وَإِنْ تُكَذِّبُوا فَقَدْ كَذَّبَ أُمَمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
Dan jika kalian mendustakan, sungguh umat-umat sebelum kalian telah mendustakan; dan kewajiban rasul hanya penyampaian yang jelas."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِنْ تُكَذِّبُوا فَقَدْ كَذَّبَ أُمَمٌ مِنْ قَبْلِكُمْwa-in tukadzdzibuu fa-qad kadzdzaba umamun min qablikumdan jika kalian mendustakan, sungguh umat-umat sebelum kalian telah mendustakan
- وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُwa-maa 'alaa r-rasuuli illaa l-balaaghu l-mubiinudan kewajiban rasul hanya penyampaian yang jelas
Terjemahan per kata (13 kata)
- وَإِنْwa-indan jika
- تُكَذِّبُواtukadzdzibuukalian mendustakan
- فَقَدْfa-qadmaka sungguh
- كَذَّبَkadzdzabamendustakan
- أُمَمٌumamunumat-umat
- مِنْmindari
- قَبْلِكُمْqablikumsebelum kalian
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- عَلَى'alaaatas
- الرَّسُولِr-rasuuliRasul
- إِلَّاillaakecuali
- الْبَلَاغُl-balaaghupenyampaian
- الْمُبِينُl-mubiinuyang jelas
Inti bacaan
Bentuk (أُمَمٌ, umamun) muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 6:38, 11:48, 13:30, dan 29:18.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَإِنْ تُكَذِّبُوا, wa-in tukadzdzibuu) yang berarti "dan jika kalian mendustakan". Bagian-bagiannya adalah wa "dan", in "jika", dan tukadzdzibuu "kalian mendustakan", kata kerja bentuk kedua dari akar ك-ذ-ب yang ditujukan kepada beberapa orang yang diajak bicara. Bentuk dasar akar ini berarti "berdusta" dan bentuk kedua berarti "mendustakan", yaitu menolak kebenaran yang datang dari pihak lain. Perbedaannya terlihat di dua ayat yang berdekatan: (لَكَاذِبُونَ, la-kaadzibuuna) di 29:12, yang berarti "benar-benar para pendusta", berasal dari bentuk dasar, sedangkan tukadzdzibuu di 29:18 berasal dari bentuk kedua. Susunan persis wa-in tukadzdzibuu muncul sekali. Kerangka yang mirip ada di 35:4, (وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ, wa-in yukadzdzibuuka fa-qad kudzdzibat rusulun min qablika) yang berarti "dan jika mereka mendustakanmu, sungguh rasul-rasul sebelummu telah didustakan", di 35:25, (وَإِنْ يُكَذِّبُوكَ فَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, wa-in yukadzdzibuuka fa-qad kadzdzaba lladziina min qablihim), dan di 22:42, (فَقَدْ كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ, fa-qad kadzdzabat qablahum qawmu nuuhin). Di tiga ayat itu orang yang didustakan disapa dengan akhiran -ka, "engkau", yaitu satu orang, sedangkan di 29:18 yang diajak bicara berbentuk jamak.
Kata (أُمَمٌ, umamun) berarti "umat-umat". Bentuknya jamak dari ummah, akar أ-م-م, bertanwin, dan berdiri sebagai pelaku kata kerja "mendustakan". Bentuk persis umamun muncul empat kali, yaitu di 6:38, 11:48, 13:30, dan 29:18. Di 6:38 umat-umat itu makhluk-makhluk seperti kalian, di 11:48 umat-umat yang akan diberi kesenangan lalu ditimpa azab, di 13:30 umat-umat yang sudah berlalu sebelum suatu umat yang kepadanya rasul diutus, dan di 29:18 umat-umat yang mendustakan. Susunan (أُمَمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ, umamun min qablikum) muncul sekali. Kata (مِنْ قَبْلِكُمْ, min qablikum) yang berarti "sebelum kalian" muncul tujuh belas kali di sebelas surah, yaitu 2:21, 2:183, 2:214, 3:137, 3:186, 4:26, 4:131, 5:5, 5:57, 5:102, 7:38, 9:69, 10:13, 11:116, 14:9, 24:34, dan 29:18, dengan surah 2 dan 5 tiga kali serta surah 3 dan 4 dua kali. Di 14:9 pihak yang disebut orang-orang sebelum kalian dinamai, yaitu kaum Nuh, Ad, dan Tsamud, sedangkan di 29:18 pihak itu tidak dinamai.
