وَإِبْرَاهِيمَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ ۖ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan Ibrahim, ketika berkata kepada kaumnya, "Mengabdilah kepada Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَإِبْرَاهِيمَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِwa-ibraahiima idz qaala li-qawmihidan Ibrahim, ketika berkata kepada kaumnya
- اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُu'buduu llaaha wa-ttaquuhumengabdilah kepada Allah dan bertakwalah kepada-Nya
- ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَdzaalikum khayrun lakum in kuntum ta'lamuunayang demikian itu lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَإِبْرَاهِيمَwa-ibraahiimadan Ibrahim
- إِذْidzketika
- قَالَqaalaberkata
- لِقَوْمِهِli-qawmihikepada kaumnya
- اعْبُدُواu'buduumengabdilah kalian
- اللَّهَllaahaAllah
- وَاتَّقُوهُwa-ttaquuhudan bertakwalah kalian kepada-Nya
- ذَٰلِكُمْdzaalikumdemikian itu
- خَيْرٌkhayrunlebih baik
- لَكُمْlakumbagi kalian
- إِنْinjika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- تَعْلَمُونَta'lamuunakalian mengetahui
Inti bacaan
Nama (وَإِبْرَاهِيمَ, wa-ibraahiima) dalam bentuk ini muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 29:16, 33:7, 53:37, dan 57:26.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِبْرَاهِيمَ, wa-ibraahiima) yang berarti "dan Ibrahim". Nama itu berbentuk akusatif, bentuk yang sama dengan (نُوحًا, nuuhan) di 29:14, dan di ayat ini tidak ada kata kerja di dekatnya. Terjemahan juga tidak menambahkan kata kerja, tidak "Kami utus" dan tidak "ingatlah". Di 57:26, (وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا وَإِبْرَاهِيمَ, wa-la-qad arsalnaa nuuhan wa-ibraahiima) yang berarti "dan sungguh Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim" menaruh kedua nama sebagai sasaran kata kerja yang sama. Bentuk wa-ibraahiima muncul empat kali, yaitu di 29:16, 33:7, 53:37, dan 57:26.
Kata (إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ, idz qaala li-qawmihi) yang berarti "ketika berkata kepada kaumnya" tersusun dari idz "ketika", qaala "berkata" dari akar ق-و-ل, li "kepada", qawmi "kaum" dari akar ق-و-م, dan akhiran -hi "-nya". Rangkaian ini muncul enam kali di lima surah, yaitu 7:80, 10:71, 27:54, 29:16, 29:28, dan 37:124, dan surah 29 memuatnya dua kali. Pembicaranya Lut di 7:80, 27:54, dan 29:28, Nuh di 10:71, Ibrahim di 29:16, dan Ilyas di 37:124. Di 29:28, (وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ, wa-luuthan idz qaala li-qawmihi) yang berarti "dan Lut, ketika berkata kepada kaumnya" memakai bingkai yang sama dengan 29:16: nama berbentuk akusatif, tanpa kata kerja, lalu idz qaala li-qawmihi.
Kata (اعْبُدُوا اللَّهَ, u'buduu llaaha) yang berarti "mengabdilah kepada Allah" adalah bentuk perintah untuk beberapa orang dari akar ع-ب-د. Rangkaian ini muncul tujuh belas kali di sembilan surah, yaitu 4:36, 5:72, 5:117, 7:59, 7:65, 7:73, 7:85, 11:50, 11:61, 11:84, 16:36, 23:23, 23:32, 27:45, 29:16, 29:36, dan 71:3, dan surah 7 memuatnya empat kali, surah 11 tiga kali, serta surah 5, 23, dan 29 dua kali. Terjemahan memakai "mengabdilah kepada" di semuanya. Kata Arabnya langsung diikuti Allah tanpa kata depan, dan "kepada" datang dari bahasa Indonesia, yang menuntut kata depan sesudah "mengabdi".
