إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًا ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah hanya berhala-berhala, dan kalian membuat kebohongan. Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah tidak menguasai rezeki bagi kalian. Maka, carilah rezeki di sisi Allah, mengabdilah kepada-Nya, dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kalian akan dikembalikan.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- إِنَّمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا وَتَخْلُقُونَ إِفْكًاinnamaa ta'buduuna min duuni llaahi awtsaanan wa-takhluquuna ifkansesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah hanya berhala-berhala, dan kalian membuat kebohongan
- إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًاinna lladziina ta'buduuna min duuni llaahi laa yamlikuuna lakum rizqansesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah tidak menguasai rezeki bagi kalian
- فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُfa-btaghuu 'inda llaahi r-rizqa wa-'buduuhu wa-sykuruu lahumaka carilah rezeki di sisi Allah, mengabdilah kepada-Nya, dan bersyukurlah kepada-Nya
- إِلَيْهِ تُرْجَعُونَilayhi turja'uunahanya kepada-Nya kalian akan dikembalikan
Terjemahan per kata (27 kata)
- إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanya
- تَعْبُدُونَta'buduunakalian menyembah
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- أَوْثَانًاawtsaananberhala
- وَتَخْلُقُونَwa-takhluquunadan kalian membuat
- إِفْكًاifkankebohongan
- إِنَّinnasesungguhnya
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- تَعْبُدُونَta'buduunakalian menyembah
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- لَاlaatidak
- يَمْلِكُونَyamlikuunamereka menguasai
- لَكُمْlakumbagi kalian
- رِزْقًاrizqanrezeki
- فَابْتَغُواfa-btaghuumaka carilah kalian
- عِنْدَ'indadi sisi
- اللَّهِllaahiAllah
- الرِّزْقَr-rizqarezeki
- وَاعْبُدُوهُwa-'buduuhudan mengabdilah kepada-Nya
- وَاشْكُرُواwa-sykuruudan bersyukurlah kalian
- لَهُlahubaginya
- إِلَيْهِilayhikepada-Nya
- تُرْجَعُونَturja'uunakalian dikembalikan
Inti bacaan
Rangkaian (تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, ta'buduuna min duuni llaahi) muncul delapan kali di Al-Qur'an, dan dua kali di antaranya ada di 29:17.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّمَا تَعْبُدُونَ, innamaa ta'buduuna) yang berarti "sesungguhnya apa yang kalian sembah". Kata kerja (تَعْبُدُونَ, ta'buduuna) berakar ع-ب-د, akar yang sama dengan perintah (وَاعْبُدُوهُ, wa-'buduuhu) di tengah ayat, sehingga akar ع-ب-د muncul tiga kali di 29:17: dua kali sebagai ta'buduuna dan sekali sebagai perintah. Terjemahan memakai "sembah" untuk dua yang pertama dan "mengabdilah kepada-Nya" untuk yang ketiga, jadi pembaca Indonesia tidak melihat satu akar di ketiganya, sedangkan pembaca Arab melihatnya. Rangkaian (تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ, ta'buduuna min duuni llaahi) yang berarti "kalian sembah selain Allah" muncul delapan kali di tujuh ayat, yaitu 5:76, 10:104, 21:66, 21:67, 21:98, 29:17, dan 60:4, dan 29:17 memuatnya dua kali.
Kata (أَوْثَانًا, awtsaanan) yang berarti "berhala-berhala" adalah bentuk jamak yang bertanwin. Bentuk jamak akar و-ث-ن muncul tiga kali di dua surah, yaitu (الْأَوْثَانِ, l-awtsaani) di 22:30, dan awtsaanan di 29:17 serta 29:25. Susunan (مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا, min duuni llaahi awtsaanan) muncul dua kali, yaitu di 29:17 dan 29:25, dan di 29:25 kata kerja di depannya lain, yaitu (اتَّخَذْتُمْ, ttakhadztum).
Kata (وَتَخْلُقُونَ, wa-takhluquuna) yang berarti "dan kalian membuat" berakar خ-ل-ق. Bentuk takhluquuna muncul dua kali, yaitu di 29:17 dan di 56:59, (تَخْلُقُونَهُ, takhluquunahu) yang berarti "kalian ciptakan", dan terjemahan memakai "menciptakan" di 56:59 sedangkan di 29:17 memakai "membuat". Akar yang sama dipakai dua ayat sesudahnya untuk Allah, pada (يُبْدِئُ اللَّهُ الْخَلْقَ, yubdi'u llaahu l-khalqa) di 29:19, yang diterjemahkan "Allah memulai penciptaan".
