18:79, dan 29:15. Terjemahan memakai "perahu" di dua ayat pertama dan "bahtera" di ayat ini, sedangkan kata Arab lain untuk kendaraan air, (الْفُلْكِ, al-fulki), diterjemahkan "kapal" di 26:119 pada (فِي الْفُلْكِ, fii l-fulki).

Kata (وَجَعَلْنَاهَا, wa-ja'alnaahaa) yang berarti "serta Kami jadikannya" tersusun dari wa "serta", ja'alnaa "Kami jadikan", dan akhiran -haa yang berbentuk perempuan tunggal. Nuh dan para penumpang berbentuk laki-laki, sedangkan s-safiinati berbentuk perempuan tunggal, sehingga -haa menunjuk bahtera. Susunan persis wa-ja'alnaahaa muncul tiga kali, yaitu di 21:91, 29:15, dan 67:5, dengan sasaran akhiran yang berbeda di tiap ayat. Di 21:91, (وَجَعَلْنَاهَا وَابْنَهَا آيَةً لِلْعَالَمِينَ, wa-ja'alnaahaa wa-bnahaa aayatan li-l-'aalamiina) yang berarti "dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda bagi seisi alam", akhiran itu menunjuk perempuan yang memelihara kehormatannya, dan di 67:5, (وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا, wa-ja'alnaahaa rujuuman) menunjuk pelita-pelita yang menghiasi langit dunia. Kata kerja lain, (تَرَكْنَاهَا آيَةً, taraknaahaa aayatan) yang berarti "Kami tinggalkan ia sebagai tanda" di 54:15, memakai taraka "meninggalkan" dan bukan ja'ala "menjadikan", dalam rangkaian kisah Nuh di 54:9 sampai 54:15.

Kata (آيَةً, aayatan) yang berarti "tanda" bertanwin, yaitu bentuk kata benda tak tentu, sehingga terbaca "suatu tanda". Rangkaian (آيَةً لِلْعَالَمِينَ, aayatan li-l-'aalamiina) muncul dua kali, yaitu di 21:91 dan 29:15. Kata (لِلْعَالَمِينَ, li-l-'aalamiina) yang berarti "bagi seisi alam" muncul dua belas kali di sembilan surah, yaitu 3:96, 3:108, 6:90, 12:104, 21:71, 21:91, 21:107, 25:1, 29:15, 38:87, 68:52, dan 81:27, dan surah 21 memuatnya tiga kali. Terjemahan memakai "seisi alam" di kedua belas tempat itu. Benda yang ditujukan kepada seisi alam berbeda-beda: peringatan di 6:90, 25:1, 38:87, 68:52, dan 81:27, rahmat di 21:107, dan tanda hanya di 21:91 dan 29:15. Sasaran tanda di 25:37 lain lagi: (وَجَعَلْنَاهُمْ لِلنَّاسِ آيَةً, wa-ja'alnaahum li-n-naasi aayatan) yang berarti "dan Kami jadikan mereka tanda bagi manusia" menyebut kaum Nuh yang ditenggelamkan sebagai tanda bagi manusia, bukan bagi seisi alam.

Tafsiran

Ayat ini memberi sisi lain dari 29:14. Di 29:14 pelaku kalimatnya banjir besar dan Nuh orang yang tinggal, sedangkan di 29:15 pelakunya Kami dan Nuh yang diselamatkan. Bahtera belum disebut di 29:14 dan baru muncul di sini, sebagai bagian dari kalimat penyelamatan. Ayat ini juga tidak memuat ucapan siapa pun, sehingga kisah Nuh dalam dua ayat ini terdiri dari kejadian saja.

Kalimat kedua mengalihkan perhatian dari peristiwa ke sesuatu yang tersisa sesudahnya: bahtera dijadikan tanda. Ayat ini tidak menyebut apa yang ditunjukkan tanda itu. Surah ini memberi sasaran tanda yang berbeda-beda di tempat lain, yaitu (لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ, la-aayaatin li-qawmin yu'minuuna) yang berarti "benar-benar tanda-tanda bagi kaum yang beriman" di 29:24, dan (آيَةً بَيِّنَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ, aayatan bayyinatan li-qawmin ya'qiluuna) yang berarti "suatu tanda yang nyata bagi kaum yang mengerti" di 29:35. Tanda di 29:15 tidak memakai kata kaum dan tidak menyebut syarat berupa beriman atau mengerti, jadi sasarannya tertulis lebih terbuka daripada kedua tanda itu.