Kata (وَمَا عَلَى الرَّسُولِ, wa-maa 'alaa r-rasuuli) yang berarti "dan kewajiban rasul" tersusun dari wa "dan", maa "tidak", 'alaa "atas", dan r-rasuuli "rasul" dengan kata sandang al-. Terjemahan menyusun ulang "tidak ada atas rasul kecuali ..." menjadi "kewajiban rasul ... penyampaian", dan kata 'alaa yang berarti "atas" menjadi "kewajiban" di 5:92, 5:99, 16:35, 24:54, 29:18, 36:17, 42:48, dan 64:12, sedangkan pada sapaan 'alayka, "atasmu", di 13:40 dan 16:82 hasilnya "tugasmu". Rangkaian (إِلَّا الْبَلَاغُ, illaa l-balaaghu) muncul enam kali, yaitu di 5:99, 16:35, 24:54, 29:18, 36:17, dan 42:48. Kata balaagh berakar ب-ل-غ dan diterjemahkan "penyampaian".
Rangkaian (الْبَلَاغُ الْمُبِينُ, l-balaaghu l-mubiinu) yang berarti "penyampaian yang jelas" muncul tujuh kali di enam surah, yaitu 5:92, 16:35, 16:82, 24:54, 29:18, 36:17, dan 64:12, dengan surah 16 dua kali. Terjemahan memakai "penyampaian yang jelas" di 16:82, 24:54, 29:18, 36:17, dan 64:12, dan "menyampaikan dengan jelas" di 5:92 dan 16:35. Kata (الْمُبِينُ, l-mubiinu) berakar ب-ي-ن, dan terjemahan memakai "nyata" bila yang disifati pemberi peringatan, berita bohong, atau sihir, seperti di 11:25, 24:12, dan 34:43, tetapi "jelas" bila yang disifati penyampaian. Susunan lengkap (وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ, wa-maa 'alaa r-rasuuli illaa l-balaaghu l-mubiinu) muncul dua kali, yaitu di 24:54 dan 29:18. Di 24:54 susunan itu didahului perintah menaati Allah dan Rasul serta pembagian beban antara rasul dan pendengar, sedangkan di 29:18 didahului pengandaian penolakan. Kata r-rasuuli di 29:18 memakai al-, sehingga rasul disebut sebagai kedudukan tanpa nama.
Tafsiran
Ayat ini menutup seruan Ibrahim dengan dua kalimat yang saling menopang. Kalimat pertama menyebut kemungkinan para pendengar mendustakan, lalu langsung menaruhnya di antara umat-umat sebelum mereka yang sudah lebih dulu mendustakan. Kalimat kedua menyebut batas kewajiban rasul. Keduanya tidak menuliskan akibat bagi yang mendustakan, berbeda dengan 29:14, tempat penimpaan oleh banjir dicatat. Ayat ini berhenti pada penolakan dan pada batas tugas.
Umat-umat sebelum kaum Ibrahim tidak dinamai di 29:18. Bila ayat ini dibaca berdampingan dengan 14:9, yang menyebut kaum Nuh, Ad, dan Tsamud sebagai orang-orang sebelum kalian, kaum Nuh yang baru dituturkan di 29:14 termasuk yang dapat dibayangkan. Hubungan itu bersandar pada urutan ayat dan pada 14:9, dan tidak tertulis di 29:18.