Kata (وَاتَّقُوهُ, wa-ttaquuhu) yang berarti "dan bertakwalah kepada-Nya" tersusun dari wa "dan", perintah ittaquu dari akar و-ق-ي, dan akhiran -hu "-Nya". Bentuk persis wa-ttaquuhu muncul empat kali, yaitu di 6:72, 29:16, 30:31, dan 71:3. Di 6:72 dan 30:31 kata itu berdampingan dengan perintah menegakkan salat, sedangkan di 29:16 dan 71:3 berdampingan dengan (اعْبُدُوا اللَّهَ, u'buduu llaaha). Susunan (اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ, u'buduu llaaha wa-ttaquuhu) muncul dua kali, yaitu di 29:16 dan 71:3.
Kata (ذَٰلِكُمْ, dzaalikum) yang berarti "yang demikian itu" tersusun dari kata penunjuk dzaalika dan akhiran -kum "kalian". Rangkaian (ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ, dzaalikum khayrun lakum) yang berarti "yang demikian itu lebih baik bagi kalian" muncul tujuh kali di tujuh surah, yaitu 2:54, 7:85, 9:41, 24:27, 29:16, 61:11, dan 62:9, dan terjemahan memakai "lebih baik bagi kalian" di ketujuhnya. Kelanjutannya berbeda-beda: (إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ, in kuntum ta'lamuuna) yang berarti "jika kalian mengetahui" di 9:41, 29:16, 61:11, dan 62:9, (إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ, in kuntum mu'miniina) yang berarti "jika kalian orang-orang yang beriman" di 7:85, (عِنْدَ بَارِئِكُمْ, 'inda baari'ikum) yang berarti "di sisi Pencipta kalian" di 2:54, dan (لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ, la'allakum tadzakkaruuna) yang berarti "agar kalian mengambil pelajaran" di 24:27. Kata penunjuk di 29:16 tunggal, sedangkan perintah sebelumnya dua, dan teksnya tidak memilah apakah penunjuk itu menunjuk satu perintah atau kedua-duanya.
Tafsiran
Ayat ini membuka ucapan Ibrahim kepada kaumnya, dan terjemahan membuka tanda kutip di sini lalu menutupnya di 29:18. Teks Arabnya tidak memuat kata penutup kutipan. Di 29:17 dan 29:18 juga tidak ada (قَالَ, qaala) baru, sehingga ucapan itu terbaca bersambung selama tidak ada pergantian pembicara.
Ayat ini menyambung ke 29:14 lewat nama yang berbentuk akusatif seperti nama Nuh. Dua ayat tentang Nuh, 29:14 dan 29:15, tidak memuat satu kutipan ucapan pun, sedangkan tiga ayat tentang Ibrahim, 29:16 sampai 29:18, hampir seluruhnya berisi ucapan. Ucapan Nuh yang sejajar dengan pembuka seruan Ibrahim ada di 71:3, yang didahului ucapan Nuh di 71:2: dua perintah yang sama, mengabdi dan bertakwa, lalu perintah ketiga yang tidak ada di 29:16, yaitu (وَأَطِيعُونِ, wa-athii'uuni) yang berarti "dan taatlah kepadaku". Seruan Ibrahim di ayat ini berhenti pada dua perintah yang menuju kepada Allah, lalu langsung menilai bahwa hal itu lebih baik bagi pendengarnya.
Jawaban kaum atas seruan ini tidak dicatat di 29:16 sampai 29:18. Ayat 29:24 mencatat (فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ, fa-maa kaana jawaaba qawmihi) yang berarti "maka tidak ada jawaban kaumnya", tanpa menyebut nama. Urutan ayat membuat pembaca menghubungkannya dengan Ibrahim, tetapi nama itu sendiri tidak tertulis di 29:24, dan ayat 29:19 sampai 29:23 menempati jarak antara seruan dan jawaban itu.