Kata (إِفْكًا, ifkan) yang berarti "kebohongan" berakar أ-ف-ك dan muncul delapan kali di enam surah, yaitu 24:11, 24:12, 25:4, 29:17, 34:43, 37:151, 46:11, dan 46:28, dan surah 24 serta 46 memuatnya dua kali. Terjemahan memakai "berita bohong" di 24:11 dan 24:12, yang membicarakan kabar yang disebarkan, dan "kebohongan" di enam ayat lainnya. Di tiga ayat, ifk berdampingan dengan akar ف-ر-ي yang di 29:13 diterjemahkan "ada-adakan", yaitu (إِفْكٌ افْتَرَاهُ, ifkun iftaraahu) di 25:4, (إِفْكٌ مُفْتَرًى, ifkun muftaran) di 34:43, dan (وَذَٰلِكَ إِفْكُهُمْ وَمَا كَانُوا يَفْتَرُونَ, wa-dzaalika ifkuhum wa-maa kaanuu yaftaruuna) di 46:28. Di 29:17 kata ifk berdampingan dengan kata kerja lain, yaitu khalaqa.
Kata (لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا, laa yamlikuuna lakum rizqan) yang berarti "tidak menguasai rezeki bagi kalian" tersusun dari laa "tidak", yamlikuuna "mereka menguasai" dari akar م-ل-ك, lakum "bagi kalian", dan rizqan "rezeki". Kata kerja (لَا يَمْلِكُونَ, laa yamlikuuna) muncul sembilan kali di delapan ayat, yaitu 13:16, 17:56, 19:87, 25:3 (dua kali), 29:17, 34:22, 39:43, dan 78:37, dan terjemahan memakai "menguasai", "memiliki", atau "berkuasa" menurut benda yang dikuasai. Dua ayat menaruh rezeki sebagai benda yang tidak dikuasai, yaitu (مَا لَا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًا, maa laa yamliku lahum rizqan) yang berarti "sesuatu yang tidak menguasai rezeki bagi mereka" di 16:73 dan 29:17, dan terjemahan memakai "menguasai" di keduanya. Kata "mampu" dan "memberikan" tidak dipakai, karena tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya.
Kata (فَابْتَغُوا, fa-btaghuu) yang berarti "maka carilah" adalah perintah dari kata kerja ibtaghaa, akar ب-غ-ي. Bentuk perintah ini muncul empat kali, yaitu di 2:187, 5:35, 29:17, dan 62:10, dan terjemahan memakai "carilah" di keempatnya. Benda yang dicari berbeda: apa yang ditetapkan Allah di 2:187, wasilah di 5:35, karunia Allah di 62:10, dan rezeki di 29:17. Cara menyebut sumbernya juga berbeda: (وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ, wa-btaghuu min fadhli llaahi) yang berarti "dan carilah karunia Allah" di 62:10 memakai min, "dari", sedangkan (عِنْدَ اللَّهِ, 'inda llaahi) di 29:17 memakai 'inda, sehingga terjemahannya "di sisi Allah". Kata (الرِّزْقَ, r-rizqa) memakai kata sandang al-, sedangkan rizqan di bagian sebelumnya bertanwin, dan terjemahan memakai "rezeki" di keduanya.
Kata (وَاشْكُرُوا لَهُ, wa-sykuruu lahu) yang berarti "dan bersyukurlah kepada-Nya" muncul dua kali, yaitu di 29:17 dan 34:15. Di 34:15, (كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ, kuluu min rizqi rabbikum) yang berarti "makanlah dari rezeki Tuhan kalian" mendahului kata itu, sedangkan di 29:17 yang mendahuluinya perintah mencari rezeki. Bentuk perintah jamak wa-sykuruu muncul lima kali, yaitu di 2:152, 2:172, 16:114, 29:17, dan 34:15. Bagian penutup (إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ, ilayhi turja'uuna) yang berarti "kepada-Nya kalian dikembalikan" muncul tiga belas kali di sepuluh surah, yaitu 2:28, 2:245, 10:56, 11:34, 28:70, 28:88, 29:17, 30:11, 36:22, 36:83, 39:44, 41:21, dan 43:85, dengan surah 28 dan 36 dua kali. Kata kerja turja'uuna berbentuk pasif sehingga pengembalinya tidak disebut. Terjemahan memakai "hanya kepada-Nya" di 28:70, 28:88, 29:17, 36:22, 36:83, dan 43:85, dan "kepada-Nya" di tujuh ayat lainnya, padahal rangkaian Arabnya sama dan tidak memuat kata tersendiri untuk "hanya".
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan seruan Ibrahim dari 29:16 dengan susunan yang berbeda. Ayat 29:16 memuat dua perintah lalu penilaian, sedangkan 29:17 memuat dua pernyataan tentang apa yang disembah, lalu tiga perintah, lalu penutup tentang kembali. Perintah pertama, (فَابْتَغُوا, fa-btaghuu), dibuka dengan fa, "maka", sehingga perintah itu terbaca sebagai akibat dari pernyataan sebelumnya bahwa yang disembah tidak menguasai rezeki. Perintah kedua dan ketiga memakai wa, "dan", dan terbaca sebagai tambahan.
Perintah di 29:16 adalah mengabdi dan bertakwa, dan perintah di 29:17 adalah mencari rezeki, mengabdi, dan bersyukur. Kata kerja mengabdi muncul di kedua ayat, tetapi bertakwa tidak diulang di 29:17 dan mencari rezeki serta bersyukur tidak ada di 29:16. Dua ayat itu berdekatan dan diucapkan kepada kaum yang sama, jadi keduanya dapat dibaca sebagai bagian dari satu seruan yang daftar perintahnya bertambah.