Kerangka "jika mereka mendustakanmu, sungguh sebelumnya telah ada yang mendustakan" di 35:4, 35:25, dan 22:42 ditujukan kepada satu orang yang disapa. Di 29:18 kerangka itu ditujukan kepada para pendengar. Ayat 29:19 sesudahnya beralih ke orang ketiga lewat (أَوَلَمْ يَرَوْا, a-wa-lam yaraw) yang berarti "apakah mereka tidak memperhatikan", sehingga sapaan kalian berakhir di 29:18. Karena itu seruan dalam terjemahan ditutup di akhir 29:18.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 29:18 menaruh kemungkinan penolakan para pendengar di dalam barisan umat sebelum mereka. Di 16:35 orang-orang yang menyekutukan berkata bahwa sekiranya Allah menghendaki tentu mereka tidak menyembah sesuatu pun selain Dia, dan ayat itu menanggapinya dengan kalimat bahwa orang-orang sebelum mereka berbuat demikian pula. Kedua ayat sama-sama menunjuk barisan terdahulu, tetapi konteks keduanya berbeda sehingga tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa sebuah sikap yang terasa baru ternyata punya pendahulu. Ketika dirinya menolak atau menunda sesuatu, adakah yang pernah melakukan hal yang sama dengan alasan serupa?
- Ayat 29:18 menyebut kemungkinan penolakan tanpa menuliskan akibatnya. Di 29:14 penimpaan oleh banjir dicatat dan di 29:12 penilaian pendusta dicatat, tetapi di 29:18 kalimatnya berhenti pada penolakan dan pada batas tugas rasul. Kalimat ini membiarkan akibat itu tidak tertulis. Pembaca dapat memperhatikan perbedaan antara kalimat yang menyebut akibat dan kalimat yang membiarkan akibat tidak tertulis, serta bagaimana dirinya mengisi bagian yang tidak tertulis itu. Apa yang diisikannya lebih dahulu, dan dari mana asalnya?
- Di 24:54 kalimat tentang kewajiban rasul sama dengan 29:18, dan ayat itu menaruhnya di samping pembagian: atas rasul apa yang dibebankan kepadanya, dan atas pendengar apa yang dibebankan kepada mereka. Perintah menaati Allah dan Rasul mendahului pembagian itu. Ayat 24:54 dan 29:18 berbeda konteks, jadi keduanya tidak disamakan. Pembaca dapat memperhatikan bahwa dalam kedua ayat kewajiban rasul dibatasi pada penyampaian, sedangkan bagian selebihnya ada di pihak pendengar. Bila dirinya yang menyampaikan sesuatu, kewajiban mana yang sungguh miliknya dan mana yang diambilnya dari pendengar?
- Di 5:99 ucapan tentang batas tugas itu disusul pernyataan bahwa Allah mengetahui apa yang kalian tampakkan dan apa yang kalian sembunyikan. Di 13:40 ucapan serupa disusul kalimat bahwa Kamilah yang memperhitungkan. Kedua ayat itu berbeda pembicara dan pokoknya dari 29:18, yang berakhir tanpa kalimat susulan. Dalam dua ayat tadi pihak yang tampil sesudah penyampaian adalah yang mengetahui dan yang memperhitungkan. Sesudah selesai menyampaikan sesuatu kepada orang lain, apa yang biasanya dikerjakan pembaca berikutnya, dan pantaskah pekerjaan itu menjadi miliknya?
- Kata jelas di 29:18 menempel pada penyampaian, yaitu pada pekerjaan penyampai, sehingga kejelasan menjadi ukuran bagi yang menyampaikan. Ayat ini tidak mengukur kejelasan dari tanggapan pendengar. Di 36:17 para utusan di sebuah negeri memakai rangkaian yang sama tentang diri mereka, walau konteksnya berbeda. Pembaca dapat memperhatikan bahwa penyampaian yang jelas dapat diperiksa tanpa menunggu pendengarnya setuju. Dalam hal yang pernah disampaikannya sendiri, bagian mana yang jelas bagi pendengar dan tidak hanya bagi dirinya?
- Di 29:16 sampai 29:18 para pendengar disapa dengan kata kalian, dan di 29:19 kata gantinya berubah menjadi mereka dalam pertanyaan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan. Ayat 29:19 tidak mengatakan bahwa mereka di sana adalah orang yang sama dengan kalian di 29:18, dan perubahan kata ganti itu dapat dibaca sebagai pergeseran dari menyapa ke menceritakan. Pembaca dapat memperhatikan di posisi mana dirinya berada setiap kali sebuah ayat berganti dari kalian menjadi mereka, sebagai yang disapa atau sebagai yang dibicarakan. Ketika dibicarakan, apakah pembaca mengenali dirinya?