Renungan dan Hikmah
- Seruan Ibrahim di 29:16 berisi dua perintah yang menuju kepada Allah dan tidak memuat permintaan apa pun bagi si penyeru, sedangkan seruan di 71:3 menambahkan perintah untuk menaati pembicaranya. Dua ayat itu diucapkan dua orang yang berbeda kepada kaum yang berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca yang pernah menyampaikan sebuah ajakan dapat memperhatikan bagian mana dari ajakannya yang menuju pada hal di luar dirinya dan bagian mana yang kembali kepada dirinya. Dalam ajakan yang kemarin diucapkannya, perintah mana yang bila dihapus tidak mengubah untung rugi si pengucap sendiri?
- Penutup seruan di 29:16 menyebut siapa yang beruntung dari mengabdi dan bertakwa kepada Allah: lebih baik bagi kalian, yaitu bagi para pendengar. Di 2:54 kalimat serupa berada dalam ucapan Musa, dengan tambahan di sisi Pencipta kalian, dan di 24:27 ditutup dengan agar kalian mengambil pelajaran. Ayat-ayat itu berbeda pembicara dan pokoknya, sehingga tidak diperlakukan sebagai satu pola yang sama. Pembaca dapat memperhatikan bahwa dalam ajakan ini keuntungan ditaruh di tangan orang yang diajak. Ketika dirinya sendiri yang mengajak, keuntungan siapa yang ia sebut lebih dulu?
- Kalimat "jika kalian mengetahui" di 29:16 muncul juga di 6:81 dan 23:84 sesudah pertanyaan. Di 23:84 pertanyaannya milik siapa bumi dan semua yang ada di dalamnya, lalu 23:85 mencatat bahwa para pendengar sendiri akan menjawab: milik Allah. Di 23:88 pertanyaan tentang siapa yang di tangan-Nya kekuasaan segala sesuatu ditutup dengan kalimat yang sama. Ayat-ayat itu menyebut pendengar yang berbeda dan pokok yang berbeda dari 29:16. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kalimat ini menunjuk pada pengetahuan yang sudah ada pada pendengar. Hal apa yang sudah diketahuinya tetapi belum dipakainya untuk menimbang sebuah ajakan?
- Seruan di 29:16 sampai 29:18 tidak disusul jawaban di ayat-ayat itu. Jawaban kaum yang dihubungkan dengan seruan itu baru tercatat di 29:24, dengan lima ayat di antaranya, dan ayat itu menyebut bahwa Allah menyelamatkan dari api. Ayat 29:24 tidak menyebut nama Ibrahim, jadi hubungannya dengan 29:16 bersandar pada urutan ayat. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebuah ucapan bisa ditulis dalam satu bagian, sementara tanggapan terhadapnya baru tertulis jauh sesudahnya dan sesudah hal lain dibicarakan. Ucapan apa dalam hidupnya yang jawabannya masih ditunggu dan belum datang?
- Dua perintah di 29:16 dihubungkan dengan kata dan, sehingga keduanya dituliskan sebagai pasangan. Di 6:72 dan 30:31 bertakwa kepada-Nya berdampingan dengan menegakkan salat, dan di 29:16 serta 71:3 dengan mengabdi kepada Allah. Teks tidak merumuskan apa yang ditambahkan masing-masing perintah pada perintah pasangannya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa pasangan itu berganti tergantung ayatnya, dan bahwa dua perintah yang disebut bersama tidak otomatis berarti hal yang sama. Bila hanya salah satu dari keduanya yang dijalankan, apa yang terasa hilang dari yang lain?
- Ayat 29:16 menyatakan bahwa mengabdi dan bertakwa lebih baik bagi pendengar, tetapi alasannya belum diberikan di ayat ini. Uraian tentang apa yang disembah dan tentang rezeki baru muncul di 29:17, sehingga di 29:16 pembaca menemukan perintah, penilaian, dan syarat tanpa uraian. Seruan Ibrahim di sini berdiri sebagai pernyataan yang menunggu penjelasan. Pembaca dapat memperhatikan seberapa lama dirinya sanggup menerima sebuah pernyataan sebelum alasannya datang, dan apa yang dilakukannya selama alasan itu belum tiba. Apakah bagian ajakan yang belum disertai alasan itu terasa seperti perintah yang kosong atau seperti undangan yang masih menunggu?