Tanda di 29:15 disebut sesudah penyelamatan dan tidak disebut sebagai sebab penyelamatan. Urutan kalimatnya jelas: selamat lebih dulu, lalu dijadikan tanda. Kapan bahtera dijadikan tanda, saat selamat atau sesudahnya, dan di mana letak bahtera kini, tidak tercatat. Rangkaian ini selesai di sini, dan 29:16 membuka seruan Ibrahim.

Renungan dan Hikmah

  • Di 29:15 orang-orang yang selamat bersama Nuh disebut lewat teman mereka, yaitu bahtera, tanpa nama, jumlah, atau sifat. Di 21:76 dan 37:76 teman Nuh yang disebut ialah keluarganya. Ayat-ayat itu menyusun kalimat penyelamatan dengan teman yang berbeda, sehingga tidak ada ayat yang membantah yang lain. Pembaca dapat memperhatikan bagaimana dirinya menyebut orang-orang yang pernah bersamanya melewati satu masa sulit: lewat siapa mereka, atau lewat apa yang mereka naiki bersama. Dalam cerita tentang dirinya yang selamat, siapa yang disebut dan siapa yang tidak sempat disebut?
  • Di 29:65, dalam surah yang sama, orang-orang yang naik ke dalam kapal berdoa kepada Allah dengan tulus, dan ketika Dia menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka mempersekutukan-Nya. Ayat itu menyebut kelompok yang tidak diberi nama dan berbeda dari para penumpang di 29:15, dan tidak ada kalimat yang menyamakan keduanya. Meski begitu, kedua ayat itu menaruh orang di atas air, yang satu disebut selamat dan yang lain disebut berubah sesudah selamat. Pembaca dapat membaca keduanya berdampingan. Pada bagian hidupnya yang sudah dilewati dengan selamat, bagaimana dirinya menyebut siapa yang menyelamatkannya, dan apakah sebutan itu sama dengan yang diucapkannya saat masih di atas air?
  • Di 29:24 penyelamat tertulis Allah, yaitu Allah menyelamatkan Ibrahim dari api, dan ayat itu menutup dengan tanda-tanda bagi kaum yang beriman. Di 29:15 penyelamat tertulis Kami dan tandanya bagi seisi alam, tanpa kata kaum dan tanpa syarat. Peristiwa di kedua ayat itu berbeda, dan sasaran tandanya pun berlainan: pembaca dapat memperhatikan bahwa sebuah tanda bisa ditulis untuk orang yang sudah beriman dan bisa ditulis tanpa menunggu siapa pun beriman lebih dulu. Ketika membaca kisah penyelamatan, pembaca termasuk yang mana, sebagai bagian dari seisi alam atau sebagai bagian dari kaum yang beriman, dan apakah ayat-ayat itu meminta ia memilih?
  • Bahtera di 29:15 lebih dulu dipakai untuk selamat, lalu dijadikan tanda. Di 54:15 benda berpapan dan berpasak, yang disebut dalam rangkaian kisah Nuh, ditinggalkan sebagai tanda, dan di 25:37 kaum Nuh yang ditenggelamkan dijadikan tanda bagi manusia. Ketiga ayat itu menyebut benda atau pihak yang berbeda dengan sasaran yang berbeda, sehingga pembaca dapat memperhatikan bahwa dalam satu rangkaian kisah, apa yang selamat dan apa yang binasa sama-sama disebut tanda. Benda apa di sekitarnya yang sudah selesai dipakai tetapi masih membawa sesuatu bagi orang yang melihatnya?
  • Ayat 29:15 menyebut bahtera sebagai tanda tetapi tidak menyebut apa yang ditunjukkannya. Di surah yang sama, 29:19 dan 29:20 mengajak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan, tetapi tidak ada kalimat yang menyambungkan ajakan itu dengan bahtera di 29:15. Ayat ini membiarkan bagian itu kosong, dan pembaca dapat memperhatikan seberapa cepat dirinya mengisinya. Dari tanda yang pernah dilihatnya sendiri, mana yang artinya diisinya sendiri karena tidak ada kalimat yang menyebutnya?
  • Kata kerja "menjadikan" di 29:15 berpelaku Kami, dan para penumpang bahtera tidak disebut sebagai pelakunya. Bahtera dipakai orang-orang di dalamnya untuk selamat, dan ayat menaruh keputusan menjadikannya tanda pada pihak lain. Di 21:91 perempuan yang memelihara kehormatannya dan anaknya dijadikan tanda dengan kata kerja yang sama, tetapi cerita dan sasarannya lain, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebuah pengalaman bisa menjadi pelajaran bagi orang lain tanpa orang yang mengalaminya ikut menetapkan hal itu. Pengalaman apa dalam hidupnya yang sudah dipakai orang lain sebagai pelajaran tanpa pernah diminta?