Pernyataan pertama menilai apa yang disembah dari wujudnya, yaitu berhala, dan dari asal-usul klaim tentangnya, yaitu kebohongan yang dibuat. Pernyataan kedua menilainya dari kemampuannya, yaitu tidak menguasai rezeki. Dua penilaian itu tidak dihubungkan dengan kata sebab, dan keduanya muncul berurutan sebelum perintah pertama. Penutupnya, bahwa kepada-Nya kalian dikembalikan, tidak memberi keterangan waktu, sehingga ayat ini berakhir pada arah perjalanan manusia, dan 29:18 membuka kemungkinan lain dengan kata "jika kalian mendustakan".
Renungan dan Hikmah
- Ayat 29:17 mengukur apa yang disembah dengan satu pertanyaan sederhana, yaitu apakah sesuatu yang disembah itu menguasai rezeki bagi para penyembahnya. Di 16:73 ukuran yang sama dipakai dengan tambahan dari langit dan bumi, dan kedua ayat itu menyebut pendengar yang berbeda sehingga tidak disamakan. Sesudah ukuran itu, ayat 29:17 menunjuk arah yang lain, yaitu rezeki di sisi Allah. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebuah ukuran sederhana dapat ditaruh di depan apa saja yang dipegang erat. Dari hal-hal yang selama ini dijadikan sandaran hidup, mana yang pernah ditimbang dengan pertanyaan apakah sanggup memberi apa yang diharapkan darinya?
- Di 29:17 perintah bersyukur kepada-Nya datang beberapa langkah sesudah perintah mencari rezeki di sisi Allah. Di 34:15 perintah bersyukur datang sesudah perintah makan dari rezeki Tuhan kalian, jadi di kedua ayat rezeki dan syukur ditaruh berdekatan, walaupun pendengarnya berbeda dan keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa dalam kedua ayat, syukur ditulis sebagai perintah yang menyusul rezeki dan tidak dibiarkan muncul sendiri sebagai perasaan. Ketika sesuatu yang dibutuhkannya sudah sampai, kepada siapa ucapan terima kasihnya pertama kali ditujukan?
- Penutup 29:17 menyebut kembali kepada-Nya dengan kata kerja pasif, sehingga siapa yang mengembalikan tidak tertulis. Di 2:28 kalimat yang sama didahului tiga kata kerja berpelaku Dia: menghidupkan, mematikan, dan menghidupkan lagi. Di 29:17 kalimat itu didahului perintah, bukan rangkaian kata kerja berpelaku. Kedua ayat berbeda pokoknya, tetapi tujuan akhirnya disebut dengan kata yang sama, kepada-Nya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa seruan yang panjang di 29:17 ditutup dengan arah, tanpa ancaman dan tanpa janji. Bila hidupnya sendiri ditutup dengan satu kalimat, ke mana kalimat itu menunjuk?
- Tiga perintah di 29:17 berurutan: mencari rezeki di sisi Allah, mengabdi kepada-Nya, dan bersyukur kepada-Nya. Urusan penghidupan ditaruh paling depan dan disebut dalam satu kalimat dengan pengabdian dan syukur, tanpa pemisah. Ayat 29:16 sebelumnya tidak memuat perintah mencari rezeki. Pembaca yang biasa memisahkan urusan mencari nafkah dari urusan pengabdian dapat memperhatikan bahwa kalimat ini menaruh keduanya dalam satu napas, dengan satu tujuan yang sama, yaitu Allah. Bagian mana dari harinya yang masih dianggapnya berdiri di luar kalimat itu?
- Di 29:17 pelaku kata kerja khalaqa adalah manusia, yaitu mereka membuat kebohongan, sedangkan di 29:19 pelakunya Allah, yaitu Dia memulai penciptaan. Dua ayat itu memakai akar yang sama untuk dua hal yang sangat berbeda, dan teksnya tidak memberi kalimat penghubung di antara keduanya. Pembaca dapat memperhatikan bahwa akar itu dipakai di surah ini untuk apa yang dibuat manusia dan untuk apa yang dimulai Allah. Dari semua yang pernah dibuatnya sendiri, adakah yang kemudian diperlakukan seolah-olah sudah ada sejak awal?
- Ayat 29:17 menilai berhala dari kemampuannya memberi rezeki, sedangkan 29:25 menyebut alasan lain mengapa berhala diambil, yaitu menjaga rasa sayang di antara pemakainya dalam kehidupan dunia, dan ayat itu menambah bahwa pada hari Kiamat sebagian mereka akan kufur terhadap sebagian yang lain. Dua ayat itu menyebut dua ukuran untuk benda yang sama, dan tidak ada kalimat yang menyatakan salah satunya yang berlaku bagi semua penyembah. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sesuatu bisa dipegang karena apa yang diharapkan dari dirinya dan bisa pula dipegang karena apa yang ia sambungkan di antara orang-orang. Apa yang sedang menyatukan kelompok-kelompok yang pernah diikutinya?